Tag

Travel Story

Browsing

Siapa sangka tempat yang tak begitu jauh dari kota kendari, tempat yang dulunya hanyalah desa kecil yang begitu bersih dan nyaman ternyata menawarkan pesona alam yang begitu memukau, mulai dari wisata bahari hingga pesona air terjun dapat kita jumpai di sini. Orang-orang menyebutnya “Desa  Wisata Namu” salah satu tempat yang pas untuk menghabiskan akhir pekan yang terbaik.

Awal cinta ini dimulai setelah melihat salah satu postingan teman saya di Instagram tentang desa namu, karena penasaran akhirnya saya pun bertanya..

Saya: Jo, itu di mana kok keren begitu tempatnya, tempatnya teduh dan terdapat banyak pohon kelapa ditepian pantainya dan juga terdapat sebuah ayunan yang bergelantungan diantara dua pohon kelapa…. “hemmp sepertinya sebuah tempat menarik “pikirku dalam hati”
Jo: Owwww. itu di Desa Namu di, wahh harus ke sini di kalau kamu pulang, di jamin betah deh sabtu minggunya di sini 😀
Saya: Wah gitu ya.. oke dehh. Insya Allah pulang kampung nanti saya akan mengunjunginya 🙂

Berbekal rasa penasaran yang mendalam saya pun akhirnya memutuskan untuk mengujungi tempat ini. Bersama dengan seorang teman saya dari jakarta dan beberapa orang lagi dari kendari kami menuju ke pelabuhan Amolenggo di kecamatan Kolono Timur. Oia perjalanan dari kota kendari menuju pelabuhan ini dapat ditempuh kurang lebih selama dua jam perjalanan, bisa menggunakan roda dua maupun roda empat, kondisi jalan juga menurutku sudah sangat baik.

Pelabuhan Amolengu di Kolono Timur

Selama 45 menit kapal yang kita tumpangi akan membelah lautan disepanjang perairan pelabuhan amolengu menuju desa namu, dalam perjalanan beberapa kali mata ini disuguhi pemandangan tepi pantai yang masih perawan dan belum terjamah, sepertinya jalur ini memang sangat potensial untuk pengembangan wisata bahari kedepannya. Tapi bukan cuman keindahan tepi pantai yang tersaji dalam perjalanan ini, tampak jelas bekas penambangan yang telah ditinggalkan oleh pengelolanya, cukup merusak pemandangan dan tentunya juga merusak ekosistem dan lingkungan disekitar.

Di Sambut Wajah-wajah riang anak Desa Namu

Di atas dermaga kayu sepanjang 30 meter tampak anak-anak desa namu telah mengamati kami dari kejauhan, menyambut dengan senyum tulusnya sebagai tanda salam perkenalan hangat dari mereka. Jadi sepertinya anak-anak di Desa Namu ini sudah terbiasa ketika ada tamu, mereka dengan sangat senang jika di ajak untuk bermain, di ajak untuk menunjukkan tempat-tempat keren lainnya pun mereka sangat bersemangat.

Oya di Desa Namu ini ada beberapa pilihan tempat beristrahat, bagi kalian yang tidak membawa peralatan camping bisa menginap di rumah-rumah warga dengan tarif yang cukup murah, bisa juga meminta untuk disiapkan makan siang atau makan malam. Nah bagi kalian yang membawa peralatan camping juga telah tersedia tempat camping yang sangat nyaman dan bersih.

Di ajak Berkeliling Desa Namu…

Dermaga itu mengantarkan kita ke tepian desa namu, di sambut dengan rimbunan pohon kelapa dengan tulisan “Namu” sebagai simbol bahwa saat ini anda sedang berada di desa namu. Di sisi kiri dermaga ini terdapat sebuah pos jaga sebagai tempat informasi bagi para pengunjung yang ingin mengetahui lebih banyak tentang desa namu, tapi rumah ini juga bisa di sulap sebagi tempat tinggal sementara, dan karena pada saat itu kami tidak membawa peralatan camping makanya kami diijinkan untuk menginap di pos ini.

Kesan pertama dengan desa ini telah membuat saya jatuhati, kebersihan, kenyamanan serta keramahtamahan warganya telah menghipnotis untuk betah berlama-lama di sini.  Di bawah rimbunan pohon kelapa kami melalui jalan setapak yang telah di semen, mengantarkan kami ke salah satu rumah warga…”oww ternyata itu rumah pak harlan”..salah satu penggiat wisata di desa itu. Beliau bersama dengan komunitas Ruruhi Project memberikan pencerahan kepada masyarakat sekitar tentang potensi wisata yang dapat dikembangkan di desa namu, hingga akhirnya terbentuklah “Desa Wisata Namu”

Hasilnya memang sudah dapat dinikmati, walaupun masih belum maksimal tapi setidaknya desa ini telah mengarah ke arah yang lebih positif dalam pengembangan desa berbasis desa wisata. Masih banyak terdapat spot-spot wisata yang belum dikolola saat kami mengunjungi tempat ini, salah satunya air terjun Pitu Ndengga.

Kami juga diantar ke salah satu sumber mata air yang memang terlihat belum dikelola dengan baik hingga alirannya punya masih belum lancar, kata pak harlan akan dilakukan perbaikan dan pengaturan jalur air kedepannya. Kemudian disambut oleh pak desa setempat dan diajak ngopi bareng 🙂

Sementara teman-teman saya sedang mengobrol dengan pak desa saya pun memanfaatkan moment langit yang sedang membiru untuk segera diabadikan dalam frame.

Keceriaan anak-anak desa namu saat bermain sampan

Tepian Desa Namu

Pantai yang Bersih

Lomba gayung perahu

Menanti Sunrise di Pagi Hari

Pagi hari adalah waktu yang sangat pas untuk menikmati pagi dengan secangkir kopi, bersenda gurau dengan teman sejawat sambil menceritakan unek-unek selama sepekan berlalu. Bias-bias jingga yang terbit dari kejauhan semakin menambah kehangatan pagi itu, sementara burung-burung juga tak mau kalah, mereka saling berkicau secara bergantian… ahhh nikmatnya pagi itu di desa namu.

Suasana paginya yang bikin tenang….

Hari ke Dua Siap Explore Desa Namu dan Snorkeling

Hari ke dua kami memutuskan untuk mulai mencoba wisata baharinya, mulai dari mencoba beberapa titik penyelaman yang direkomendasikan sampai beberapa spot yang memungkinkan anda dapat bertemu dengan kawan penyu.

Kawan saya yang bernama eddy, naim dan teman dari jakarta sempat bertemu dengan kawanan penyu yang hidup disekitar pantai tersebut, bahkan penyu yang mereka temukan berjumlah lebih dari satu. Kami berharap dengan adanya penyu tersebut bukan malah nantinya akan menjadi pemburuan para manusia-manusia yang serakah akan hasil laut, biarkanlah mereka berkembang biak diperairan tersebut, tugas kita cukup melestarikan dan memastikannya bahwa mereka aman di sana.

