Tag

Lampung

Browsing
Beberapa tahun yang lalu sebelum menginjakkan kaki di lampung, beredar sebuah foto di Laman Facebook saya, sebuah Landscape bebatuan unik, menjulang tinggi penuh angkuh namun begitu indah jika dipandang.Membidiknya dalam frame kamera tentu salah satu opsi terbaik. Orang-orang mengatakan tempat itu laksana “Gigi Hiu” yang sedang menganga atau kata penduduk setempat “Batu Layar” karena batunya yang mengembang bagaikan Perahu Layar….♥♥♥♥

Malam itu saya dan Fajrin Herris si Travelergadungan.com sedang mengobrol asik di salah satu kedai tempat kami biasanya berkumpul, yaitu kedai aceh jumbo raya, dan Tak Lama kemudian Yay (panggilan akrab saya ke dia) membuka pembicaraan..

“Ehhh gimana kalau kita ke gigi hiu..??kata dia sambil menyeruput kopi aceh andalannya.

Saya: waoo Gigi Hiu….boleh bangett tuh..  Sontak saja lagsung ku iyakan, karena sebenarnya moment inilah yang sejak lama ku tunggu-tunggu, bukan tanpa alasan, Gigi Hiu ini adalah salah satu landscape terbaik yang ada di Lampung, tapi sudah setahun lebih saya berada di Lampung sekali pun belum pernah ku jejaki tempat ini.

Yay: Iya di,, jadi kebetulan saya lagi kedatangan tamu dari batam (dua orang) mereka traveler juga,.. mba mero dari seniberjalan.com dan mba Siti Atikah namanya.., jadi kalau adi mau ikut yokk monggo.., masa iya sudah lama di Lampung tapi belum pernah ke gigi hiu kan..”kami pun sama-sama ketawa,,iya betul juga tuh” 😀

Setelah deal malam itu, keesokan harinya kami janjian di depan hotel tempat mereka menginap, setelah saling mengenalkan diri kami pun langsung bergegas menuju gigi hiu kelumbayan tanggamus.. “Yeaaahh I’m Coming kataku dalam hati”

Cara Menuju Ke gigi Hiu kelumbayan tanggamus 

Sebenarnya ada dua jalur yang dapat kita tempuh menuju ke Gigi Hiu, jalur pertama bisa via kiluan dan jalur ke dua via padang cermin. Untuk jalur pertama tidak saya rekomendasikan karena medan yang harus kita lewati setelah kiluan menuju gigi hiu itu sangat…sangat extreme, perlu sepeda motor khusus untuk bisa melaluinya kecuali kalau kalian memaksa tetap bisa namun sangat tidak di anjurkan, apalagi jika musim hujan… saya harapkan jangan lewat jalur ini.

Nah untuk jalur ke dua bisa via padang cermin, jalurnya pun “lumayan” enak, dalam artian, di beberapa jalan yang akan dilalui juga terdapat jalan yang kurang bagus, mulai dari jalan mulus, jalan onderlaag, naik turun bukit dengan bebatuan besar,, jika kurang fokus dan motor tak stabil maka bisa membuat penumpangnya terjatuh.

Kecamatan Kelumbayan merupakan kecamatan terakhir yang akan dilalui jika menuju gigi hiu. Jadi pastikan bekal dan persediaan makanan sudah dipastikan lengkap sebelum memasuki kawasan tanpa penduduk. Sebenarnya sih di Gigi Hiu juga ada bapak-bapak  yang tinggal dan menjual makanan serta minuman, tapi karena tidak bisa dipastikan beliau selalu ada di tempat jadi saya sarankan sebaiknya membawa bekal.

Setelah beberapa jam berkendara, jatuh bangun dalam perjalanan.. akhirnya kita sampai juga di destinasi andalam tanggamus ini,..rasa puas bercampur haru seakan bergelora melihat pemandangan yang begitu indah ini. Panorama landscape yang ditawarkan begitu apik hingga saya tak henti-henti mengatakan.. wao..waoo mantapp banget … 🙂

Perjuangan ini rasanya tak sia-sia, apa yang kita dapatkan sebanding dengan objek yang terpampang di depan mata. Batu karang yang menjulang tinggi, langit biru yang juga sangat mendukung saat itu..bener-bener perfect jika diabadikan dalam sebuah frame kamera. Oyaa satu lagi, spot ini sangat cocok bagi anda yang sangat suka Landscape photography.

Beberapa foto gigi hiu yang sempat saya abadikan.. 

Spot Gigi Hiu dengan batu-batunya yang menjulang tinggi dan tajam seperti gigi hiu
Pengunjung yang sedang asik menikmati megahnya panorama landscape gigi hiu… “Begitu Memesona”
Landscape gigi hiu yang begitu mempesona
Salah satu teman seperjalanan sedang asik bergelantungan di hammock sambil menikmati panorama gigi hiu..
Selfie dulu gaess…

Total Jarak yang ditempuh untuk sampai ke gigi hiu sekitar 3 sampai 4 jam an tergantung kecepatan motor, tapi rata-rata lama perjalanan sekitar itu. Selain kondisi jalan yang tidak begitu bersahabat, lama perjalanan dan fasilitas yang tersedia juga menjadi alasan mengapa tempat ini masih kurang/belum terlalu ramai. Pengelolaannya pun ala kadarnya, bahkan untuk menginap ditempat ini kita harus merogoh kocek yang lumayan besar sebagai uang keamanan bagi yang menjaga kendaraan kita.

Belum puas ke Gigi Hiu.... 

Kedatangan saya ke gigi hiu minggu lalu rupanya belum membuatku puas dengan hasil foto yang saya dapatkan, ada satu moment yang saya kejar… “saya kepingin sekali memotret pas moment sunset di gigi hiu, sepertinya asik”

Bak gayung bersambut, di grup WA Backpacker Community Lampung (BCL) juga lagi heboh-hebohnya membahas rencana mereka menghabiskan akhir pekan minggu ini.. Salah satu opsi terkuat adalah gigi hiu…nah karena kemarin belum puas, akhirnya saya ikut lagi dalam perjalanan kali ini bersama teman-teman dari Backpacker Community Lampung.

Kembali melalui jalur via padang cermin dan sampai disana sekitar sore hari,..jika diperkirakan maka sesuai rencana, saya bisa menunggu sunset sore itu. Sampai disana ternyata sudah ada satu rombongan dari anak Teknik Elektro Universitas Lampung, berkenalan sebentar setelah itu kami melanjutkan untuk mencari tempat yang pas untuk mendirikan tenda.

Rasa optimis saya masih terpatri dalam hati bahwa sore nanti inshaAllah bakal ada sunset yang sudah lama ku tunggu-tunggu…akan tetapi manusia hanya bisa berencana semuanya kembali ke kehendak sang pencipta karena tiba-tiba sore itu menjadi gelap…awan hitam mulai menggumpal dari kejauhan dan menghampiri kami, sepertinya bakal turun hujan nanti malam.

Sepertinya rencana saya untuk memotret sunset di gigi hiu bakal gagal kali ini, tapi saat itu saya tetap optimis.., sambil menarik tas kamera dan tripod dari dalam tenda, kemudian bergegaslah saya menuju spot andalan saya. Memotret beberapa kali tapi ternyata awan makin menghitam, air pasang pun mulai naik, rasa takut mulai menghantui… takut jikalu air pasang tiba-tiba naik dan saya tidak bisa menyebrang kedaratan (apalagi saat itu saya hanya hunting sendiri, teman-teman lainnya sedang asik di dalam tenda).

Melihat kondisi ombak yang makin keras menghantam saya putuskanlah untuk balik ke tenda, dan hanya sanggup mendapatkan moment ini.. (lagi-lagi belum puas)

Menunggu Sunset di Gigi Hiu “Sunset yang ala kadarnya”
Kecewa…??biasaaa aja…namanya juga pejalan harus terbiasa menikmati situasi apapun, kadang antara ekspektasi dan realita mungkin saja bisa berbeda.. ahhh itu sudah biasa.. 😀

“malam” itu setelah makan malam dan ngopi, kami duduk di depan tenda sambil bersenda gurau bersama teman-teman. Dann taraaa.. tiba-tiba hujan deras, kami segera merapikan barang dan masuk ke dalam tenda.

Tapi, tunggu….saya tiba-tiba teringat dengan kumpulan anak-anak teknik elektro Univ.Lampung yang tadi sore kami temui, mereka kan tidak membawa perlengkapan camping, sementara diluar lagi hujan deras.., astagaa ini fatal sekali, datang ke tempat seperti ini tujuannya menginap tapi tidak membawa perlengkapan camping. Setelah keesokan harinya, kami bertemu dengan mereka, ternyata mereka sempat ke rumah penjaga sebelum hujan deras turun… dalam hatiku berkata, owww syukurlah kalian baik-baik saja.

