Tag

Lomba Blog

Browsing

Candi Borubudur merupakan salah satu bukti kejayaan masa lalu yang masih dapat kita nikmati kemegahannya hingga saat ini, selain tempat suci bagi umat agama Buddha, tempat ini juga menjadi salah satu destinasi yang sangat direkomendasikan jika berkunjung ke Indonesia. Keindahan yang berpadu dengan nilai budaya dan sejarah yang tinggi ini menjadikan Candi Borubudur sebagai salah satu warisan budaya dunia oleh UNESCO

Sejarah singkat Candi Borubudur

Beberapa sumber mengatakan bahwa Candi Borubudur diyakini merupakan peninggalan kerajaan Dinasti Sailendra pada masa pemerintahan Raja Samaratungga dari kerajaan Mataram kuno dan juga beberapa relief bergambar yang terdapat disekeliling candi juga menceritakan tentang Candi Borubudur ini.

Belum ada yang bisa memastikan asal usul penamaan Candi Borubudur, ada yang mengatakan nama tersebut berasal dari nama samara budhara memiliki arti gunung yang lerengnya terletak teras-teras ada juga yang mengatakan borobudur berasal dari ucapan para budha yang mengalami pergeseran. Satu-satu nya tulisan yang menyebutkan borobudur pertama kali adalah thomas Sir Thomas Stamford Raffles dalam bukunya yang berjudul sejarah pulau jawa. Para ahli sejarah memperkirakan raffles menyebut Borubudur dari kata “bore dan budur” Bore adalah desa yang terletak di sekitar candi sedangkan budur yang berarti purba.

Sejarah berdirinya candi borobudur diperkirakan dibangun pada tahun 750 masehi oleh kerajaan Syailendra yang pada waktu itu menganut agama Buddha,pembangunan itu sangat misterius karena manusia pada abad ke 7 belum mengenal perhitungan arsitektur yang tinggi tetapi borobudur dibangun perhitungan arsitektur yang canggih ,hingga kini tidak satu pun yang dapat menjelaskan bagaimana cara pembangunan dan sejarah candi borobudur ini.

Foto pertama Borobudur oleh Isidore van Kinsbergen (1873) setelah monumen ini dibersihkan dari tanaman yang tumbuh pada tubuh candi. Bendera Belanda tampak pada stupa utama candi.
Foto pertama Borobudur oleh Isidore van Kinsbergen (1873) setelah monumen ini dibersihkan dari tanaman yang tumbuh pada tubuh candi. Bendera Belanda tampak pada stupa utama candi. sumber wiki

Tingkatan Rana Spritual Candi Borubudur

Candi Borubudur yang di bangun dengan sarat makna dan nilai religius yang tinggi pada tiap-tiap tingkatannya. Meskipun terlihat dalam satu kesatuan namun ternyata candi ini dibagi dalam 3 tingkatan spiritual yaitu; Kamadhatu, Rupadhatu, dan Arupadhatu. Setiap bagiannya memiliki arti tersendiri dan penting untuk diketahui.

sumber foto id.wikipedia.org
sumber foto id.wikipedia.org

Kamadhatu

Pada tingkatan ini kamdhatu menggambarkan kehidupan manusia yang hanya mementingkan hawa nafsu, misalnya pergaulan bebas, narkoba, mementingkan kepentingan pribadi dan golongan dan masih banyak lagi contoh-contoh yang digambarkan dalam tingkatan ini.

Perbuatan seperti ini sangat bertentangan dengan ajaran Sang Buddha, sehingga mengelompokkan orang-orang seperti pada tingkatan paling rendah yaitu kamadhatu.

Seperti pada gambar kamadhatu berada di bagian paling luar, yang berarti susunan paling bawah di Candi Borobudur. Kamadhatu melambangkan ranah dari hawa nafsu, tempat bersemayamnya manusia awam. Tepatnya adalah alam bawah tempat manusia hidup.

Rupadhatu

Rupadhatu adalah tingkatan ke-dua dalam susunan candi Borubudur, pada tingkatan ini digambarkan bahwa manusia sudah bisa membebaskan diri dari gejolak hawa nafsu, bisa menahan perbuatan-perbuatan buruk namun masih diikat oleh rupa dan bentuk. Rupa dan bentuk dalam arti masih terikat dalam bentuk fisik manusia.

Letak Rupadhatu berada diantara Kamadhatu dan Arupadhatu, sesuai dengan artinya yang melambangkan alam antara (alam bawah dan alam atas). Rupadhatu menggambarkan kehidupan keduniawian sang Buddha pada masa lalu. Bagaimana beliau memulai awal kisah pengajaran tentang Buddha Dharma di taman Lumbiri.