View Desa Namu dari Puncak
Puncak ini juga menjadi salah satu spot foto ketika kita berkunjung ke desa namu, panorama yang disajikan begitu memukau, laut yang berwarna biru tosca, desa namu yang terlihat dari kejauhan dan pasir timbul yang muncul kala air laut sedang surut. Tapi hati-hati karena untuk naik ke tempat ini cukup terjal jadi pastikan kalian menggunakan sendal atau sepatu tracking.

View Desa Namu dari salah satu puncaknya

Panorama Landscape yang memukau

Bagi kalian yang pecinta fotografi, sempatkanlah menuju kebawah tepat ditepian spot snorkeling ini, nah di sini kalian dapat memotret panorama landscape yang cukup bagus, warna bebatuan yang kecoklatan, langit biru serta pepohonan yang menghijau menambah kontras foto anda.

Suasana yang tampak begitu teduh

Jalan ke Tepian Pantai dapat landscape beginian

Oya ini salah satu air terjun yang belum sempat kami explore saat itu disebabkan karena jalan menuju ke air terjun masih dalam perbaikan, jadi sesuai saran pak harlan spot ini kami pending dulu. Oleha karena itu saya tampilkan aja videonya, supaya kalian yang membaca ini tidak penasaran hehe..

Air Terjun Pitu Ndengga Desa Namu

Video ini adalah karya dari Pokea_production @2017

Foto-foto tentang Desa Namu selengkapnya bisa di lihat di Portofolio saya .. klik di sini

Desa Namu adalah sebuah tempat mencari ketenangan, jauh dari hiruk pikuk ibukota, bahkan saat saya datang ke sini pun listrik juga belum ada jadi bener-bener back to jaman dulu,,,Namun justru disitulah saya merasakan kenikmatan yang haqiqi akan suatu liburan yang berkesan, tak ada signal dan gangguan lainnya ketika anda berlibur ke sini.

Kesan yang begitu mendalam tentang Desa Namu dan saya ingin ke sini lagi.. 🙂

Beberapa tahun yang lalu sebelum menginjakkan kaki di lampung, beredar sebuah foto di Laman Facebook saya, sebuah Landscape bebatuan unik, menjulang tinggi penuh angkuh namun begitu indah jika dipandang.Membidiknya dalam frame kamera tentu salah satu opsi terbaik. Orang-orang mengatakan tempat itu laksana “Gigi Hiu” yang sedang menganga atau kata penduduk setempat “Batu Layar” karena batunya yang mengembang bagaikan Perahu Layar….♥♥♥♥

Malam itu saya dan Fajrin Herris si Travelergadungan.com sedang mengobrol asik di salah satu kedai tempat kami biasanya berkumpul, yaitu kedai aceh jumbo raya, dan Tak Lama kemudian Yay (panggilan akrab saya ke dia) membuka pembicaraan..

“Ehhh gimana kalau kita ke gigi hiu..??kata dia sambil menyeruput kopi aceh andalannya.

Saya: waoo Gigi Hiu….boleh bangett tuh..  Sontak saja lagsung ku iyakan, karena sebenarnya moment inilah yang sejak lama ku tunggu-tunggu, bukan tanpa alasan, Gigi Hiu ini adalah salah satu landscape terbaik yang ada di Lampung, tapi sudah setahun lebih saya berada di Lampung sekali pun belum pernah ku jejaki tempat ini.

Yay: Iya di,, jadi kebetulan saya lagi kedatangan tamu dari batam (dua orang) mereka traveler juga,.. mba mero dari seniberjalan.com dan mba Siti Atikah namanya.., jadi kalau adi mau ikut yokk monggo.., masa iya sudah lama di Lampung tapi belum pernah ke gigi hiu kan..”kami pun sama-sama ketawa,,iya betul juga tuh” 😀

Setelah deal malam itu, keesokan harinya kami janjian di depan hotel tempat mereka menginap, setelah saling mengenalkan diri kami pun langsung bergegas menuju gigi hiu kelumbayan tanggamus.. “Yeaaahh I’m Coming kataku dalam hati”

Cara Menuju Ke gigi Hiu kelumbayan tanggamus 

Sebenarnya ada dua jalur yang dapat kita tempuh menuju ke Gigi Hiu, jalur pertama bisa via kiluan dan jalur ke dua via padang cermin. Untuk jalur pertama tidak saya rekomendasikan karena medan yang harus kita lewati setelah kiluan menuju gigi hiu itu sangat…sangat extreme, perlu sepeda motor khusus untuk bisa melaluinya kecuali kalau kalian memaksa tetap bisa namun sangat tidak di anjurkan, apalagi jika musim hujan… saya harapkan jangan lewat jalur ini.

Nah untuk jalur ke dua bisa via padang cermin, jalurnya pun “lumayan” enak, dalam artian, di beberapa jalan yang akan dilalui juga terdapat jalan yang kurang bagus, mulai dari jalan mulus, jalan onderlaag, naik turun bukit dengan bebatuan besar,, jika kurang fokus dan motor tak stabil maka bisa membuat penumpangnya terjatuh.

Kecamatan Kelumbayan merupakan kecamatan terakhir yang akan dilalui jika menuju gigi hiu. Jadi pastikan bekal dan persediaan makanan sudah dipastikan lengkap sebelum memasuki kawasan tanpa penduduk. Sebenarnya sih di Gigi Hiu juga ada bapak-bapak  yang tinggal dan menjual makanan serta minuman, tapi karena tidak bisa dipastikan beliau selalu ada di tempat jadi saya sarankan sebaiknya membawa bekal.

Setelah beberapa jam berkendara, jatuh bangun dalam perjalanan.. akhirnya kita sampai juga di destinasi andalam tanggamus ini,..rasa puas bercampur haru seakan bergelora melihat pemandangan yang begitu indah ini. Panorama landscape yang ditawarkan begitu apik hingga saya tak henti-henti mengatakan.. wao..waoo mantapp banget … 🙂

Perjuangan ini rasanya tak sia-sia, apa yang kita dapatkan sebanding dengan objek yang terpampang di depan mata. Batu karang yang menjulang tinggi, langit biru yang juga sangat mendukung saat itu..bener-bener perfect jika diabadikan dalam sebuah frame kamera. Oyaa satu lagi, spot ini sangat cocok bagi anda yang sangat suka Landscape photography.

Beberapa foto gigi hiu yang sempat saya abadikan.. 

Spot Gigi Hiu dengan batu-batunya yang menjulang tinggi dan tajam seperti gigi hiu
Pengunjung yang sedang asik menikmati megahnya panorama landscape gigi hiu… “Begitu Memesona”
Landscape gigi hiu yang begitu mempesona
Salah satu teman seperjalanan sedang asik bergelantungan di hammock sambil menikmati panorama gigi hiu..
Selfie dulu gaess…

Total Jarak yang ditempuh untuk sampai ke gigi hiu sekitar 3 sampai 4 jam an tergantung kecepatan motor, tapi rata-rata lama perjalanan sekitar itu. Selain kondisi jalan yang tidak begitu bersahabat, lama perjalanan dan fasilitas yang tersedia juga menjadi alasan mengapa tempat ini masih kurang/belum terlalu ramai. Pengelolaannya pun ala kadarnya, bahkan untuk menginap ditempat ini kita harus merogoh kocek yang lumayan besar sebagai uang keamanan bagi yang menjaga kendaraan kita.