Pulang dari Gigi Hiu via Kiluan.. waooo gimana rasanya ya..?

Pengen sih sebenarnya bilang bahwa kita lewat padang cermin aja, dengan kondisi motor saya yang kurang stabil, rasanya saya belum siap untuk lewat jalur extreme ini, tapi keputusan bersama sudah di buat dan fix kita pulang lewat jalur extreme gigi hiu. haha…

Pada pendakian pertama jalanan sudah mulai tak bersahabat, jalur yang kita lalui sepertinya jalan air ketika sedang hujan ditambah lagi kita harus jeli melihat kondisi jalan mana yang bagus untuk dilewati, salah dikit bisa terjatuh kita.

Saya begitu fokus melewati jalur ini, hingga tak sempat terpikirkan untuk memotret kondisi jalan yang dilalui.,tapi jika lewa jalur ini, itu ibarat bersusah-susah dahulu senang pun datang kemudian..karena kita bakal menikmati kenyamanan ini.

Setelah capek melewati jalur extreme kita bisa beristrahat sejenak sambil menikmati air sungai yang begitu segar ini, dibawah kolom jembatan tempat kami berkumpul, memasak, makan abis itu kita mandi lagi….Nikmatnya Haqiqi banget kata orang-orang 😀 😀

Ternyata lewat jalur ini ada juga ya enaknya…meskipun capek setelah melalui jalur extreme, semua terasa hilang terbawa air ketika nyebur ke sungai ini..apalagi saat itu teman kami menemukan durian jatuh “Kata warga setempat ambil aja,,,wahhh tambah lagi kenikmatannya” haha..

Jadi, kalian yang belum pernah mencoba lewat jalur ini, bolehlah sekali-sekali dicoba dengan perencaan berangkatnya via padang cermin, nah pulangnya bisa lewat kiluan. dan rasakan sendiri kenikmatan haqiqinya bercebur di sungai ini.

Kenikmatan yang Haqiqi banget ini…meskipun perjalanan kali ini belum menemukan apa yang dicari tapi kisah dibalik perjalanan ini begitu menyenangkan. Cerita tentang jatuh bangun melawan jalan terjal via kiluan, cerita tentang tak bertemu sunset di kiluan hingga merasakan kenikmatan haqiqi di bawah kolom jembatan adalah cerita yang pantas untuk kita kenang di hari tua.

Perjalanan mengajarkan kepada kita bahwa perjalanan bukan tentang jarak yang kita tempuh tapi cerita dibalik itu, karena setiap perjalanan punya ceritanya.

Tabik.. 🙂

Ketika semua orang antusias menceritakan sebuah destinasi yang sangat keren seperti Raja Ampat, Pulau Labengki dan Sombori yang di gadang-gadang sebagai versi mininya raja ampat, di Lampung pun kini terdapat sebuah destinasi keren menyerupai raja ampat, orang-orang menyebutnya Pulau Wayang, Penasaran dengan tampilannya.. yukkk simak.. 

Pesona Lampung ini bener-bener nggak ada habisnya, dari destinasi buatan hingga yang masih belum terjamah kini bermunculan satu per satu, yang baru lagi kali ini sebuah destinansi yang sempat disamakan dengan raja ampat di papua meskipun dalam versi mininya, Penasaran dengan tempat tersebut akhirnya kami pun menyusun jadwal untuk mengunjunginya.

Berangkat dari Dermaga Ketapang sekitar pukul 10.00 WIB dengan menggunakan dua perahu masing-masing di isi sekitar 10 orang langsung menuju spot pertama yaitu pulau wayang. Butuh waktu sekitar 2 jam perjalanan untuk mencapai pulau tersebut.

Bersenda gurau sambil menikmati pemandangan yang tersaji adalah salah satu cara untuk membunuh kejenuhan selama perjalanan, lumayan bikin bosen lohh kalau nggak bisa menikmati perjalanan. Kita juga akan melewati pulau pahawang dan resort cantik yang berada di pahawang kecil..ssstttt menurut kabar villa ini milik orang prancis lohh hehe..

Cottage di pulau pahawang kecil yang kabarnya dipunyai oleh warga prancis

Jika bosan becandaan bisa makan cemilan sambil selfie-selfian jangan lupa.. wajib lohh hahaha…maklum sekarang itu nggak selfie berasa ada yang kurang.

Kapal Temen yang lain

Pulau Wayang udah Deket

Jika ombak sudah mulai terasa itu artinya pulau wayang sudah deket apalagi jika memang berangkatnya agak siangan, kemungkinan besar bakal ketemu ombak yang lumayan nggak bersahabat bagi beberapa orang, salah satunya bikin mual dan pusing, jadi disarankan jika ingin ke pulau wayang lebih pagi lebih baik.

Meskipun ombak di sekitar pulau ini lumayan, tapi beberapa nelayan menjadikan spot ini sebagai salah satu spot untuk mencari ikan. Waktu kami ke sini pun kami menjumpai nelayan yang sedang menangkap ikan, tak peduli dengan ombak gede mereka pun tetap sigap melihat ikan yang akan di jala, saya yakin mereka pelaut-pelaut hebat, tak percuma saya denger lagu sejak kecil nenek moyangku seorang pelaut hehehe…

Nih dia gais para nelayan itu..

Nelayan yang sedang menangkap ikan di sekitar pulau wayang

Paling Asik Jika Foto Dari Udara dengan Drone

Untuk mendapatkan foto terbaik pulau wayang memang paling enak jika mengambil foto dari udara menggunakan drone, tampilan pulau-pulau kecil di sekitarnya juga terlihat sangat cantik, meskipun tak seramai dengan gugusan pulau kecil di Raja ampat dan pulau labengki tapi menemuk spot seperti ini di Lampung itu sudah lebih dari cukup dan Alhamdulillah ada gitu loh 😉

Karena Bugis Traveler belum punya drone jadi saya pakai Foto  fikrii_baraqbah (silahkan lihat foto-foto lainnya di instagram dia)

Tak ada Drone, Foto dengan action cam juga udah keren 

Nggak perlu berkecil hati jika tak mampu mendapatkan angel foto dari udara, foto dengan action cam pun sudah bisa mendapatkan hasil foto yang keren kok.. nggak percaya lihat nih…Kami fotonya masih terlalu jauh dari gugusan pulau wayang karena saat itu ombak di sekitar pulau sudah semakin mengguncang kapal, jadi demi keamanan bersama kami fotonya dari jauh aja nggak apa-apa kok 🙂

Mas teguh berfoto ala-ala titanic terbalik hahaha…

Jika telat berangkat, hati-hati yang nggak tahan ayunan ombak… (bisa mabuk laut)

Seperti yang sudah saya bilang di atas, jika berangkat agak siangan kemungkinan bakal ketemu ombak dan kemungkinan akan membuatmu pusing dan mual, salah satunya temen saya di bawah ini, si gadis jambi yang sampai kesel sama abang-abang kapalnya hehe….

Saya pun sesekali sempat melirik gimana mimik mukanya… sepertinya memang dia sudah mual dan pusing, bisa jadi senggol dikit kita di bacok 😀 😀

Yahh sebenarnya sih saya juga pusing..hehe.., tapi karena langsung tidur jadi lumayan mengurangi pusing yang ada.

Mengunjungi Pulau Wayang Lampung, "Raja Ampat Versi Mini"
ini dia si Gadis Jambi

Mohon maaf bugis traveler selfie juga hihihihi….

Pulau Wayang Lampung
Numpang Selpeh, Photo by Mas Teguh

Setelah kapal satunya sudah selesai berfoto, kita selanjutnya akan menuju ke pulau umang-umang, salah satu destinasi yang belum banyak di kunjungi orang, mempunyai pasir putih yang halus dan bebatuan yang sangat bagus, sangat recomended didatangi setelah ke pulau wayang.,, nantikan ceritanya di postingan berikutnya 🙂

Bagaimana Cara menuju ke Pulau Wayang Lampung

Salah satu cara termudah dan paling banyak dilalui orang adalah melalui dermaga pelabuhan ketapang. Dermaga ini terletak di antara dua pantai yang juga terkenal di lampung yaitu, setelah pantai sari ringgung dan sebelum pantai klara. atau 40 menit perjalanan dari kota bandar lampung menuju ke dermaga pelabuhan ketapang.