Arupadhatu

Tingkatan Arupadhatu merupakan tingkatan tertinggi dari candi Borubudur. Pada tingkatan ini menggambarkan kesucian dari sang Buddha, tempat berdiamnya para dewa sejatinya adalah kebahagian dan ketenangan yang sejati, jauh dari hiruk pikuk duniawi dan hanya berfokus untuk beribadah pada sang pencipta.

Tingkatan Arupadhatu adalah Tergambar dari pola ukiran di atasnya yang sangat simple. itulah kenapa untuk mencapati tingkat ini penuh dengan lika-liku yang menggambarkan perjuangan manusia untuk bisa terlepas dari semua tuntutan duniawi untuk mencapai ketenangan yang hakiki.

Lalu Bagaimana Memahami Jalan Cerita di Candi Borubudur

dsc_0372

Pada zaman dahulu Nenek moyang kita menulis pada sebuah batu, di ukir sedekian rupa dalam bentuk simbol atau gambar, atau kita kenal dengan istilah prasasti, Contohnya adalah prasasti batu Batutulis, dimana prasasti Batutulis ini dianggap terletak di situs ibu kota Pajajaran, lalu ada juga Prasasti Kota Kapur yaitu prasasti berupa tiang batu bersurat yang ditemukan di pesisir barat Pulau Bangka.

Nah di sekeliling candi borubudur ini juga akan banyak kita jumpai relief bergambar, jadi jika kita hanya melihat satu persatu gambar tersebut makan dipastikan anda tidak akan mengetahui jalan ceritanya…lalu gimana caranya..??

Hayoo belum pada tau kan..? jadi untuk mengamati jalan ceritanya, larut dalam kisahnya maka anda haruslah berjalan mengitari candi searah dengan jarum jam atau istilahnya biasa dikenal dengan pradaksina.

Masuk melalui pintu timur, berjalan searah jarum jam agar posisi candi selalu ada di sebelah kanan, tiba di tangga timur dan melangkahkan kaki naik ke tingkat berikutnya. Lakukan ini secara berulang-ulang hingga kamu sampai pada puncak candi atau Arupadhatu.

Perjalanan mengelilingi candi, mengamati setiap ceritanya akan terbayarkan dengan pemandangan alam yang sangat indah, bagai dinding-dinding penjaga Candi Borubudur tampak dari kejauhan beberapa puncak gunung terlihat sangat jelas yaitu Gunung Sindoro, Gunung Sumbing, Gunung Merbabu, Gunung Merapi dan Perbukitan Menoreh.

Candi Borubudur saat ini

Candi borubudur teletak di Magelang jawa tengah atau sekitar 100m di sebelah barat daya Semarang, untuk menuju ke lokasi candi sangat mudah karena lokasi candi pun sangat mudah di jangkau sehingga transportasi seperti bus dapat dengan mudah kita jumpai. Alternatif yang paling mudah adalah dengan menyewa motor menuju lokasi.

Rasanya kurang afdol jika tak mengunjungi salah satu mahakarya peninggalan sejarah ini, bangunannya yang sangat megah, kisahnya yang melegenda dan cerita-cerita lain yang sangat menarik untuk di simak.

sumber foto oleh manoharaborobudur.com/id/galeri/
sumber foto oleh manoharaborobudur.com/id/galeri/

Sebenarnya salah satu moment yang sangat pas untuk memotret keindahan candi borubudur adalah pada saat menjelang matahari terbit, yang terdengar hanyalah kicauan burung, terlihat kabut tipis yang menutupi pepohonan dan sawah serta mentari pagi yang masih tersipu malu menampakkan wajahnya dari balik gunung merapi. ahhh rasanya indah sekali, namun sayang saya pun harus gigit jari dan hanya bisa menikmatinya melalui gambar karena ternyata untuk dapat menikmati pemandangan ini kita harus ikut paket tour yang diadakan oleh salah satu pengelola.

Pada waktu-waktu tertentu pengunjung candi ini akan sangat ramai, misalnya bertepatan dengan hari libur, saat perayaan hari suci waisak dan juga pada akhir-akhir pekan tertentu. Hal ini perlu menjadi perhatian jika ingin mendapatkan hasil foto yang lebih lagi.

dsc_0302-2-copy

Jangan Lewatkan Event Tahunan di Borubudur “Pesta Lampion pada saat perayaan Waisak”

Candi borubudur merupakan tempat ibadah umat Buddha, salah satu kegiatan besar yang biasa diadakan disini adalah festival waisak. Festival ini diadakan tiap tahun dan wajib menjadi agenda liburan kamu nantinya, saksikanlah rasa magis yang begitu kental serta ribuan lampion yang diterbangkan akan menambah indahnya moment suci ini.