Belum puas ke Gigi Hiu.... 

Kedatangan saya ke gigi hiu minggu lalu rupanya belum membuatku puas dengan hasil foto yang saya dapatkan, ada satu moment yang saya kejar… “saya kepingin sekali memotret pas moment sunset di gigi hiu, sepertinya asik”

Bak gayung bersambut, di grup WA Backpacker Community Lampung (BCL) juga lagi heboh-hebohnya membahas rencana mereka menghabiskan akhir pekan minggu ini.. Salah satu opsi terkuat adalah gigi hiu…nah karena kemarin belum puas, akhirnya saya ikut lagi dalam perjalanan kali ini bersama teman-teman dari Backpacker Community Lampung.

Kembali melalui jalur via padang cermin dan sampai disana sekitar sore hari,..jika diperkirakan maka sesuai rencana, saya bisa menunggu sunset sore itu. Sampai disana ternyata sudah ada satu rombongan dari anak Teknik Elektro Universitas Lampung, berkenalan sebentar setelah itu kami melanjutkan untuk mencari tempat yang pas untuk mendirikan tenda.

Rasa optimis saya masih terpatri dalam hati bahwa sore nanti inshaAllah bakal ada sunset yang sudah lama ku tunggu-tunggu…akan tetapi manusia hanya bisa berencana semuanya kembali ke kehendak sang pencipta karena tiba-tiba sore itu menjadi gelap…awan hitam mulai menggumpal dari kejauhan dan menghampiri kami, sepertinya bakal turun hujan nanti malam.

Sepertinya rencana saya untuk memotret sunset di gigi hiu bakal gagal kali ini, tapi saat itu saya tetap optimis.., sambil menarik tas kamera dan tripod dari dalam tenda, kemudian bergegaslah saya menuju spot andalan saya. Memotret beberapa kali tapi ternyata awan makin menghitam, air pasang pun mulai naik, rasa takut mulai menghantui… takut jikalu air pasang tiba-tiba naik dan saya tidak bisa menyebrang kedaratan (apalagi saat itu saya hanya hunting sendiri, teman-teman lainnya sedang asik di dalam tenda).

Melihat kondisi ombak yang makin keras menghantam saya putuskanlah untuk balik ke tenda, dan hanya sanggup mendapatkan moment ini.. (lagi-lagi belum puas)

Menunggu Sunset di Gigi Hiu “Sunset yang ala kadarnya”
Kecewa…??biasaaa aja…namanya juga pejalan harus terbiasa menikmati situasi apapun, kadang antara ekspektasi dan realita mungkin saja bisa berbeda.. ahhh itu sudah biasa.. 😀

“malam” itu setelah makan malam dan ngopi, kami duduk di depan tenda sambil bersenda gurau bersama teman-teman. Dann taraaa.. tiba-tiba hujan deras, kami segera merapikan barang dan masuk ke dalam tenda.

Tapi, tunggu….saya tiba-tiba teringat dengan kumpulan anak-anak teknik elektro Univ.Lampung yang tadi sore kami temui, mereka kan tidak membawa perlengkapan camping, sementara diluar lagi hujan deras.., astagaa ini fatal sekali, datang ke tempat seperti ini tujuannya menginap tapi tidak membawa perlengkapan camping. Setelah keesokan harinya, kami bertemu dengan mereka, ternyata mereka sempat ke rumah penjaga sebelum hujan deras turun… dalam hatiku berkata, owww syukurlah kalian baik-baik saja.

Pulang dari Gigi Hiu via Kiluan.. waooo gimana rasanya ya..?

Pengen sih sebenarnya bilang bahwa kita lewat padang cermin aja, dengan kondisi motor saya yang kurang stabil, rasanya saya belum siap untuk lewat jalur extreme ini, tapi keputusan bersama sudah di buat dan fix kita pulang lewat jalur extreme gigi hiu. haha…

Pada pendakian pertama jalanan sudah mulai tak bersahabat, jalur yang kita lalui sepertinya jalan air ketika sedang hujan ditambah lagi kita harus jeli melihat kondisi jalan mana yang bagus untuk dilewati, salah dikit bisa terjatuh kita.

Saya begitu fokus melewati jalur ini, hingga tak sempat terpikirkan untuk memotret kondisi jalan yang dilalui.,tapi jika lewa jalur ini, itu ibarat bersusah-susah dahulu senang pun datang kemudian..karena kita bakal menikmati kenyamanan ini.

Setelah capek melewati jalur extreme kita bisa beristrahat sejenak sambil menikmati air sungai yang begitu segar ini, dibawah kolom jembatan tempat kami berkumpul, memasak, makan abis itu kita mandi lagi….Nikmatnya Haqiqi banget kata orang-orang 😀 😀

Ternyata lewat jalur ini ada juga ya enaknya…meskipun capek setelah melalui jalur extreme, semua terasa hilang terbawa air ketika nyebur ke sungai ini..apalagi saat itu teman kami menemukan durian jatuh “Kata warga setempat ambil aja,,,wahhh tambah lagi kenikmatannya” haha..

Jadi, kalian yang belum pernah mencoba lewat jalur ini, bolehlah sekali-sekali dicoba dengan perencaan berangkatnya via padang cermin, nah pulangnya bisa lewat kiluan. dan rasakan sendiri kenikmatan haqiqinya bercebur di sungai ini.

Kenikmatan yang Haqiqi banget ini…meskipun perjalanan kali ini belum menemukan apa yang dicari tapi kisah dibalik perjalanan ini begitu menyenangkan. Cerita tentang jatuh bangun melawan jalan terjal via kiluan, cerita tentang tak bertemu sunset di kiluan hingga merasakan kenikmatan haqiqi di bawah kolom jembatan adalah cerita yang pantas untuk kita kenang di hari tua.

Perjalanan mengajarkan kepada kita bahwa perjalanan bukan tentang jarak yang kita tempuh tapi cerita dibalik itu, karena setiap perjalanan punya ceritanya.

Tabik.. 🙂

Hari minggu memang selalu menjadi hari yang menyenangkan bagi semua orang karena banyak kegiatan yang bisa di lakukan, ada yang memanfaatkan hari minggu untuk liburan bersama keluarga tercinta, nongkrong bareng temen, dan yang suka jalan dan foto-foto hari minggu pasti menjadi hari hunting se dunia hahaha… ehh tapi jangan salah, untuk beberapa orang ada juga loh yang hari minggu buat tiduran aja (maksud hati buat nyindir soalnya saya pun biasa begitu 😀 😀 ) yahh mungkin karena semingguan capek kerja di kantor, atau nggak ada jadwal trip makanya tidur adalah layaknya surga yang nggak perlu di tunda 🙂 … tapi kali ini kita lagi semangat jalan-jalan, nyookkk hari minggu kita explore, jalan-jalan dan foto-foto 😀 😀

Oke kali ini saya dan dua orang teman saya mencoba explore sebuah air terjun yang terletak di kawasan wisata Lampung, tepatnya di pesawaran. Kawasan ini memang menjadi salah satu kawasan wisata yang paling banyak di kunjungi di lampung, karena di daerah ini banyak objek wisata yang dapat di lalui di antaranya ada pantai mutun, pantai sari ringgung, pantai ketapang, pantai klara dan tak jauh dari pantai ketapang itu kamu bisa menuju ke pulau pahawang, pulau yang saat ini menjadi primadona wisata bahari di lampung.