Oya sedikit tips and trik jika ingin ke pulau wayang:

  1. Baiknya jika ingin ke pulau wayang, berangkat pagilah dari dermaga ketapang, jadi kemungkinan untuk bertemu ombak yang lumayan bikin pusing bisa diminimalkan.
  2. Sewa kapal yang lumayan mahal, berkisar antara 1.200.000 s.d 1.500.000 tergantung lobi dan nego, harga segitu sudah termasuk destinasi pulau umang dan mampir snorkeling di taman nemo pahawang. Jadi minimal 10 orang lah biar lebih irit 🙂
  3. Karena perjalanan lumayan lama sekitar 2 jam an, jadi banyak-banyakin lah membawa cemilan biar nggak boring di kapal, oya bawa earphone biar denger musik dan jangan lupa kecamata hitam biar lebih kerenn…yoyoiiii;
  4. Jangan lupa bawa baju renang dan sunblock, kan ceritanya kita mau snorkeling di pulau berikutnya 😉
  5. Emmm apa lagi yah…kayaknya itu aja deh.. selamat menikmati perjalanan aja 🙂

Jika ada pertanyaan silahkan titip komentarnya di kolom komentar 🙂

screenshot-2016-11-18-23-10-10Halooo sobat traveler, gimana weekend kalian..? udah punya jadwal liburan belum..?? Nah kalau belum, kali ini saya akan cerita tentang serunya weekend kami di Pulau Pahawang.

Jadi, pada beberapa minggu yang lalu saya bersama teman-teman kuliah yang juga berasal dari beberapa daerah berencana untuk liburan, pilihannya antara ke kiluan ataukah ke Pahawang. Oya sebelumnya kami memang sudah banyak mengetahui jika pulau pahawang adalah salah satu destinasi unggulan yang ada di Lampung khususnya bagi yang menyukai wisata bahari, dan setelah berdiskusi dengan teman-teman lainnya akhirnya kami memutuskan untuk ke Pahawang.

Gimana Cara Ke Pulau Pahawang..?

Bagi kalian yang belum tau tentunya ini adalah informasi yang sangat berguna jika ingin ke pulau pahawang. Jadi, untuk menuju ke pahawang sebenarnya ada dua cara.., yaitu jika dari jakarta bisa menggunakan kapal ferry atau bisa juga dengan pesawat. Nah kali ini saya akan ceritakan sedikit gimana sih sebaiknya kalian ke pahawang.

Oke pertama, Jika kalian Naik Pesawat, gimana caranya..?

Bandara Lampung yaitu Bandara Raden Inten II tidak terlalu jauh dari pusat kota, hanya sekitar 3o menit perjalanan, namun untuk menuju pulau pahawang tetap membutuhkan waktu 1 sampai 2 jam tergantung kecepatan mobil dan kepandaian sopi mencari jalan-jalan alternatif.

Tips lainnya adalah, jika kalian tidak menggunakan guide khusus yang akan menjemputmu di Bandara, maka alternatifnya adalah mobil-mobil yang tersedia di Bandara dapat menjadi pilihan kalian untuk menuju pahawang, namun kembali lagi ke keahlian kalian dalam menego sewanya (range nya berada di sekitaran 300 ribu sampai 400 ribu.

Yang ke dua jika star dari Pelabuhan Merak menggunakan kapal ferry ke Pelabuhan Bakauheni Lampung.

Beberapa wisatawan yang berasal dari jakata sering menggunakan moda transportasi ini, apalagi jika ingin tetap menghemat biaya perjalanan. Caranya adalah, disarankan kalian sudah tiba di Pelabuhan Merak pada pukul 00.00 dan paling lambat jam 1.

Kalian juga perlu mempertimbangkan bahwa dipelabuhan ini juga sering ramai apalagi jika bertepatan dengan hari libur, maka bisa dipastikan jadwal kalian akan terganggu, tapi dengan berangkat malam hari kemungkinan ini dapat di atasi.

Perjalanan dengan ferry dari pelabuhan merak ke pelabuhan Bakauheni dapat ditempuh sekitar 3 jam, dan lagi-lagi jika kalian belum punya mobil jemputan, maka di pelabuhan Bakauheni pun juga banyak terdapat mobil yang dapat kamu sewa menuju pelabuhan ketapang Lampung. Sewanya sekitar 500 ribu – 700 ribu. Nah lebih bagus lagi jika kamu minta di jemput, jadi kemungkinan bisa dapat diskon.. lumayan kan kalau bisa dapat diskon 50 ribu heheh…

Perjalanan dari Bakauheni ke Pelabuhan ketapang memakan waktu kurang lebih 3 jam. Jalur yang dilalui untuk menuju Pahawang sama dengan jalur yang dilalui untuk menuju ke Kiluan, hanya saja ke Kiluan harus masih menempuh perjalanan darat lagi yang panjang.

Tiba di Pelabuhan Ketapang (Pelabuhan tempat kapal bersandar untuk menuju Pulau Pahawang) langsung naik ke kapal. Kapal yang dinaiki tipenya seperti jukung tapi ini bisa memuat sekitar 17 orang plus barang, lebih besar. Jenis kapal yang bisa disewa untuk menuju Pulau Pahawang ada 2 jenis yaitu Speed Boat (kapasitas 6-8 org) harga sewanya sekitar 700 ribu per hari dan Kapal Jukung (15-20 orang) harga sewanya 500 ribu per hari, dan itu belum termasuk sewa alat snorkeling yah.

Kebetulan saat itu jumlah kami lumayan banyak maka kami di kasi bonus 1 orang free penyewaan alat, kan lumayan dapat free 1 orang. hehee…sewa alat di sana harganya bermacam-macam sih tinggal dibutuhkan skill nawar aja, biasanya sekitar 50 ribu sampai 75 ribu untuk 1 set alat snorkeling.

Nah di bawah ini adalah penampakan pelabuhan ketapang sobat traveler di sertai dengan aktivitas-aktivitas para driver kapal jukung. Oke setelah urusan kapal dan alat snorkeling terpenuhi maka saatnya kita berlayar…

 

untitled-1

Secara administratif Pahawang ini berada di Kecamatan Punduh Padada, Kabupaten Pasawaran, Lampung Selatan. Pulau utamanya sendiri ada dua, yaitu Pulau Pahawang Besar dan Pahawang Kecil. Tapi selain dua pulau di atas masih ada beberapa spot favorit lainnya yaitu Pulau Kelagian dan juga Tanjung Putus.

Dan kabar gembiranya lagi Pemerintah Kabupaten Pesawaran akan menggelar Festival Pahawang Teluk Ratai pada tanggal 25-27 November 2016. (di catet ya dan jangan lupa dateng) dan Insha Allah saya pun akan ikut juga dalam tour Photography Pulau Pahawang yang akan diadakan pada tanggal 25 November Nanti, Alhamdulillah suda terdaftar oleh Panitia)

Dan karena keindahan bawa laut Pulau Pahawang maka tak mengherankan jika sebelumnya, pada ajang Anugerah Pesona Indonesia 2016 yang digelar Kementerian Pariwisata, Pulau Pahawang sempat masuk nominasi kategori Surga Tersembunyi Terpopuler atau Most Popular Hidden Paradise, di kutip dari travel Detik.

Lanjut lagi menurut bapak Jaka Sungkawa, kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Pesawaran mengatakan pemerintah kabupaten akan membuat kemeriahan di Pulau Pahawang selama festival berlangsung. Festival juga dimeriahkan lomba foto, lomba menulis di blog, lomba perahu hias, lomba layang-layang. Ada pula event sepeda santai menjelajahi pulau di kutip dari travel Detik.

Seperti yang saya katakan sebelumnya bahwa ada beberapa destinasi pulau pahawang namun perjalanan kami kemarin hanya mengunjungi Pulau Pahawang Kecil, Kelagian Lunik dan Keasikan berlama-lama di Spot Taman Nemo Pulau Pahawang hehe..

PULAU PAHAWANG KECIL

Tujuan pertama kami adalah pulau pahawang kecil yang dapat kita tempuh selama 45 menit – 1 jam perjalanan laut. Kalian tidak akan jenuh selama di atas kapal karena pemandangan yang disajikan pun tidak akan membuatmu bosan selama perjalan tersebut. 

Awalnya sih kami kira akan bersadar di Pelabuan sana itu, dan akan berleyeh-leyeh di resort cantik tersebut, namun sayang skali sobat traveler ternyata resort ini milik pribadi,..hikss hehe..bisa di lihat di tengah pulau tersebut ada seutas tali yang akan membatasi langkamu dan terdapat plang kuning berwarna huruf merah bertuliskan “Pulau Pribadi di Larang masuk.”.