Foto by news.jalanjalanyuk.com

Candi Borubudur sarat makna dan Budaya, hal-hal di bawah ini harus kamu hindari jika Ke Borubudur

Tiap tahunnya bertempat di Kompleks Candi Borubudur, para umat Buddha dari berbagai negara akan berkumpul untuk merayakan hari suci ini. Dalam kalangan umat Buddha sendiri hari suci ini dinamakan hari raya Trisuci Waisak yang sebenarnya dirayakan untuk memperingati tiga persitiwa penting yang di alami oleh panutan mereka” Sidharta Gautama

Peristiwa penting itu adalah:

  1. Memperingati lahirnya Pangeran Sidharta Gautama di Taman Lumbini pada tahun 623 S.M;
  2. Hari raya waisak juga di peringati ketika Sidharta yang menjadi Buddha di Bodhgaya;
  3. Alasan kuat kenapa dirayakannya Hari raya waisak adalah wafatnya Siddharta di Kusinara pada usia 80 tahun.

Peringatan hari raya waisak ini dapat di saksikan oleh semua orang, tak terkecuali penganut agama lain. Karena keterbukaannya ini beberapa orang memanfaatkan kesempatan untuk mengambil beberapa gambar ketika umat Buddha sedang melakukan ritual ibadah.

Melupakan norma kesopanan dan tata krama demi mengejar foto yang bagus akan tapi menggangu kekhusyukan orang ketika ibadah juga tak patut kita tiru.

Membuang sampah, menaiki stupa juga merupakan kegiatan yang tidak boleh kamu lakukan di sini, ingat sekali lagi hargailah mahakarya ini dan jangan pernah kita rusak.

Foto by www.wego.co.id
Foto by madeyudistira

Ini caraku mencintai warisan budaya melalui Traveling dan Photography

Teringat quote salah satu Fotografer yang katanya seperti ini “Fotografer adalah saksi yang terpanggil untuk mendedikasikan hidupunya untuk menjelajah dan mengabadikan segala keindahan yang ada di dunia; baik di lingkungan sekitarnya, maupun di tempat nun jauh disana. Semua ini dilakukan tidak hanya agar ragam lokasi indah diketahui keberadaanya, tapi juga agar dapat kita nikmati bersama“.

Salah satu qoute yang menurutku sangat pas dengan apa yang kulakukan, tak peduli seberapa jauh tempat itu, selama masih sanggup dan kantong masih mendukung maka saya siap mendatanginya. Sebuah kebahagiaan tersendiri bagi travel photographer apabila orang-orang dapat menikmati foto yang sangat indah dan tersenyum ketika melihatnya 🙂

Salah satu hal yang sering saya lakukan adalah melakukan traveling ke tempat-tempat indah tersebut, mengabadikannya dalam lensaku kemudian menceritakannya dalam bentuk travel story pada blog ini, dan juga memanfaatkan sosial media seperti instagram, twitter dan facebook.

loveorlost-candi-borubudur

Foto-foto Keindahan Candi Borubudur

Berikut ini beberapa foto yang sempat saya abadikan ketika mengunjungi Candi Borubudur, semoga dapat terhibur.

dsc_0258
dsc_0331
dsc_0292-2

dsc_0363
dsc_0384

dsc_0395

Melalui gerakan ‘Love or Lost’, bersama dengan Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya, secara nggak langsung kita pun telah turut mensukseskan acara ini, mengkampanyekan falsafah warisan budaya dan mengenalkannya pada semua orang.

Ingat… Hargailah mahakarya ini karena tak akan ada lagi yang mampu menyaingi karya seperti ini, sungguh kita sebagai bangsa indonesia harus berbangga candi yang semegah ini berada di Negeri tercinta kita Indonesia.

Tulisan ini di buat dalam rangka turut serta dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya, DIrektorat Jenderal Kebudayaan.

sumber: wikipedia.org/wiki/borubudur

 

Tampak sebuah bendera Merah Putih seukuran satu meter persegi diikatkan pada sebuah besi kecil yang langsung menancap ke batu, secepatnya saya langsung menyentuh dan menciumi bendera tersebut, rasa haru dan bangga tiba-tiba menyelimuti perasaan saya bahkan tak terasa mata ini berkaca-kaca. Ini adalah klimaks  dari sebuah perjalanan panjang saya mengelilingi sumatra, dari ujung selatan sampai ujung barat Indonesia selama +35 hari. Sebuah rasa haru dan bangga akhirnya bisa menginjakkan kaki saya di ujung barat negeri tercinta. “Saleum Teuka (bahasa aceh yang artinya selamat datang) di Kilometer Nol Indonesia.

