Travel Photography Tidak Mudah Tapi Asyik
Posted by Adi Wijaya on 25th February 2015
| 1202 views

Setiap orang yang memiliki kamera dan tiket pesawat untuk melakukan perjalanan akan berpikir bahwa mereka bisa menjadi fotografer perjalanan atau seseorang yang bekerja pada bidang travel photography. Padahal kenyataannya tidak semudah itu. Ada banyak hal yang mungkin tidak dapat dilakukan oleh seorang traveller biasa dibandingkan dengan para penggiat fotografi perjalanan.Travel Photography Tidak Mudah Tapi Asyik

Jika Ada berbeda, maka sudah dipastikan memang ada yang berbeda. Seorang foto grafi perjalanan akan membutuhkan banyak waktu dan tempat untuk mengambil banyak gambar hingga pada akhirnya hanya beberapa gambar yang dijadikan sebagai setoran atau gambar hasil terbaik dari semuanya. Sedangkan traveller biasa mungkin tidak memahami hal ini karena mereka hanya mengambil gambar dan membagikannya kepada teman-teman dan melakukan sesuatu yang narsis.

Asyiknya Travel photography
Menjadi seorang fotografer perjalanan atau travel photography harusnya bisa bangun lebih pagi dari setiap orang yang melakukan perjalanan dengannya. Mereka bangun lebih pagi untuk mendapatkan kesempatan membidik matahari terbit dengan semburna. Mereka juga akan membawa kamera yang lebih berat dari ransel yang dimiliki traveller biasa. Mereka juga akan kehilangan pengalaman perjalanan karena terlalu sibuk mengambil gambar.

Selain itu, para pekerja travel photography biasanya memiliki kesabaran yang luar biasa karena setiap gambar yang bagus harus menunggu momen yang tepat untuk memotretnya. Dalam hal ini, tentu saja tidak dapat dibuat semalam saja, perlu proses yang panjang untuk bisa mengambil gambar yang sempurna dan sesuai dengan keinginan klien. Sementara traveller biasa tentu tidak akan memikirkan hal semacam ini.

Perihal stamina pun harus dijaga terutama dalam jadwal dan rencana perjalanan yang sibuk dan padat. Setiap fotografer perjalanan harus menjalani hari-hari yang panjang untuk mengambil gambar yang sesuai. Bisa saja mereka pergi pagi dan pulang larut malam tetapi tidak mendapatkan gambar yang diinginkan. Mereka juga harus menempuh banyak jalan agar bisa memotret keramaian, ketinggian, dan isolasi. Mereka diwajibkan untuk memiliki kekuatan yang baik dengan stamina yang tinggi.

Hal ini tentu berbeda dengan traveller biasa yang memotret apa yang mereka inginkan kemudian datang dan pergi sesuai dengan keinginan mereka tanpa dibebankan pada sebuah pekerjaan atau hasil memotret yang sesuai dengan keinginan klien. Traveller biasa bisa mengambil gambar sesuai keinginan mereka dan tak perlu berpikir terlalu berat dan memiliki stamina yang tinggi. Mereka bisa saja mampir ke tempat makan, sedangkan para fotografi perjalanan takkan bisa melakukannya karena mereka harus mengejar momen.

jadi kesimpulannya, menjadi fotografer perjalanan atau travel photography bukanlah pekerjaan yang mudah dan menyenangkan karena pada dasarnya setiap pekerjaan menuntun komitmen dan totalitas sehingga dapat memberikan hasil yang mengagumkan untuk klien yang memberikan kesempatan menemukan dunia baru serta pengalaman tak terlupakan.