Jadi saya ngambil fotonya dari jauh aja ya 😉

Di tengah pulau yang menghubungkan pulau pahawang kecil dan pahawang besar bisa terdapat pasir timbul yang terjadi ketika air laut surut. Pasir putihnya.. aduhaiii, dan jangan lupa abadikan foto.

ini beberapa foto yang sempat saya abadikan di pulau pahawang kecil…cakep kan viewnya 🙂

dsc_0060

pahawang-copy

SNORKELING DI TAMAN NEMO

Spot snokeling pertama masih di sekitaran pulau pahawang kecil dan Pertama kali saya turun, saya telah di sambut oleh sekumpulan ubur-ubur dan ikan-ikan cantik, tapi tenang aja ubur-ubur yang kami jumpai tidak akan menyengat kok.

Kesan pertama sih, sempat khawatir juga tapi driver kami mengatakan kalau itu tidak menyengat, dan akhirnya kami pun melompat. beberapa teman saya coba memancing kawanan ikan dengan roti, dan yang bener aja… segerombolan ikan tiba-tiba datang menghampiri hehehe… (tapi sayang skali, saat itu tak memegang kamera underwater).

Lajut ke Spot Snorkeling, yaitu Taman Nemo.

Nahh di spot inilah yang bikin kami khilaf dan sampai lupa waktu, nggak terasa kami snorkeling sampai akhirnya waktu menujukan pukul setengah 4 sore dan belum sempat ke spot lainnya. ahhh di spot ini memang bagai candu bagi saya. beberapa moment bawah laut yang sempat saya abadikan.

snorkeling-di-pulau-pahawangtaman-nemo

PULAU KELAGIAN LUNIK

Setelah puas dengan snorkeling kami melanjutkan perjalan ke pulau kelagian lunik, di sini kami tak berlama-lama, hanya mengelilingi beberapa spot pulau ini, foto-foto kemudian balik lagi. Beberapa teman memang sempat mencoba snorkeling tapi sayang skali trumbu karangnya tidak recomended seperti spot sebelumnya. Menurut kabar dari Nahkoda kapal kami, biasanya tempat ini ramai dikunjungi ketika malam pergantian tahun.

Beberapa penduduk juga terlihat berjualan di pulau ini, jadi jika lapar tak perlu ragu. berikut foto-foto yang sempat saya abadikan.

pulau-kelagian-lunik-copy

Alhamdulillah sekita pukul 04.30 sore itu kami kembali merapat di pelabuhan ketapang, setelah berbilas dengan air bersih kami pun melanjutkan perjalanan pulang. ingin cepat rasanya sampai ke kosan dan tidur-tiduran.

Mampir makan duren dulu..

Memang paling enak jalan-jalan bertepatan dengan musim buah, sama seperti dengan perjalanan kami kemarin. Karena bertepatan dengan musim buah duren di lampung maka kami pun menyempatkan makan duren. Di sepanjang jalan banyak yang menjajakan buah ini, dengan catatan “Berangkatnya musim duren yah” hehe….

makan-duren

Nah sekian sobat traveler cerita perjalan kami tentang pulau pahawang, salah satu destinasi terbaik jika ingin berwisata bahari di Lampung. sekian dan terima kasih.. Tabik

Traveling Fotografi di Pantai Klara Lampung – Baru dua hari kepulangan saya dari perjalanan panjang keliling sumatra, capek nya pun belum hilang namun hasrat untuk jalan-jalan dan foto-foto seakan menjadi candu yang selalu menggoda saya. Hunting foto sambil jalan-jalan alias traveling dan photography memang selalu asik untuk dilakukan selain dapat menikmati panorama alamnya kita juga bisa memotret apa yang menurut kita menarik, bisa saja itu pemandangan alam atau bisa juga kegiatan-kegiatan lucu yang dapat kita jumpai pada saat motret.

Nah, sore kemarin (27 feb 2016) saya akhirnya memutuskan untuk jalan-jalan dan hunting foto di salah satu pantai di padang cermin, kabupaten pesawaran, kira-kira 1,5 jam perjalanan lah dari kota bandar lampung.

Nama pantainya adalah pantai klara, kenapa klara..? konon di pantai ini dulu banyak berjejer pohon kelapa yang rapat di pinggiran pantai sehingga dinamakan pantai klara (kelapa rapat). Pantai ini menurutku sangat cocok untuk liburan weekend keluarga, mengajak anak dan keluarga untuk lebih mengenal alam dan bermain air di laut tentu akan lebih asik daripada hanya di rumah menikmati tontonan yang kurang mendidik ala sinetron indonesia.

DSC_1163_wm

Hanya saja untuk masuk ke kawasan pantai klara ini kamu perlu merogoh kocek untuk tiket masuk orang dan motor/mobil. Tiket masuk untuk mobil sebesar Rp25.000, motor Rp15.000 dan tiket masuk per orang Rp10.000. (sudah termasuk biaya parkir pengunjung). Sepertinya untuk ke pantai ini kamu memang perlu menyiapkan uangmu apalagi kalau bawa pacar dan menyewa pondok,,, belum makan-makan di kawasan wisatanya…. (tapi alhamdulillah kemarin saya ke sini agak sorean jadi petugas loketnya sudah pulang dan saya pun nggak menyewa pondok karena bawa hammock) 😀 😀

Dermaga Pantai Klara

Jika berniat ingin bermain snorkling di pulau-pulau terdekat seperti pulau klagian dan pulau-pulau di sekitar pantai klara, di sini juga terdapat dermaga penyebrangan lohh….

DSC_1149_wm
Dermaga Penyebrangan di Pantai Klara Lampung

Tampak beberapa aktivitas orang-orang yang lagi bermain dan ber selfie ria di pantai klara. Pantai nya memang terlihat kurang bersih di sekitar dermaga ini apalagi kalau air laut nya lagi surut,, duhh kelihatan deh sampah-sampahnya. Jika ingin yang agak bersihan dikit kamu jalan kaki aja menyusuri garis pantai nya ke arah selatan, nah menurutku di situ garis pantai nya lebih bersih.

DSC_1152_wm
Aktivitas Pengunjung di pantai klara, selfie dan bermain pasir

Seperti namanya, Kelapa Rapat. Di pantai ini memang lumayan banyak terdapat pohon kelapa yang berjejer rapi di pinggiran pantai.

DSC_1167_wm
Jejeran Pohon Kelapa dan simbol bahwa kamu lagi di pantai klara (kelapa rapat)

Sewa Pondoknya berapaan..??

Bagi kamu yang ingin menikmati indahnya bersantai bersama keluarga atau bersama pacar barangkali, kamu dapat menyewa pondok di sini, hanya saja pondoknya nggak gratis yah.. 😀 …kamu perlu membayar beberapa rupiah untuk menggunakannya. biasanya sih sekitar Rp25.000- Rp50.000 per pondok, harga segitu bisa kamu nikmati sampai puas.

DSC_1172_wm
Jejeran Pondok di pantai Klara Lampung yang tertata rapi

Sangat susah nyari tempat bergelantungan dengan hammock

Salah satu niat saya ke sini memang ingin mencari tempat bergelantungan alias hamoockan tapi karena jarang kita temui pohon yang pas akhirnya saya hanya menggunakan pohon ini, ini pun karena pertimbangan tidak mengganggu areal parkir mobil.

di balik ini terdapat kisah miris, saya sempat di tegur oleh pemilik pondok di sini karena memasang hammock di sekitar areal parkir milik pondoknya.,alasannya sih nanti kalau ada yang datang dan mau menyewa pondok saya kan jadi terganggu dan nggak jadi nyewa pondok saya. Akhirnya dengan sedikit kesal saya pergi mencari tempat bergelantungan lainnya, untung pada saat ini lagi kurang orang dan sudah sorean gitu jadi masih gampang mencari tempat bergelantungan lainnya… coba bayangin kalau lagi ramai2nya,,, yah terpaksa nyewa pondok 😀

DSC_1131
saya dan temen-temen mah hammock an aja, maklum jiwa backpacker nya kebawa-bawa hehe…

Asiknya memotret Human Interest dan Panorama Alam

Emang asik banget yah jalan-jalan sambil motret, ada aja moment-moment yang akan kita jumpai dan sangat berkesan jika di tangkap dengan angel dan moment yang pas. foto di bawah ini menggambarkan dan seakan memberikan cerita tersendiri.

Foto pertama ini saya dapat momentnya ketika si abang yang baru saja naik dari laut dan berniat mengembalikan perahunya namun tiba-tiba dia bingung cara ngangkat kapal yang pas gimana ini.,,? alhasil karena berat yang nggak seimbang akhirnya boat  yang si abang angkat melorot ke depan dan menghalangi pemandangan nah moment yang pas seperti ini menurutku sanga asik untuk di abadikan dalam frame.