Setelah melakukan perjalanan panjang seorang diri dan melintasi beberapa provinsi di Sumatra kini tepat hari ke-35 saya berkeliling sumatra dan tujuan terakhir saya adalah menjelajahi pulau sabang. Nama pulau Sabang bukanlah kosa kata baru ditelinga saya, ataupun nama suatu pulau yang baru ku kenal karena keindahan wisata baharinya namun jauh sebelum itu, sejak kecil saya telah mendengar pulau ini melalui salah satu lagu kesukaan saya “Dari Sabang Sampai Merauke ciptaan R. Suharjo”.

Pulau Sabang Aceh
Peta Perjalanan Saya ke Pulau Sabang Aceh

Saya menggunakan kapal ferry menuju pulau sabang, selain terbilang murah bagi backpacker, kita juga dapat menikmati sunrise di Pelabuhan Ulee Lheue. Setelah menempuh perjalanan sekitar 2 jam sampailan saya di pelabuhan Balohan – Sabang.

Sampai di Pulau weh saya langsung menancap motor saya menuju jalur seperti yang tertera pada gambar disamping. Mengikuti jalur dan panduan rambu-rambu lalu lintas yang sangat jelas terpampang di pinggiran jalan raya dan sesekali melirik GPS di HP.

Mampir di Air Terjun Pria Laot

Pulau weh memang sangat terkenal dengan keindahan pariwisata baharinya, karena di pulau ini kamu bisa menikmati surga bawah laut yang sangat menakjubkan seperti snorkeling di pulau rubiah dan beberapa spot penyelaman yang sangat memanjakan para pecinta diving, namun ternyata selain keindahan baharinya pulau sabang juga menyimpan pemandangan alam yang tak kalah indahnya salah satunya adalah air Terjun Pria Laot.

DSC_0976
Air Terjun Pria Laot

Alhamdulillah..Sampai Juga di Kilomoter Nol Indonesia

Kilometer Nol di Pulau Sabang itu menurutku lebih dari sebuah destinasi, ibaratnya jika pendaki mengatakan bahwa capaian tertinggi mereka adalah puncak dari sebuah gunung maka seorang backpacker yang keliling sumatra Kilometer Nol di pulau Sabang lah puncak dari perjalanan itu.

Sebuah Kepuasan tersendiri bagiku bisa sampai ke sini, meskipun di tengah perjalan sempat menyerah akan tetapi kebulatan tekad untuk menyelesaikan misi ini tetap harus terjaga. “Sekali Layar Terkembang, Pantang Biduk Surut Ke Pantai”. akhirnya setelah perjalanan panjang yang melelahkan sampailah saya di ujung barat negeri ini.. selamat datang di Kilometer Nol Indonesia.

DSC_0996

Menyusuri Indahnya Pantai Iboih

Pulang dari Kilomoter Nol jangan lupa mampir di salah satu spot snorkeling terbaik di pulau sabang Pantai iboih dan pulau rubiah.

DSC_1028
Tampak Boat yang sedang berjejer rapi, boat inilah yang biasa disewa wisatawan menuju pulau rubiah
DSC_1021
Memotret Aktivitas Sore Anak-anak di Iboih yang sedang asik bermain

Berburu Sunset di Pantai Pasir Putih

DSC_1067
Sunset di Pantai Pasir Putih

Liburan Impian yang telah lama di Idam-idamkan, Desa Waerebo

Benar kata orang, traveling itu ibarat candu bagi yang memulainya, Jika sudah mencoba sekali dua kali perjalanan, maka siap-siap aja bakal ketagihan. Harus ku akui bahwa virus traveling ternyata telah merasuki ku, setelah menjelajahi sumatra ternyata diri ini tak sanggup menahan godaan mengunjungi Desa Waerebo.

Wae Rebo adalah salah satu desa adat yang masih mempertahankan budayanya hingga kini, meski zaman sudah sangat modern, desa ini seperti tak lekang oleh waktu dan peradaban, selalu menjungjung tinggi nilai budaya dan kearifan lokal yang diturunkan oleh leluhur, bahkan UNESCO pernah memberikan penghargaan karena mampu menjaga dan melestarikan budayanya.