IMG20151129173113

IMG20151129173021

Air terjun ini yang bakal kita explore hari ini adalah air terjun lubuk lau, tepatnya sih nggak terlalu jauh dari kota bandar lampung lampung, kira-kira bisa di tempuh selama sejam perjalanan bahkan bisa kurang dari itu jika bawa motor mu kayak rossi.. (y) ya kalee kayak rossi, bisa cium tanah air tuh :V

yukk jalan-jalan juga ke pantai klara lampung, bisa juga hunting foto baca di sini

Nah untuk ke sini rute nya sangat gampang, kamu hanya perlu melakukan perjalanan ke arah pesawaran melewati pantai sari ringgung, pantai ketapang dan pantai klara, tak jauh dari pantai klara itu terdapat markas TNI Anggkatan Laut, Brigade Infanteri -3 Marinir, Batalyon Infanteri -9., terus saja sampai kamu menemukan pertigaan seperti yang terlihat pada gambar di atas, dari situ kamu ambil jalur ke kanan masuk menuju sebuah perkampungan sampai ke titik akhir di tandai dengan adanya bendungan.

Untuk Kendaraan seperti motor dan mobil dapat kamu parkir di sekitaran rumah warga atau nitip ke salah satu rumah yang ada di perkampungan tersebut, dan pastinya jangan malu dan bersikap sombong dengan tak menegur orang di perkampungan tersebut, karena pengalaman kami, orang di perkampungan tersebut sangat ramah-ramah jadi luangkan waktumu sejenak untuk kenalan dengan mereka.

IMG20151129171216

IMG20151129171255

Untuk menuju ke air terjun ini bisa di lakukan dengan jalan kaki sambil menyusuri pinggiran sungai, track nya lumayan lah tapi belum terlalu sulit, hanya mendaki gunung beberapa menit kemudian menurungi sungai.

nah untuk menemukan jalan ke pinggiran sungainya tanyalah warga yang kebetulan lewat di sepanjang jalan itu, kenapa..? karena jalan turunnya itu memang agak tersembunyi jadi sangat disarankan untuk bertanya ke warga, tapi tenang aja warga yang pulang dari kebun  itu sangat ramah-ramah sob… sebenarnya dari pinggiran jalan yang kami lalui pun air terjunnya sudah dapat terlihat cuman pusat air terjunnya masih terlindung oleh batu besar.

satu lagi, ketika kamu menyusuri sungai tersebut sebaiknya membuka sendal karena akan lebih nyaman untuk melepas sendal karena bebatuan sungainya sangat licin, sangat rawan anda akan terpeleset jika tak hati-hati.. jadi sekali lagi saya tekankan hati-hati menyebrangi batu licin tersebut. (untuk gadis yang belum terbiasa jalan ke pegunungan sebaiknya tidak ikut dulu demi keamanan diri sendiri) track menyusuri sungai itu yang buat saya ngeri, bahkan waktu kami ke sini sekelompok anak SMA sempat terpleset di sungai ini, lantaran batu licin sungai ini., dan parahnya dia nggak bisa berenang.. hufff, akhirnya aksi dramatis pun terjadi untuk menolong anak tersebut, syukurlah dia masih selamat 🙂

Setelah menyusuri sungai beberapa menit kamu akan menemukan spot air terjunnya, air terjunnya ada dua loh.. yang pertama kamu akan medapat air terjun yang masih rendah, yang kata saya itu sepertinya bukan air terjun…liat aja gambar di bawah ini.. 😀

DSC_0043
air terjun pertama, cuman setinggi 1 meter…kalau kata saya sih bukan air terjun hahaha…

Setelah menyebrangi air terjun pertama, turun lagi ke bawah sehingga kamu menemukan air terjun yang tampak seperti gambar di bawah ini.

DSC_0041

Di sini paling enak untuk nyebur dan membasahkan badan, maklum di sulawesi jarang ketemu air terjun, kebanyakan pantai dan pulau.. ayoo lompat hahaha… 😀

Habis basah-basahan paling enak minum kopi panas coy, ehhh tapi di sana kan nggak ada warung..?? owhh tenang aja kami sudah mempersiapkan kompor untuk masak air, kopi siap, cemilan siap… emmmm maknyosss nya

yooo di seduk kopinya… #nikmat josssss

Air Terjun Lubuk Lau, Pesawaran, Lampung
Air Terjun Lubuk Lau, Pesawaran, Lampung

Ini salah satu view air terjunnya… sampai di tempat saya berdiri ini, batunya pun sangat licin jadi hati-hati jika bawa kamera, kalau menurutku sih cocoknya bawa kamera action aja kayak gopro, xiaomi yi atau sj cam dll.

oke brader sekian cerita perjalanan kami di air terjun lubuk lau pesawaran, Lampung..

Happy Traveling with bugis traveler,, see you next trip..

Ketika Berencana melakukan sebuah Perjalanan ke Pulau Buton, yang terlintas di benak saya hanyalah Benteng Kraton Buton tapi ternyata saya salah ngeTrip ke Bau-bau dan Buton ternyata sangat menyasikan dan membuat saya rindu untuk kembali lagi ke pulau ini 😉 yukkk simak cerita…

Perjalanan menuju pulau Buton dapat di tempuh dengan menggunakan kapal cepat, normalnya sih dalam sehari itu ada dua jadwal keberangkatan, pada jam 7 an dan jam jam 12.30 siang untuk keberangkatan ke dua. Tapi pada perjalanan kali ini saya mengambil perjalanan siang hari karena memang pada hari itu masih bertepatan hari kerja, dan besok hari jumat nya baru libur. jadi yahh kira-kira ke buton bisa 4 harian pulang dan perginya.

Sampai di bau-bau sekitar jam 6 atau ba’da magrib, jadi kita menempuh perjalanan dari kota kendari ke bau-bau sekitar 6 jam an lah. tapi asik kok karena dalam perjalanan kamu dapat menikmati beberapa pemandangan seperti gugusan pulau-pulau kecil di sepanjang perjalanan, dan yang unik lagi sebelum masuk ke pelabuhan bau-bau itu atau sekitar setengah jam sebelum kita sampai, jangan lupa menyaksikan anak-anak nelayan dengan menggunakan perahu sampan kecil, mereka menunggu kamu melemparkan uang seribuan atau dua ribuan ke mereka, nah nanti mereka akan berlomba-lomba tuh mengambilnya, dan yang asik juga sebelum kita memasuki pelabuhan kota bau-bau dari jauh sudah nampak lampu kota bau-bau yang terlihat sangat indah.