DSC_1156_wm

kalau foto ke dua ini ceritanya si adek yang sedang bermain dengan ibunya, setelah puas bermain pasir dan bermain air, sang ibu pergi lebih dulu dan meninggalkan anak nya (tapi nggak jauh banget kok jaraknya) nah si adek masih diem tuh di situ seperti sedang galau dan termenung atau mungkin adeknya lagi ngantuk yah 😀 😀

saya sengaja mengambil angel dan memasukan kapal-kapal itu ke dalam frame, karena menurutku akan lebih bagus aja 😀 kayaknya si adek ini sabar gitu yah…hehe…

DSC_1159

Ray of Light yang gagal haha…

Ntah foto ini bisa di kategorikan Ray Of Light apa nggak yah..hehe??Lohh Ray of light itu apa..? ROL itu dapat terjadi ketika cahaya sinar matahari menembus ke bumi tapi melalui sela-sela benda yang di lewati bisa di sela-sela dedaunan, di sela-sela awan seperti gambar di bawah ini, atau cahaya yang masuk ke gua melewati sela dedaunan. Jadi sinar matahari tidak serta merta memancarkan cahayanya ke bumi, dalam seni fotografi ini memang tidak sering terjadi, terkadang kita hanya kebetulan mendapatkannya atau sebenarnya kita juga bisa mencari sendiri, caranya kita perlu mengetahui arah cahaya matahari, biasanya sih di gunung-gunung atau di sela-sela bukit dan bebatuan (dengan catatan cuaca matahari saat itu lagi cerah)

Pada foto di bawa ini pun kejadiannya hanya kebetulan saja. melihat ROL seperti ini tanpa objek menarik lainnya menurutku ada yang kurang, sehingga saya menunggu moment yang lainnya. tiba akhirnya kapal nelayan yang kebetulan lewat dan sepertinya sangat menarik jika kapal tersebut masuk ke dalam frame dengan moment ROL tersebut. cekreekk… cekreekkk hehe…

DSC_1139_wm

Sepertinya di Pantai Klara bukan spot sunset 😀 😀

Yahhh sepertinya sih begitu, sunset di pantai klara ini kayaknya kurang recomended. mungkin agak berbeda jika saya hunting sunset di pantai sebalang kalianda lampung, tapi tak apalah langit orange-orange sikit tak apa hehehe….

DSC_1206_wm

oke sobat travel fotografi sekian dulu jalan-jalan dan hunting fotonya. semoga bermanfaat…  🙂

Hari minggu memang selalu menjadi hari yang menyenangkan bagi semua orang karena banyak kegiatan yang bisa di lakukan, ada yang memanfaatkan hari minggu untuk liburan bersama keluarga tercinta, nongkrong bareng temen, dan yang suka jalan dan foto-foto hari minggu pasti menjadi hari hunting se dunia hahaha… ehh tapi jangan salah, untuk beberapa orang ada juga loh yang hari minggu buat tiduran aja (maksud hati buat nyindir soalnya saya pun biasa begitu 😀 😀 ) yahh mungkin karena semingguan capek kerja di kantor, atau nggak ada jadwal trip makanya tidur adalah layaknya surga yang nggak perlu di tunda 🙂 … tapi kali ini kita lagi semangat jalan-jalan, nyookkk hari minggu kita explore, jalan-jalan dan foto-foto 😀 😀

Oke kali ini saya dan dua orang teman saya mencoba explore sebuah air terjun yang terletak di kawasan wisata Lampung, tepatnya di pesawaran. Kawasan ini memang menjadi salah satu kawasan wisata yang paling banyak di kunjungi di lampung, karena di daerah ini banyak objek wisata yang dapat di lalui di antaranya ada pantai mutun, pantai sari ringgung, pantai ketapang, pantai klara dan tak jauh dari pantai ketapang itu kamu bisa menuju ke pulau pahawang, pulau yang saat ini menjadi primadona wisata bahari di lampung.

IMG20151129173113

IMG20151129173021

Air terjun ini yang bakal kita explore hari ini adalah air terjun lubuk lau, tepatnya sih nggak terlalu jauh dari kota bandar lampung lampung, kira-kira bisa di tempuh selama sejam perjalanan bahkan bisa kurang dari itu jika bawa motor mu kayak rossi.. (y) ya kalee kayak rossi, bisa cium tanah air tuh :V

yukk jalan-jalan juga ke pantai klara lampung, bisa juga hunting foto baca di sini

Nah untuk ke sini rute nya sangat gampang, kamu hanya perlu melakukan perjalanan ke arah pesawaran melewati pantai sari ringgung, pantai ketapang dan pantai klara, tak jauh dari pantai klara itu terdapat markas TNI Anggkatan Laut, Brigade Infanteri -3 Marinir, Batalyon Infanteri -9., terus saja sampai kamu menemukan pertigaan seperti yang terlihat pada gambar di atas, dari situ kamu ambil jalur ke kanan masuk menuju sebuah perkampungan sampai ke titik akhir di tandai dengan adanya bendungan.

Untuk Kendaraan seperti motor dan mobil dapat kamu parkir di sekitaran rumah warga atau nitip ke salah satu rumah yang ada di perkampungan tersebut, dan pastinya jangan malu dan bersikap sombong dengan tak menegur orang di perkampungan tersebut, karena pengalaman kami, orang di perkampungan tersebut sangat ramah-ramah jadi luangkan waktumu sejenak untuk kenalan dengan mereka.

IMG20151129171216

IMG20151129171255

Untuk menuju ke air terjun ini bisa di lakukan dengan jalan kaki sambil menyusuri pinggiran sungai, track nya lumayan lah tapi belum terlalu sulit, hanya mendaki gunung beberapa menit kemudian menurungi sungai.

nah untuk menemukan jalan ke pinggiran sungainya tanyalah warga yang kebetulan lewat di sepanjang jalan itu, kenapa..? karena jalan turunnya itu memang agak tersembunyi jadi sangat disarankan untuk bertanya ke warga, tapi tenang aja warga yang pulang dari kebun  itu sangat ramah-ramah sob… sebenarnya dari pinggiran jalan yang kami lalui pun air terjunnya sudah dapat terlihat cuman pusat air terjunnya masih terlindung oleh batu besar.

satu lagi, ketika kamu menyusuri sungai tersebut sebaiknya membuka sendal karena akan lebih nyaman untuk melepas sendal karena bebatuan sungainya sangat licin, sangat rawan anda akan terpeleset jika tak hati-hati.. jadi sekali lagi saya tekankan hati-hati menyebrangi batu licin tersebut. (untuk gadis yang belum terbiasa jalan ke pegunungan sebaiknya tidak ikut dulu demi keamanan diri sendiri) track menyusuri sungai itu yang buat saya ngeri, bahkan waktu kami ke sini sekelompok anak SMA sempat terpleset di sungai ini, lantaran batu licin sungai ini., dan parahnya dia nggak bisa berenang.. hufff, akhirnya aksi dramatis pun terjadi untuk menolong anak tersebut, syukurlah dia masih selamat 🙂

Setelah menyusuri sungai beberapa menit kamu akan menemukan spot air terjunnya, air terjunnya ada dua loh.. yang pertama kamu akan medapat air terjun yang masih rendah, yang kata saya itu sepertinya bukan air terjun…liat aja gambar di bawah ini.. 😀

DSC_0043
air terjun pertama, cuman setinggi 1 meter…kalau kata saya sih bukan air terjun hahaha…

Setelah menyebrangi air terjun pertama, turun lagi ke bawah sehingga kamu menemukan air terjun yang tampak seperti gambar di bawah ini.

DSC_0041

Di sini paling enak untuk nyebur dan membasahkan badan, maklum di sulawesi jarang ketemu air terjun, kebanyakan pantai dan pulau.. ayoo lompat hahaha… 😀

Habis basah-basahan paling enak minum kopi panas coy, ehhh tapi di sana kan nggak ada warung..?? owhh tenang aja kami sudah mempersiapkan kompor untuk masak air, kopi siap, cemilan siap… emmmm maknyosss nya

yooo di seduk kopinya… #nikmat josssss

Air Terjun Lubuk Lau, Pesawaran, Lampung
Air Terjun Lubuk Lau, Pesawaran, Lampung

Ini salah satu view air terjunnya… sampai di tempat saya berdiri ini, batunya pun sangat licin jadi hati-hati jika bawa kamera, kalau menurutku sih cocoknya bawa kamera action aja kayak gopro, xiaomi yi atau sj cam dll.

oke brader sekian cerita perjalanan kami di air terjun lubuk lau pesawaran, Lampung..

Happy Traveling with bugis traveler,, see you next trip..