Terletak 1.200 mdpl, di Desa Satar Lenda, Kecamatan Satarmase, Ibukota Kabupaten Manggarai Barat, Flores, Nusa Tenggara Timur. Inilah desa wisata yang akan memberi anda pengalaman yang berbeda dari wisat lainnya.

Selamat Datang di Desa Wae Rebo

Foto By Anekatempatwisata.com
Foto By Anekatempatwisata.com

Setelah melihat-lihat jadwal libur maka saya memutuskan untuk mengambil tiket menuju Labuan Bajo pada awal-awal bulan februari. Menikmati secangkir kopi sambil melihat-lihat harga tiket di airpaz.com bisa jadi pilihan terbaik.

Rencana Jadwal Penerbangan Ke Denpasar

Banyak maskapai yang menuju ke Denpasar, Bali seperti Lion Air, Garuda Indonesia, AirAsia, Citilink, Sriwijaya Air dan Wings Air. Saya sengaja memilih tiket pesawat dengan penerbangan Jakarta ke Denpasar karena niatnya ingin mengexplore beberapa tempat di bali. Saya memilih penerbangan menggunakan AirAsia pada tanggal 1 Februari 2017 tepatnya jam 14.50 dengan perkiraan sampai di Bali pada sore hari dan bisa langsung ambil foto sunset jika masih memungkinkan. Setelah mengexplore bali dan sekitarnya, barulah saya kemudian melanjutkan perjalanan menuju tujuan utama saya, Desa Wae Rebo.

1

Sementara untuk pulangnya saya masih tetap via bandara Ngurah rai bali namun perkiraan baliknya sekitarnya tanggal 15 setelah puas menikmati jalan-jalannya.

2

Nusa Tenggara Timur memang sangat indah untuk di jelajahi, salah satunya adalah Desa wae rebo. Semoga di beri kesempatan karena itu, seandainya aku dapat Tiket Pesawat Gratis dari Airpaz.com, aku ingin traveling ke Desa Wae Rebo aamiinn.

sumber: metrotv
sumber: metrotv

Bagi sebagian orang ada yang menganggap bahwa kemacetan adalah hal yang lumrah di sebuah kota besar,penyebabnya adalah tingginya jumlah kendaraan yang tidak sebanding terhadap peningkatan infrastrukturnya,maraknya parkir liar,konvoi yang tak berizin dan lainnya. Kondisi ini harus di jalani oleh warga di kota-kota besar, sementara tuntutan akan kedisiplinan kerja, seperti datang tepat waktu, pertemuan/rapat yang terkadang jadwalnya dadakan semakin ditekankan.

Situasi ini tentu tak bisa dibiarkan berlarut-larut dan harus segera dicarikan solusi yang tepat dalam menanggulangi kemacetan lalu lintas,.yah minimal mengurangi dampak dari kemacetan tersebut, karena inilah keberadaan polisi lalu lintas sangat diharapkan oleh masyarakat.

beberapa harapan masyarakat kepada Polisi dalam mungatasi kemacetan:

  1. Perlu adanya sosialisasi yang lebih intensif kepada masyarakat;
    Bagaimana pun pentingnya sebuah aturan, masyarakat akan lebih menyenangi pendekatan personal seperti kegiatan sosialisasi tentang bagaimana berkendara yang baik serta aturan lalu lintas yang perlu diperhatikan.
  1. Perlu adanya tambahan personil pada jam-jam sibuk;
    Mungkin ini adalah poin penting juga, karena kemacetan sering terjadi pada jam-jam sibuk seperti pagi hari, jam makan siang dan jam pulang kantor.
  1. Perlu adanya pengarahan rute, Penerapan Sistem satu arah dan Pengalihan arus;
    Menurut saya langkah yang terbaik dalam mengatur lalu lintas adalah penerapan ke tiga langkah ini.
  1. Penertiban parkir-parkir liar;
    Maraknya parkir liar di jalanan yang mengambil ruas jalan sehingga mempersempit ruang gerak pengendara.
  1. Adanya gerakan sehari tanpa kendaraan pribadi;
    Mungkin langkah ini perlu dipikirkan sehingga dapat terealisasi.
  1. Tindakan penegakan hukum terhadap para pelanggar lalu lintas.
    Tindakan ini sudah sepantasnya perlu dilakukan terhadap pelanggar yang tidak taat, untuk memberikan efek jera.

Selamat HUT Polisi Lalu Lintas ke-60″Jaya Selalu”

logo lantas