Bagi teman-teman yang melakukan perjalanan ke pulau bau-bau dan buton, mungkin saya belum bisa memberikan referensi karena memang pada saat itu saya nggak nginap di hotel, jadi kebetulan ada teman yang bekerja di bau-bau jadi saya menginap di rumahnya.

Tapi jangan khawatir saya punya tips nya, jadi sebelum kamu traveling ke pulau bau-bau dan buton saya rekomendasikan untuk berkenalan dengan teman-teman backpacker lokalnya, mereka menamakan dirinya tukang jalan buton, tenang aja kok orang-orang nya pada ramah-ramah dan baik-baik dan pastinya mereka akan menemani kalian selama trip di sana, untuk join dan kenalan bersama mereka silahkan gabung di grup facebook mereka. saya pun waktu trip ke sini, yang ajak jalan-jalan yah mereka inilah..kalau kalian sempat kenalan sama mereka saya titip salam saja sama mereka.

Tanpa menunggu lama saya pun langsung mengontak teman tukang jalan, perkenalkan namanya fith mursadat orangnya baik dan pastinya welcome, nah dia dan teman-teman tukang jalan lainnya ternyata sudah menunggu saya di salah satu tempat nongkron mereka tepatnya di benteng kraton kesultanan buton, dan asyiknya dari tempat nongkron mereka ini view nya keren broh, kamu dapat melihat keindahan kota bau-bau pada malam hari, jadi ingat jangan lupa bawa kamera.

Pemandangan Kota Bau-bau pada malam hari

View Bau-bau malam hari dari Gerbang Wandailolo di Kraton Kesulatanan Buton
View Bau-bau malam hari dari Gerbang Wandailolo di Kraton Kesulatanan Buton

Nah ini yang aku maksud, untuk menikmati ini Kamu hanya perlu naik ke atap gerbang Wandailolo, dan jika kamu trip ke sini pada saat-saat bulan purnama pastinya lebih asik karena kamu bisa melihat indahnya bulan purnama.

Saya mengawali jumat pagi itu dengan mulai berkemas, mengecas batrei kamera dan sarapan kecil supaya badan tetap fit. setelah semua siap saya langsung menuju ke meeting poin saya bersama teman-teman tukang jalan di pertigaan pertamina arah menuju mesjid kraton juga.

Pantai Nirwana Bau-Bau

Untuk tujuan awal kami, saya di ajak ke salah satu pantai cantik di bau-bau namanya pantai Nirwana, lokasinya pun nggak juah dari kota bau-bau karena hanya perlu setengah jam untuk sampai ke sini. tepian pantai nya cukup indah dan pantai ini juga kebanyakan di datangi oleh para keluarga yang membawa serta anak nya sekedar untuk bermain pasir atau belajar berenang.

Saya mencoba snorkling di tempat ini tapi karang-karangnya tidak terlihat, kata temen kalau mau snorkling harus ke spot lain lagi dengan perahu karena di pantai nirwana memang hanya untuk wisata keluarga aja katanya. sambil manggut2 😀

3
ini baru beberapa aja teman-teman dari tukang jalan buton, bermain pasir di pantai nirwana
DSC_0622
Pantai Nirwana

sebenarnya di sini juga bagus untuk sunset cuman nggak sempat nungguin sunset nya karena memang terlalu banyak spot yang menarik di bau bau ini hehe..

foto by jaring-ide
foto by jaring-ide

Jum’at an di Mesjid Kraton Kesultanan Buton

Sepulang dari Pantai Nirwana saya bergegas siap-siap jum’at an di salah satu mesjid yang paling di agungkan di kota bau-bau, mesjid kraton kesulatanan Buton. Mesjid ini masih masuk di dalam kawasan benteng kraton dimana luas benteng tersebut sekitar 23,375 hektare  dan pada bulan september 2006 masuk dalam rekor MURI dan Guiness Book Record sebagai benteng terluas di dunia. Benteng ini juga memiliki 12 pintu gerbang yang disebut Lawa dan 16 emplasemen meriam yang mereka sebut Baluara. Untuk menuju ke sini dari kota bau-bau cukup 10 menit dari kota bau-bau.

siap-siap jum atan
foto ini saya ambil selesai sholat jum’at
DSC_0666
Suasana Mesjid nampak hening setelah jamaah pulang dan imam masjid beserta beberapa orang yang memakai sorban putih

Setelah sampai di mesjid kraton buton saya mengambil satu take foto, ehhhh jadi malu di liatin masukin lagi deh kameranya haha… karena memang masuk di mesjid ini serasa gimana yah, suasana sakral nya masih kerasa banget. Terdapat 12 pintu masuk ke dalam masjid yang salah satu di antaranya berfungsi sebagai pintu utama. Pada bagian depan masjid – di sebelah timur masjid, terdapat serambi terbuka. di dalam masjid terdapat sebuah mihrab dan mimbar yang terletak secara berdampingan. Keduanya terbuat dari batu bata yang di bagian atasnya terdapat hiasan dari kayu berukir corak tumbuh-tumbuhan yang mirip dengan ukiran Arab.

Nah pas masuk masjid,,ehhh tiba-tiba saya kaget ada bapak-bapak paruh baya yang jumlahnya ada 4 orang mengenakan pakaian khas buton lengkap dengan topi adat dan lainnya, bapak-bapak itu duduk bersila dan di depanya ada sehelai kain putih dan telah banyak bertumpuk uang dari para jamaah. Yahh spontan saja saya pun mengambil uang dari saku saya dan memberikannya ke bapak itu sambil salaman. ada rasa deg degan sih karena memang saya baru pertama kali nya jum’at an di mesjid ini.

Keliling Benteng Kraton Buton

Tak lengkap rasanya jika ke sini tak mengelilingi benteng kraton buton, benteng yang terluas di dunia. Nah dari mesjid saya coba keluar untuk mencari view yang pas, dan beberapa spot foto yang sempat saya abadikan dapat di lihat di bawah ini.

Tiang Bendera (Kasulana Tombi) dengan background mesjid kraton buton

Tiang ini didirikan pada akhir abad ke-17 pada masa pemerintahan Sultan Sakiuddin Darul Alam, tiang bendera ini untuk mengibarkan bendera kesultanan Buton yaitu Longa-longa. Bahan tiang pun masih terbuat dari kayu jati dengan ketinggian 21 Meter dari permukaan tanah.

Pada tahun 1870 an  masa pemerintahan Sultan Muhammad Isa Kaimuddin tiang bendera ini di sambar petir sehingga mengalami kerusakan, setelah perbaikan tersebut tiang bendera ini masih berdiri kokoh sampai sekarang., dan bahkan di perkirakan umur tiang bendera ini kurang lebih 300 tahun… waooooo kuat banget kayunya 🙂

Menurut Buya Hamka, Tiang Bendera ini juga difungsikan sebagai tiang gantungan untuk pelaksaan hukukan gantung di masa Pemerintahan Kesultanan Buton.