Alhamdulillah kali ini bugis traveler di beri kesempatan untuk menginjakkan kaki di salah satu kota di pulau sumatra, yeepp tepatnya di Provinsi Lampung. Sebenarnya tujuan ke sini bukan semata-mata untuk jalan-jalan sih tapi lebih karena sedang melaksanakan tugas belajar saya di Universitas Lampung (UNILA)

Namun karena insting, passion  terhadap jalan-jalan dan fotografi tidak bisa di tahan, walhasil sekalian explore lampung juga, dan semoga suatu hari nanti saya di beri kesempatan mengexplore pulau Sumatra sampai aceh.. di aminkan yah 😉

Sedikit perkenalan awal  tentang lampung di bawah ini saya ceritakan tentang Landmark yang merupakan kebanggaan orang lampung, saya bukan orang lampung tapi saya juga bangga melihat landmark tersebut… salah satu kekaguman saya terhadap kota ini.

Tentang Landmark Kota Lampung yang di lambangkan dengan topi adat pengantin wanita Lampung

Jika anda memasuki kota lampung tepatnya melalui pelabuhan Bakauheni maka mata anda akan tertuju ke salah satu bangunan yang menyerupai topi adat pengantin wanita lampung, khas banget dengan warnanya yang berwarna kuning tentu akan membuat para pendatang akan terpanah, penasaran dan biasanya pasti akan mendatangi tempat tersebut minimal berfoto atau ber selfie ria 🙂 …. tempat itu dinamakan “Menara Siger

Menara Siger kebanggaan masyarakat Lampung tersebut berada di atas bukit dengan ketinggian 110 meter di atas permukaan laut. Pembangunan menara sejak tahun 2005 menghabiskan biaya Rp15 miliar. Menara Siger adalah simbol Lampung. Ia bukan hanya menjadi ikon pariwisata, tetapi dapat menjadi ikon dalam segala hal: keagamaan, seni dan budaya, pendidikan.

Anshori Djausal sebagai perancang mengungkapkan Menara Siger dapat memancing pengembangan kawasan pintu gerbang Pulau Sumatera. Pasca peresmian akan masuk investasi Rp100 miliar hingga Rp200 miliar. Dosen Fakultas Teknik Universitas Lampung ini menambahkan, dalam setahun sekitar 15 juta – 20 juta orang melintas di Pelabuhan Bakauheni. Hal tersebut merupakan sebuah potensi bagi promosi kepariwisataan dan potensi ekonomi.

Menata Siger adalah paduan antara land mark dan pariwisata. Bagi Anshori, Menara Siger ibarat gadis cantik yang akan memancing setiap orang untuk melamarnya. Maksudnya, Menara Siger akan menumbuhkan daya tarik dan magnet bagi setiap orang, termasuk daya tarik investasi.

Secara fisik, Menara Siger dibangun dengan memperhatikan ciri khas Lampung. Di sekitar tugu dibangun ruang-ruang yang menampilkan budaya Lampung serta sarana-prasarana pariwisata. Sebagai tugu di ujung Pulau Sumatera, Menara Siger dilengkapi dengan tulisan penanda Titik Nol Pulau Sumatera. Menara Siger dengan warna emas itu dilengkapi ruangan tempat wisatawan melihat Pelabuhan Bakauheni serta keindahan panorama laut dan alam sekitarnya.

Siger adalah topi adat pengantin wanita Lampung. Menara Siger berupa bangunan berbentuk mahkota terdiri dari sembilan rangkaian yang melambangkan sembilan macam bahasa di Lampung. Menara Siger berwarna kuning dan merah, mewakili warna emas dari topi adat pengantin wanita. Bangunan ini juga berhiaskan ukiran corak kain tapis khas Lampung.

Bagunan akan berisi data asta gatra, yaitu trigatra mencakup letak geografis, demografis dan kekayaan sumber daya alam (SDA). Berikutnya panca gatra, yaitu berisi ideologi dan hankam. Dengan demikian para turis tidak perlu banyak bertanya.

Payung tiga warna (putih-kuning-merah) menandai puncak menara. Payung ini sebagai simbol tatanan sosial. Dalam bangunan utama Menara Siger Prasasti Kayu Are sebagai simbol pohon kehidupan. Menara Siger tidak hanya berbentuk sebuah fisik bagunan, tetapi mencerminkan budaya masyarakat dan identitas masyarakat Lampung sesuai dengan filosofi berpikir dan bertindak sesuai visi dan misi mewujudkan Lampung yang unggul dan bardaya saing.

Menara Siger sebagai ikon kebanggaan masyarakat Lampung memang tidak bias di angap enteng, hal ini di sebabkan hingga saat ini Provinsi yang menjadi pintu gerbang Pulau Sumatra dan jawa ini baru memiliki ikon kebanggaan yang berskala nasional.

Sebagai masyarakat Lampung, tentu saja keberadaan menara Siger menjadi sangat layak dan mutlak di banggakan, menara Siger sangat berpotensi menjadi asset wisata kelas satu di wilayah lampung untuk menuju Visit Wilayah Lampung kedepan, kebudayaan lampung dan agar di kenal oleh tamu tamu dari manca Negara.

sumber wikipedia.org

Oke, ini baru perkenalan awal tentang lampung dan pastinya masih banyak lagi cerita-cerita tentang lampung di blog ini…

WELCOME DI KOTA BANDAR LAMPUNG 

SANG BUMI RUA JURAI

bandar lampung
foto bandarlampungku.com

Daftar Nama Objek Tempat Wisata Air Terjun Alam / Bahari yang ada di Lampung

  1. Air Terjun Bahuga – Way Kanan
  2. Air Terjun Batu Putu Sukadanaham – Bandar Lampung
  3. Air Terjun Cijantung dan Cikawat – Pesawaran
  4. Air Terjun Hurun – Pesawaran
  5. Air Terjun Jeram Semaka – Tanggamus
  6. Air Terjun Putri Malu – Way Kanan
  7. Air Terjun Semarang – Way Kanan
  8. Air Terjun Sepapah Kiri dan Kanan – Lampung Barat
  9. Air Terjun Sinar Tiga – Lampung Selatan
  10. Air Terjun Tambak Jaya – Lampung Barat
  11. Air Terjun Way Lalaan – Tanggamus
  12. Air Terjun Way Ngeluk
  13. Air Terjun Way Sabu -Lampung Selatan
  14. Air Terjun Way Sepuga – Lampung Barat
  15. Air Terjun Wiyono – Pesawaran
  16. Curup Gangsa – Lampung Utara
  17. Curup Indah Klawas – Lampung Utara
  18. Curup Paten – Lampung Utara
  19. Curup Selampung – Lampung Utara
  20. Curup Tujuh – Lampung Tengah
  21. Air Terjun Curup Indah Klawas.
  22. Air Terjun Curup Selampung
  23. Air Terjun Curup Gangsa
  24. Air Terjun Curup Merai – Desa Tanjung Riang Kecamatan Tanjung Raja.
  25. Air Terjun Curup Fajar – Desa Sukamenanti Kecamatan Bukit Kemuning.
  26. Air Terjun Bumi Harjo – Desa Bumi Harjo Kecamatan Bahuga.
  27. Air Terjun Sinar Tiga – Kecamatan Padang Cermin Lampung Selatan.
  28. Air Terjun Talang Rabun – Desa Talang Rabun
  29. Air Terjun Penyarian – Padang Cermin 40 km dari Bandar Lampung.
  30. Air Terjun Tanah Longsor – Padang Cermin 40 km dari Bandar Lampung.
  31. Air Terjun Way Sabu – Kecamatan Padang Cermin, ( Desa Padang Cermin )
  32. Air Terjun Siamang (Abah Bewok)
  33. Air Terjun Gunung Tanjung
  34. Air Terjun Talang Teluk
  35. Air Terjun Curug Water – Desa Kerinjing Kecamatan Rajabasa
  36. Air Terjun Guyuran – Desa Jondong Kecamatan Rajabasa
  37. Air Terjun Tanjung Heran – Atas hutan lindung dan di belakang desa
  38. Air Terjun Way Awi – Desa padang awi ( Ulu Padang Ratu )
  39. Air Terjun Wiyono – Desa Wiyono Kecamatan Gedongtataan Kabupaten Pesawaran
  40. Air Terjun Kupu Jambu
  41. Air Terjun Batu Perahu


pariwisata lampungDaftar nama objek wisata yang ada di Kabupaten Lampung Barat

  1. Terpadu Lumbok Ranau (Seminung Lumbok Resort)
  2. Wisata Paralayang
  3. Wisata Alam Pekon Hujung
  4. Wisata Alam Kubu Perahu
  5. Desa Wisata Lumbok
  6. Danau Suoh
  7. Arung Jeram Sungai Way Besai
  8. Pantai Tanjung Setia
  9. Pantai Labuhan Jukung
  10. Pantai labuhan jukung
  11. Pesisir Selatan
  12. Pantai Way Jambu
  13. Pantai Way Sindi
  14. Pantai Suka Negara
  15. Pantai Way Haru
  16. Situs megalitik di Pekon Purajaya
  17. Rumah tradisional di Desa Sukadana
  18. Petilasan Patih Gajah Mada di Kecamatan Lemong
Daftar nama objek wisata yang ada di Kabupaten Lampung Selatan
  1. Air Terjun Way Peros – Desa Pematang
  2. Goa Maja: Desa Maja Kecamatan Kind
  3. Pantai Air Panas – Desa Air Panas
  4. Pantai Bagus – Desa Merak Belatung Kalianda
  5. Pantai Guci Batu Kapal – Desa Maja
  6. Pantai Kresna – Kecamatan Kalianda
  7. Pantai Marina – Kecamatan Kalianda
  8. Pantai Merak Belatung – Dusun Muing, Merak Belatung
  9. Pantai Sapenan – Desa Merak Belatung
  10. Pantai Tanjung Beo – Desa Merak Belatung
  11. Pantai Way Urang – Desa Way Urang Kecamatan Kalianda
  12. Pantai Sebalang / Wisata Bahari Saburai – Dusun Sebalang Desa Tarahan
  13. Pantai Tarahan / Tanjung Selaki – Desa Tarahan Kecamatan Ketibung
  14. Pulau Pasir – Desa Rangai Kecamatan Ketibung
  15. Pantai Tarahan – Desa Tarahan Kecamatan Ketibung
  16. Pantai Alami – Desa Rugu Asem Ketapang
Daftar nama objek wisata yang ada di Kabupaten Lampung Tengah
  1. Air Terjun Curug Tujuh Yang Terletak di Kecamatan Padang Ratu
  2. Danau Bekri terletak di kecamatan Seputih Mataram
  3. Taman rekreasi Tirta Gangga terletak di Kecamatan Seputih banyak
  4. Gua Maria terletak di kecamatan Seputih Mataram
Daftar nama objek wisata yang ada di Kabupaten Lampung Timur
  1. Pusat Latihan Gajah (PLG) – Karangsari
  2. Bumi perkemahan – Way Kambas
  3. Penangkaran Badak Sumatera – Way kanan
  4. Rawa kali Biru – Way kanan
  5. Rawa Gajah – Way kanan
  6. Kuala Kambas – Way kanan
  7. Situs Purbakala Pugung Raharjo – Kecamatan Sekampung Udik
  8. Desa Tradisional Wana – Kecamatan Melinting
  9. Taman Agro Wisata – Kecamatan Pekalongan
  10. Danau Way Jepara – Kecamatan Way Jepara
  11. Danau Way Kawat – Kecamatan Sukadana
  12. Pesanggrahan Way Curup – Kecamatan Mataram Baru
  13. Wisata Magrove – Kecamatan Labuhan Maringgai
Daftar nama objek wisata yang ada di Kabupaten Lampung Utara
  1. Air terjun Curup Paten – Kec. Bukit Kemuning
  2. Taman Wisata Bendungan Way Rarem – Kec. Abung pekurun
  3. Way Tebabeng – Kec. Abung Selatan
  4. Bendungan Tirta Shinta – Kotabumi Selatan
  5. Kermat Semul Asem – Kotabumi Ilir
  6. Minak Trio Deso – Bukit Kemuning
  7. Curup Selampung – Ogan Lima
  8. Curup Kelawas Indah – Kec Abung Tengah
  9. Curup Ateng – Bukit Kemuning
  10. Taman Olah Seni – Jln. Jendral Sudirman No. 113
Daftar nama objek wisata yang ada di Kabupaten Pesawaran
  1. Pantai Cuku Upas – Desa Gebang, Padang Cermin
  2. Pantai Sekar Wana – Sukajaya lempasing, Padang cermin
  3. THR Ringgung (akses ke pulau tegal) – Sidodadi, Padang Cermin
  4. Pantai Mutun (akses ke pulau tangkil) – Sukajaya Lempasing, Padang Cermin
  5. Pantai Klara (Kelapa Rapet) – Desa Gebang, padang Cermin
  6. Air Terjun Kembar – Wates Way Ratai, Padang Cermin
  7. Air Terjun Ciupang (Muara) –  Wates Way Ratai, Padang Cermin
  8. Air Terjun Gunung Minggu – Desa Hurun, Padang Cermin
  9. Air Terjun Abah Uban – Desa hurun, Padang Cermin
  10. Tahura wan Abdurrahman – Padang Cermin
  11. Pulau Umang umang – Padang Cermin
  12. Pulau Tangkil – Padang Cermin
  13. Pulau Seserot – Padang Cermin
  14. Pulau Pahawang Lunik – Padang Cermin
  15. Pulau Tegal – Padang Cermin
  16. Pulau Maitem – Gebang Padang Cermin
  17. Pulau Pahawang – Punduh Pidada
  18. Pantai Pancur Permai – Sukarame, Punduh Pidada
  19. Pulau Legundi – Punduh Pidada
  20. Pulau Balak – Pagar Jaya, Punduh Pidada
  21. Lunik Resort – Punduh Pidada
  22. Air Terjun Gunung Tanjung – Margidadi, Punduh Pidada
Daftar nama objek wisata yang ada di Kabupaten Piring Sewu
  1. Kolam Renang Grojogan Sewu
  2. Kolam Pemancingan Sembilan
Daftar nama objek wisata yang ada di Kabupaten Tanggamus
  1. Wisata Pantai Terbaya
  2. Gisting dan Kawasan Batu keramat
  3. Taman Nasional Bukit Barisan Selatan
Daftar nama objek wisata yang ada di Kabupaten Tulang Bawang
  1. River Tour di Sungai Tulang Bawang
  2. Perkampungan di atas air di kuala Teladas
  3. Areal Konservasi rawa Pitu yang unik dengan keberadaan burung-burung yang bermigrasi antar benua
  4. Rawa Pacing
Daftar nama objek wisata yang ada di Kabupaten Way Kanan
  1. Curup Putri Malu – Desa Juku Batu Kec. Banjit
  2. Curup Bukit Duduk – Desa Juku batu Kec. Banjit
  3. Curup Bangsa – Kota Wai Kec. Kasui
  4. Sumber Air Panas – Kayu Batu Kec. Gunung Labuhan dan Bukit Gemuruh Kecamatan Way Tuba
  5. Agro Wisata Perkebunan – Talang Mangga Kec. kasui dan Gedung Batin Kec. Blambangan Umpu
  6. Wisata Perburuan – Kec. Blambangan Umpu
Daftar nama objek wisata yang ada di Kota Bandar Lampung
  1. Pantai Duta Wisata – Jl.RE. Marthadinata
  2. Pantai Tirtayasa – Jl. RE. Marthadinata
  3. Pantai Puri Gading – Jl. RE. Marthadinata
  4. Taman Wisata Bumi Kedatun – Jl. Wan Abdurahman
  5. Wisata Alam Batu Putu – Jl. Wan Abdurahman
  6. Taman Kupu-kupu – Jl. Wan Abdurahman
  7. Taman Dipangga – Jl. WR. Supratman
  8. Nuwo Olok Gading – Jl. Basuki Rahmat
  9. Taman Hutan Kota – Jl. Soekarno Hatta
  10. Lembah HIjau – Jl. Wan Abdurahman
Daftar nama objek wisata yang ada di Kota Metro
  1. Waduk Dam Raman – sebelah utara kota metro yang selalu ramai di kunjungi wisatawan
Daftar Nama Objek Tempat Wisata yang ada di Propinsi Lampung Secara Keseluruhan
  1. Pasir Putih di Lampung Selatan
  2. Merak Belatung di Lampung Selatan
  3. Wai Lalaan di Tanggamus
  4. Waduk Batu Tegi di Tanggamus
  5. Pantai Marina di Lampung Selatan
  6. Pantai Mutun di Lampung Selatan
  7. Pantai Duta di Lampung Selatan
  8. Taman Purbakala Pugung Raharjo di Lampung Timur
  9. Danau Ranau di Lampung Barat
  10. Teluk Semangka di Tanggamus
  11. Way Kambas di Lampung Timur
  12. Musium Lampung di Bandar  Lampung
  13. Bendungan Way Jepara di Lampung Timur
  14. Kalianda Resort di Lampung Selatan
  15. Makam Raden Intan di Lampung Selatan
  16. Way Belerang di Lampung Selatan
  17. Pulau Cantik di Lampung Selatan
  18. Bendungan Way Ramem di Lampung Utara
  19. Air Terjun Putri Malu di Lampung Selatan
  20. Lembah Hijau di Bandar Lampung
  21. Tabek Indah di Bandar Lampung
  22. Menara Siger di Lampung Selatan
  23. Gunung Krakatau di Lampung Selatan
  24. Gunung Seminung  di Lampung Barat
  25. Hutan Monyet di Bandar Lampung
  26. Bumi Kedaton di Bandar Lampung
  27. Makam Pahlawan di Bandar Lampung
  28. Pemandian Air Panas di Bandar Lampung
  29. Pulau Tangkil di Lampung Selatan
  30. Kelapa Rapat di Lampung Selatan
  31. Pantai Selaki di Lampung Selatan
  32. Way Lima di Pesawaran
  33. Kali Akar di Bandar Lampung
  34. Gunung Raja Basa di Lampung Selatan
  35. Pantai Puri Gading di Lampung Selatan
  36. Bendungan Batu Tegi di Tanggamus
  37. Pulau Pasaran Bandar Lampung