DSC_0690

Jangkar Kapal VOC

Masjid Agung Keraton Buton Dengan Jangkar Kapal VOC yang karam di Buton

DSC_0678

Makam Raja Murhum dan Batu Wolio di Benteng Kraton Buton

Tak jauh dari masjid, terdapat makam raja terakhir sekaligus Sultan pertama Buton, Murhum yang juga dikenal dengan Sultan Kaimuddin dan Halu Oleo (dalam bahasa Muna berarti delapan hari). Nama Halu Oleo diberikan karena Murhum mampu menyelesaikan perang saudara antara Konawe dengan Mekongga dalam waktu delapan hari.

Murhum adalah raja Buton pertama yang menganut ajaran Islam. Sejak itu pula, sistem pemerintahan berubah dari Kerajaan menjadi kesultanan. Makam Murhum terletak di belakang Baruga Keraton Buton (balai pertemuan) yang berada di hadapan Masjid Agung Keraton Buton.

Kamu Belum Sah Ke Buton Jika Belum Menyentuh “Batu Wolio”

Oya hampir lupa, kalau di tempat saya berdiri itu terdapat sebuah batu berwarna gelap dengan ukuran tinggi kurang lebih 1,40 m, yang menurut tradisi orang buton menyebutkan bahwa disinilah Wakaakaa pertama kali ditemukan bersamaan dengan kehadiran kelompok mia patamiana yang kemudian dinobatkan menjadi raja buton pertama setelah mendapat restu dari menteri Patalimbona yaitu Baluwu, Peropa, Barangkatopa, dan Gundungundu. Baru Wolio juga disebut Batu Yi Gandangi karena tempat tersebut ditabukan gendang menjelang pelantikan raja atau sultan.

Disamping sebagai tempat pengambilan tirta untuk dijadikan air mandi setiap calon raja atau sultanmaka batu wolio hingga saat ini masih tetap disakralkan oleh masyarakat Buton karena dianggap sebagai simbol kekuatan dalam menghadapi tantangan hidup, bahkan para pengunjung atau pendatang dari luar daerah sebelum memegang Batu Wolio ini di anggap belum tiba di negeri Buton.

Nah kalau di foto itu terlihat ibu yang sedang menggondong anaknya, di situlah terdapat seperti mata air yang keluar dari batu, kata penduduk setempat air dari batu tidak pernah kering meskipun musim kemarau.

DSC_0676DSC_0691

DSC_0699DSC_0709

Kepala Naga di Pantai Kamali Bau-bau

Setelah dari mesjid kraton buton saya juga menyempatkan untuk pergi ke salah satu ikon kota bau-bau, yaap Kepala Naga. Letaknya di pantai kamali sangat dekat dengan pelabuhan kapal cepat, jadi kalau ke bau-bau wajib chek in di sini, apalagi foto, oww wajib lah.. hahaha

oya satu lagi, di pantai ini kalau malam ramai banget, kamu bisa nongkrong di sini sambil menikmati malam di bau-bau di temani minuman khas sulawesi #sarabba dan sepirin #pisang epe.

DSC_0722

Air Terjun Tirta Rimba Bau-bau

Selaki waktu masih ada, saya juga menyempatkan untuk menikmati air terjun tirta rimba. jaraknya pun tidak terlalu jauh dari pusat kota karena bisa di tempuh selama 15 menit.

DSC_0768Lumayan capek juga jalan seharian mengelilingi kota bau-bau, walaupun baru sehari tapi spot yang bisa di datengin sudah banyak. Tapi perjalanan nggak sampai di sini di hari ke dua saya dan kawan-kawan tukang jalan buton akan menelusuri air terjun cantik di Kecamatan Kapontori, Buton. Tunggu ya ceritanya.. 😉

 

Banyak yang belum tau jika lampung bukan hanya tentang pulau pahawang dan teluk kiluan, pulau yang terkenal dengan pesona alam dan surga bawah lautnya yang sangat menawan itu. Karena namanya yang tidak sepopuler ke duanya, maka pulau pasaran tidak begitu menjadi urutan kelas wahid dalam tujuan wisata para traveler atau para penikmat jalan-jalan, Namun bagi saya ada satu hal yang unik di pulau pasaran ini, yaitu potret tentang si pembuat ikan teri nomor satu di Lampung.

baca juga: Jalan jalan ke pulau wayang lampung yukk, salah satu destinasi yang lagi naik daung di lampung

https://kelilinglampung.wordpress.com/
foto by kelilinglampung.wordpress.com/ 

Pulau Pasaran Bandar Lampung – Pagi ini setelah selesai sholat subuh saya langsung bergegas menancap motorku bersama kawan saya menuju ke salah satu perkampungan di desa teluk betung Bandar Lampung, Desa yang terkenal dengan ikan terinya. Perjalanan yang di tempuh pun terbilang cukup singkat karena jalanan yang kami lalui pada saat itu memang belum ramai (maklum berangkatnya kepagian rencana mau hunting sunrise tapi mendung haha), hanya terlihat beberapa orang yang sedang melakukan aktivitas berolahraga dan berjalan-jalan santai bersama keluarga.

Sesampai di Pulau Pasaran mentari pagi belum memunculkan sinarnya tapi telah terlihat para pekerja yang mulai meramaikan salah satu tempat di mana kapal yang membawa ikan teri akan berlabuh, satu per satu keranjang yang berisi ikan teri di angkat oleh para pekerja dan pekerja yang lain pun melanjutkannya sambil menarohnya di gerobak yang akan dibawa ke penampungan. Sesampai di penampungan itu selanjutnya ikan-ikan teri akan di sortir kembali sampai terbentuk ikan teri super, setelah itu ikan teri akan di jemur selama 3 jam (jika panas matahari normal),  ikan teri tersebut sudah dapat di kemas ke dalam dus untuk di kirim ke Jakarta.

Selain kamu dapat mengetahui proses pengolahan ikan teri sampai proses selesai, satu lagi hal yang harus kamu explore yaitu fotografi human interestnya. Jalan-jalan memang tidak bisa dipisahkan dengan yang namanya fotografi oleh karena itu jika kamu mengexplore pulau pasaran jangan pernah lupa mengabadikan potret para pekerja pengolahan ikan teri.

Pulau Pasaran sendiri mempunyai luas sekitar 12,5 Ha dan di huni oleh sekitar 263 KK (setidaknya itu adalah informasi terakhir yang saya peroleh dari pak kepala RT) Penduduk yang menghuni pulau nya juga kebanyakan adalah orang transmigran dari Jawa yang berasal dari Cirebon, Indramayu dan sekitarnya yang memang  sudah lama menghuni pulau ini serta beberapa orang yang berasal dari suku bugis Sulawesi selatan.