Daftar objek wisata ini sebenarnya bersumber dari  www.ragamtempatwisata.com/

Banyak yang belum tau jika lampung bukan hanya tentang pulau pahawang dan teluk kiluan, pulau yang terkenal dengan pesona alam dan surga bawah lautnya yang sangat menawan itu. Karena namanya yang tidak sepopuler ke duanya, maka pulau pasaran tidak begitu menjadi urutan kelas wahid dalam tujuan wisata para traveler atau para penikmat jalan-jalan, Namun bagi saya ada satu hal yang unik di pulau pasaran ini, yaitu potret tentang si pembuat ikan teri nomor satu di Lampung.

baca juga: Jalan jalan ke pulau wayang lampung yukk, salah satu destinasi yang lagi naik daung di lampung

https://kelilinglampung.wordpress.com/
foto by kelilinglampung.wordpress.com/ 

Pulau Pasaran Bandar Lampung – Pagi ini setelah selesai sholat subuh saya langsung bergegas menancap motorku bersama kawan saya menuju ke salah satu perkampungan di desa teluk betung Bandar Lampung, Desa yang terkenal dengan ikan terinya. Perjalanan yang di tempuh pun terbilang cukup singkat karena jalanan yang kami lalui pada saat itu memang belum ramai (maklum berangkatnya kepagian rencana mau hunting sunrise tapi mendung haha), hanya terlihat beberapa orang yang sedang melakukan aktivitas berolahraga dan berjalan-jalan santai bersama keluarga.

Sesampai di Pulau Pasaran mentari pagi belum memunculkan sinarnya tapi telah terlihat para pekerja yang mulai meramaikan salah satu tempat di mana kapal yang membawa ikan teri akan berlabuh, satu per satu keranjang yang berisi ikan teri di angkat oleh para pekerja dan pekerja yang lain pun melanjutkannya sambil menarohnya di gerobak yang akan dibawa ke penampungan. Sesampai di penampungan itu selanjutnya ikan-ikan teri akan di sortir kembali sampai terbentuk ikan teri super, setelah itu ikan teri akan di jemur selama 3 jam (jika panas matahari normal),  ikan teri tersebut sudah dapat di kemas ke dalam dus untuk di kirim ke Jakarta.

Selain kamu dapat mengetahui proses pengolahan ikan teri sampai proses selesai, satu lagi hal yang harus kamu explore yaitu fotografi human interestnya. Jalan-jalan memang tidak bisa dipisahkan dengan yang namanya fotografi oleh karena itu jika kamu mengexplore pulau pasaran jangan pernah lupa mengabadikan potret para pekerja pengolahan ikan teri.

Pulau Pasaran sendiri mempunyai luas sekitar 12,5 Ha dan di huni oleh sekitar 263 KK (setidaknya itu adalah informasi terakhir yang saya peroleh dari pak kepala RT) Penduduk yang menghuni pulau nya juga kebanyakan adalah orang transmigran dari Jawa yang berasal dari Cirebon, Indramayu dan sekitarnya yang memang  sudah lama menghuni pulau ini serta beberapa orang yang berasal dari suku bugis Sulawesi selatan.

Di bawah ini beberapa hal yang wajib kamu explore jika traveling ke Pulau Pasaran lampung

  1. Teknik Pengolahan ikan teri terbaik di Lampung

    Ibu - ibu yang sedang menyortir ikan teri
    Ibu – ibu yang sedang menyortir ikan teri

    Seperti yang telah saya ceritakan di atas, bahwa ketika kamu meng-explore pulau pasaran maka penting bagimu mengetahui bagaimana ikan teri itu di proses sampai akhirnya ikan teri itu siap untuk di kirim. Barangkali aja jika kamu mengetahuinya kamu bisa membuka kegiatan yang seperti ini di kampungmu, misalnya saja saya yang berasal dari Sulawesi tentu ini sangat bermanfaat, siapa tau aja nanti kalau udah punya modal bisa buka bisnis seperti ini di sulawesi kan bisa jadi juragan ikan teri haha.. #siapa yang tau.. 😉

  2. Jangan Lupa mengasah teknik fotografi “human interestmu” di sini
    Teknik fotografi human interest adalah teknik fotografi yang tidak hanya mengandalkan seberapa canggih alat yang kamu pakai tapi seberapa peka kamu merasakan emosi yang ditampilkan oleh objek yang akan kamu foto. Untuk mendapatkan rasa tersebut tentu bukanlah hal yang mudah, perlu latihan yang rutin untuk merasakan emosi yang ditampilkan dari sebuah moment tersebut, nah disinilah tempatnya. Kamu harus terbiasa berbaur dengan masyarakat dan warga sekitar kemudian membuat suasana terasa nyaman dulu setelah itu minta izinlah untuk memotret.
  3. Jangan Cuman motret, sesekali bersenda guraulah dengan para warga setempat

    Pak RT dkk :)
    Pak RT dkk 🙂

    Nah ini dia juga yang nggak kalah penting, kamu jangan hanya sibuk memotret, sibuk mencari angel atau sibuk mencari moment, sempatkanlah sejenak berbicara dan bergurau kepada warga sekitar, agar mereka juga merasa nyaman dan merasa di hargai, tidak ujuk-ujuk datang dan hanya klik and shoot aja setelah itu pergi tanpa sebuah kesan dan perkenalan. waktu saya jalan kesini, saya sempatkan untuk bergurau dengan pak RT dkk yang sementara lagi bahas untuk kegiatan di pulau pasaran, warganya sangat ramah-ramah bahkan mereka sendiri yang meminta untuk di foto 😀 #simple tapi berkesan kan 😉

  4. Jangan lupa memotret warga yang sedang menangkap ikan dan para pencari kerang
    Hi 3

    Di sisi bagian belakang pulau pasaran kamu dapat menjumpai beberpa aktivitas para nelayan yang sedang menangkap ikan atau para warga yang tidak hanya warga lokal tapi ada juga yang berasal dari daratan. Tujuannya untuk menangkap ikan dan mencari kerang-kerang untuk di makan. Tentu bagi kalian yang suka Human interest fotografi, aktivitas ini tentu sangat bagus kamu abadikan.,tapi lagi-lagi tetap gunakan tata krama saat mengambil foto.
  5. Sunset di Sini keren Lohh..

    IMG_6573
    foto sunset by indra

    Sunset di pulau pasaran adalah salah satu spot untuk menikmati sunset yang cantik, hilir mudik perahu nelayan dan jembatan penyebarangan yang menghubungan pulau pasaran dengan daratan juga memperdalam kesan keindahan yang ditimbulkan.

  6. Hunting ke Pulau Pasaran bisa bawa pulang ikan teri buat istri
    Jalan-jalan ke sini tak lengkap rasanya jika tak membawa oleh-oleh khas pulau pasaran… yappp apalagi kalau bukan ikan teriiii.. haha… bagi yang sudah berkeluarga membawa buah tangan tentu akan menambah semarak indahnya rumah tangga #sayang istri. Ehhh jangan salah yang belum berkeluarga juga boleh loh bawa oleh-oleh teri, buat ibu dong pastinya atau buat ibu dari anak tetangga eakkk hahah…
  7. Oya satu lagi kelebihan pulau pasaran ini, di sini ada wifi gratis lohh 😀
    Kalau ini sih di beritahu ketika ngobrol dengan salah satu warga disana, bahwa katanya di sini ada wifi gratis yang merupakan bantuan dari Pemerintah. Penasaran dengan wifi itu saya langsung mencoba koneksikan wifi HP saya dan ternyata benar sekali pemirsa di situ ada wifinya.. wahhh hebbattt 😀 😀 .

Oke sekian explore saya tentang pulau pasaran, sampai jumpa di explore pulau lampung berikutnya .. salam traveling.

yukk jangan lupa juga jalan-jalan juga ke pantai klara lampung, bisa juga hunting foto baca di sini