Di bawah ini beberapa hal yang wajib kamu explore jika traveling ke Pulau Pasaran lampung

  1. Teknik Pengolahan ikan teri terbaik di Lampung

    Ibu - ibu yang sedang menyortir ikan teri
    Ibu – ibu yang sedang menyortir ikan teri

    Seperti yang telah saya ceritakan di atas, bahwa ketika kamu meng-explore pulau pasaran maka penting bagimu mengetahui bagaimana ikan teri itu di proses sampai akhirnya ikan teri itu siap untuk di kirim. Barangkali aja jika kamu mengetahuinya kamu bisa membuka kegiatan yang seperti ini di kampungmu, misalnya saja saya yang berasal dari Sulawesi tentu ini sangat bermanfaat, siapa tau aja nanti kalau udah punya modal bisa buka bisnis seperti ini di sulawesi kan bisa jadi juragan ikan teri haha.. #siapa yang tau.. 😉

  2. Jangan Lupa mengasah teknik fotografi “human interestmu” di sini
    Teknik fotografi human interest adalah teknik fotografi yang tidak hanya mengandalkan seberapa canggih alat yang kamu pakai tapi seberapa peka kamu merasakan emosi yang ditampilkan oleh objek yang akan kamu foto. Untuk mendapatkan rasa tersebut tentu bukanlah hal yang mudah, perlu latihan yang rutin untuk merasakan emosi yang ditampilkan dari sebuah moment tersebut, nah disinilah tempatnya. Kamu harus terbiasa berbaur dengan masyarakat dan warga sekitar kemudian membuat suasana terasa nyaman dulu setelah itu minta izinlah untuk memotret.
  3. Jangan Cuman motret, sesekali bersenda guraulah dengan para warga setempat

    Pak RT dkk :)
    Pak RT dkk 🙂

    Nah ini dia juga yang nggak kalah penting, kamu jangan hanya sibuk memotret, sibuk mencari angel atau sibuk mencari moment, sempatkanlah sejenak berbicara dan bergurau kepada warga sekitar, agar mereka juga merasa nyaman dan merasa di hargai, tidak ujuk-ujuk datang dan hanya klik and shoot aja setelah itu pergi tanpa sebuah kesan dan perkenalan. waktu saya jalan kesini, saya sempatkan untuk bergurau dengan pak RT dkk yang sementara lagi bahas untuk kegiatan di pulau pasaran, warganya sangat ramah-ramah bahkan mereka sendiri yang meminta untuk di foto 😀 #simple tapi berkesan kan 😉

  4. Jangan lupa memotret warga yang sedang menangkap ikan dan para pencari kerang
    Hi 3

    Di sisi bagian belakang pulau pasaran kamu dapat menjumpai beberpa aktivitas para nelayan yang sedang menangkap ikan atau para warga yang tidak hanya warga lokal tapi ada juga yang berasal dari daratan. Tujuannya untuk menangkap ikan dan mencari kerang-kerang untuk di makan. Tentu bagi kalian yang suka Human interest fotografi, aktivitas ini tentu sangat bagus kamu abadikan.,tapi lagi-lagi tetap gunakan tata krama saat mengambil foto.
  5. Sunset di Sini keren Lohh..

    IMG_6573
    foto sunset by indra

    Sunset di pulau pasaran adalah salah satu spot untuk menikmati sunset yang cantik, hilir mudik perahu nelayan dan jembatan penyebarangan yang menghubungan pulau pasaran dengan daratan juga memperdalam kesan keindahan yang ditimbulkan.

  6. Hunting ke Pulau Pasaran bisa bawa pulang ikan teri buat istri
    Jalan-jalan ke sini tak lengkap rasanya jika tak membawa oleh-oleh khas pulau pasaran… yappp apalagi kalau bukan ikan teriiii.. haha… bagi yang sudah berkeluarga membawa buah tangan tentu akan menambah semarak indahnya rumah tangga #sayang istri. Ehhh jangan salah yang belum berkeluarga juga boleh loh bawa oleh-oleh teri, buat ibu dong pastinya atau buat ibu dari anak tetangga eakkk hahah…
  7. Oya satu lagi kelebihan pulau pasaran ini, di sini ada wifi gratis lohh 😀
    Kalau ini sih di beritahu ketika ngobrol dengan salah satu warga disana, bahwa katanya di sini ada wifi gratis yang merupakan bantuan dari Pemerintah. Penasaran dengan wifi itu saya langsung mencoba koneksikan wifi HP saya dan ternyata benar sekali pemirsa di situ ada wifinya.. wahhh hebbattt 😀 😀 .

Oke sekian explore saya tentang pulau pasaran, sampai jumpa di explore pulau lampung berikutnya .. salam traveling.

yukk jangan lupa juga jalan-jalan juga ke pantai klara lampung, bisa juga hunting foto baca di sini

Pulau labengki Sulawesi Tenggara Miniatur Raja Ampat

Hari itu saya dan teman-teman backpacker kendari berkunjung ke salah satu pulau cantik di konawe utara, Pulau Labengki Namanya. Pulau labengki merupakan pulau cantik dengan gugusan pulau-pulau kecil serta teluk cantik yang di juluki teluk cinta karena bentuknya menyerupai hati jika dilihati dari atas menggunakan drone.

Kami star jam 9 an dari pelabuhan biru kendari menggunakan kapal laut yang kira-kira muat 50 orang lah. Kapal itu memang cukup besar untuk mengantar kami ke pulau labengki. Bersama teman-teman menghabiskan canda dan tawa di atas kapal, bermain gaple, bosan lanjut bermain kartu, bosan main kartu yahhh ujung-ujungnya tidur hehe… maklum perjalanan yang akan kita lalui memang cukup lama sekitar 5 jam untuk sampai di perkampungan suku bajo di pulau labengki.

Jika Kamu beruntung  kamu akan melihat Kawanan Lumba-lumba

Selfie dalam perjalanan untuk mengusir rasa jenuh ;)
Selfie dalam perjalanan untuk mengusir rasa jenuh 😉
Foto by bang #agus beliau pecinta jalan-jalan juga.. orangnya baik dan ramah..
Foto by bang #agus beliau pecinta jalan-jalan juga.. orangnya baik dan ramah..

Di tengah perjalanan menuju pulau lebengki kamu akan menemukan pemandangan langka, yaitu kawanan lumba-lumba yang sedang berenang  seiringan dengan kapalmu (tapi itu jika kamu beruntung yah) 😀 karena kita nggak bisa memastikan di tiap perjalanan kita kawanan lumb-lumba itu akan ada.

Perkampungan suku bajo di pulau labengki.

Anak-anak di Perkampungan suku bajo sudah menunggu kedatangan kami ;)
Anak-anak di Perkampungan suku bajo sudah menunggu kedatangan kami 😉

Setelah menjalani perjalanan laut yang cukup melelahkan selama 5 jam sampailah kita di perkampungan suku bajo kurang lebih jam 2 an. Jangan kaget ketika kamu di sambut sekumpulan anak kecil ramai-ramai menghampiri kapal kalian karena mereka sangat bahagia ketika ada tamu atau pengunjung yang datang ke pulau tersebut. oyaa satu lagi .. siapkan uang seribuan. Uang seribuan itu dapat kamu lemparkan ke laut, nah nanti bocah-bocah itu akan berlomba-lomba untuk mengambil uang tersebut.. hehe lucu lah pokoknya..

Sempatkanlah bercengkrama, berfoto dengan adik-adik suku bajo agar kamu lebih akrab dengan mereka, mereka welcome kok sama tamu-tamu dan mereka suka bermain jika di ajak bermain.

Mencoba snorkling di spot sekitar mercusuar

Spot Mercusuar
Spot Mercusuar

Setelah capek naik kapal laut tentu kamu harus mencari penginapan. Sebenarnya teman-teman backpacker kendari telah menyiapkan tenda-tenda di halaman sekolah tapi kita juga bisa nginap di rumah-rumah warga. Warga di sana sangat ramah-ramah, baik dan sangat welcome terhadap tamu-tamu yang datang ke daerahnya. Mereka pun tidak memasang tarif menginap di rumahnya, cukup seikhlasnya aja, cuman untuk penginapan sudah di handle semua oleh teman-teman backpacker Kendari.

Ketika baru sampai tadi saya memang telah memperhatikan mercusuar  yang terlihat sangat cantik untuk spot foto-foto, jadi tak menunggu lama saya hanya menyimpan tas dan mengganti pakaian dan langsung cabut dan ke spot mercusuar….

Wahhhh spotnya lumayan bagus untuk sekedar foto-foto landscape dengan objek mercusuar dan tepian pantai yang di ambil dari atas mercusuar. Jalanan menuju puncak mercusuar pun sudah bagus tapi sayang kita nggak bisa masuk ke dalam mercusuar sampai puncaknya karena pintu mersuarnya telah di tutup, konon pintunya di tutup dikarenakan tanga-tangan jahil manusia yang datang ke situ malah mengambil peralatan mercusuarnya.. sayang yahhh padalah kalau bisa naik sampai puncak mercusuarnya, pasti bisa lebih cantik lagi pemandangannya..

Spot snorkeling di sini masih belum terlalu bagus, karang-karangnya pun sangat sedikit, jadi menurut saya tempat nya masih belum recomended buat snorkling kecuali bagi kamu pecinta Potography.

pulau labengki 3

Berburu sunrise dengan background #mercusuar

Berburu Sunrise di Tepi pantai dengan background mercusuar
Berburu Sunrise di Tepi pantai dengan background mercusuar

Malamnya kami kumpul di depan lapangan salah satu sekolah dasar untuk makan malam, dan setelah makan kami langsung pergi istrahat demi mengumpulkan tenaga untuk trip ke teluk cinta esok harinya. Kebetulan saya memilih menginap di rumah warga namun ada juga sebagian teman-teman yang menginap di tenda.

Berburu sunrise memang menjadi salah satu tujuan saya ke sini, saya ingin mengabadikan gimana view sunrise nya dengan background mercusuar. walaupun saya bangunnya agak telat,,, tapi yah syukurlah masih bisa dapat moment seperti ini. (fotonya dapat di lihat di atas).

Berangkat ke spot Andalan #teluk cinta pulau labengki

foto drone by www.muansibero.com
foto drone by www.muansibero.com

#Teluk Cinta Pulau Labengki menjadi salah satu primadona untuk pengambilan foto oleh para pemburu keindahan alam, bentuk teluknya yang menyerupai hati memang sangat indah dan lebih indah lagi jika mampu mengabadikan fotonya dengan drone (y)

pulau labengki
Ini salah satu spot foto nadine candrawinata waktu berkunjung ke pulau labengki

Tempat ini juga salah satu spot foto terbaik karena spot ini pernah menjadi tempat berfoto #Nadine Chandrawinata ketika shooting My Trip My Adventure, untuk liat video tentang Explore Pulau Labengki Versi My trip My Adventure silahkan lihat videonya di youtube klik aja di sini 

Kami dan teman-teman backpacker kendari menuju spot snorkling di teluk cinta pulau labengki, Perjalanan ke teluk cinta ini nggak lama kok, sekitar 20 menit lah dari perkampungan suku bajo bisa menggunakan kapal-kapal nelayan, sewanya sekitar 150 ribuan. kamu juga bisa nginap di teluk cinta karena di situ memang sudah ada satu villa yang disiapkan (tapi denger2 di situ agak mahal sewa villanya, kantong backpacker nggak cukup… tapi kayaknya klw bersepuluh.. yahh cukuplah 🙂 hehe…

Snorkling di teluk cinta pulau labengki
Snorkling di teluk cinta pulau labengki

Karena Spot inilah #Pulau Labengki dinamakan Miniaturnya Raja Ampat…

yahhh bener sekali spot di sini memang cantik sih buat foto, backgroundnya sangat indah dengan gugusan-gugusan pulau kecil yang sangat cantik. jadi wajar saja kalau orang menamainya miniatur raja ampat. untuk naik ke spot ini kamu mulai dari teluk cinta kemudian naiklah ke puncakya untuk mendapat spot ini, cuman saya sarankan juga jangan lupa memakai sepatu/ sendal gunung agar kaki nggal lecet.. batu-batunya tajem broh 😀

Foto by yuslia jamil follow instagramnya di @yusliajamil backpacker cewe dari buto yang juga mencintai photography (y)
Foto by yuslia jamil follow instagramnya di @yusliajamil backpacker cewek dari buton yang juga mencintai photography (y)
Salah satu teman trip saya yang mengabadikan fotonya disini #ilam namanya :)
Salah satu teman trip saya yang mengabadikan fotonya disini #ilam namanya 🙂
Tempatnya memang romantis untuk para pasangan yang sedang di mabuk cinta ,,, ahhhaiii
Tempatnya memang romantis untuk para pasangan yang sedang di mabuk cinta ,,, ahhhaiii

Setelah puas berenang, snorkling, dan berselfie ria di teluk cinta dan foto dengan background miniatur raja ampat kami bergegas pulang ke perkampungan suku bajo untuk berkemas-kemas, makan siang karena jam 3 lewat nanti kita akan kembali ke kota kendari tercinta…

Dalam Perjalanan Pulau Ke Kendari
Dalam Perjalanan Pulau Ke Kendari

Sebenarnya masih ada beberapa spot di pulau labengki yang belum sempat saya abadikan, mungkin next trip lah bakal main ke sini.

Catatan trip:

1. Trip ke sini dengan biaya Rp300.000 sudah termasuk transport, makan dan penginapan tidak termasuk ngemil dan ngopi 😀 😀

2. Kalau berangkat dengan teman-teman backpacker kendari, kamu nggak usah pusing dengan peralatan snorkling, pelampung, kamera underwater karena mereka semua sudah siapkan

3. bagi yang kulitnya sensitif dan anti panas sebaiknya jangan lupa bawa sunblock #fanasss broh hehe

4. oya satu lagi jangan lupa bawa dry bag (ini melindungi barang-barang elektronikmu ketika kamu ngetrip ke sini)

5. emmm apa lagi yah.. jangan lupa berdoa sebelum berangkat..

6. naik ke spot foto dengan background teluk cinta dan gugusan-gugusan pulau kecil jangan lupa pakai sendal gunung atau sepatu (perhatikan keamanan dan keselamatan)

oke sekian catatan perjalanan saya selama di pulau labengki semoga dapat menginspirasi kalian untuk datang ke sini.. #pulau #labengki miniatur raja ampat (y)

Untuk melihat foto-foto lainnya tentang #labengki silahkan kunjungi galery saya di sini

kalau masih ada yang mau di tanyakan silahkan koment atau hubungi aja 😉