Travel Photoghrapy pada Upacara Ruwatan Dieng Plateau
Posted by Adi Wijaya on 22nd February 2015
| 1485 views

Upacara Ruwatan Dieng PlateauBiasanya, pada bulan Agustus dataran tinggi Dieng akan diramaikan oleh datangnya banyak wisatawan lokal dan luar negeri yang sengaja ingin menyaksikan secara langsung perhelatan Dieng Culture Festival. Begitu jga dengan para travel photography yang akan dengan sengaja melakukan kegiatan perjalanan ke daerah ini.

Dataran tinggi Dieng atau Dieng Plateau adalah sebuah dataran paling tinggi di Jawa yang dimukim banyak orang dengan ciri khas mereka memakai sarung setiap hari. Kawasan ini berada di daerah Wonosobo Jawa Tengah diantara gunung Prau, Slamet, dan gunung gunung lain yang indah.

Penggutingan Rambut Gimbal Dijepret Travel Photography
Pada acara Dieng Culture Festival yang dilaksanakan beberapa hari, ada satu upacara yang disebut upacara ruwatan yang banyak diabadikan dari berbagai perspektif oleh para turis maupun para penggiat travel photography. Ruwatan ini adalah sebuah prosesi penyucian untuk kalangan tertentu, dalam hal ini adalah bocah yang memiliki rambut gimbal.

Adalah fenomena unik yang terjadi di Dieng mengenai bocah yang memiliki rambut gimbal. Biasanya bocah berusia 40 hari hingga 6 tahun akan tumbuh rambut gimbal secara alami di kepalanya. Hal ini sudah terjadi sejak dulu dan dipercaya bahwa anak anak dengan rambut gimbal adalah anak titipan dari seorang Kyai bernama Kolo Dete. Kyai ini adalah seorang punggawa di Mataram Islam yang bertugas membuka wilayah di dataran Dieng ini. Dengan istilah lain, Kyai Koto Dete ini adalah nenek moyang dari daerah Dieng.

Awalnya, rambut gimbal adalah tanda bahwa masyarakat Dieng telah sejahtera akibat dipimpin oleh Kyai Kolo Dete ini. Sejak itu, Dieng selalu memiliki anak dengan rambut gimbal yang dipercaya bahwa Dieng masih sejahtera. Semakin banyak anak gimbal, maka semakin sejahtera.

Tidak ada perbedaan yang berarti antara anak dengan rambut gimbal dan anak yang biasa saja. Keduanya tetap bermain bersama dan bersosialisasi seperti saja. Namun, dari segi keaktifan maka anak berambut gimbal justru lebih aktif dibandingkan dengan yang lain. Anak gimbal pun jika tersulut emosinya bisa saja tiba-tiba tidak terkendali. Untuk itu, harus diadakan pemotongan rambut gimbal agar anak tidak seperti itu dan kembali menjadi anak biasa.

Banyak ritual yang dilaksanakan sebelum diadakan upacara pemotongan rambut. Para travel photography biasanya memanfaatkan momen ini untuk mengabadikan tahap demi tahap upacara ruwatan berlangsung. Banyak sisi sisi tertentu yang biasanya lebih menarik jika diabadikan melalui lensa kamera. Jika ritual ritual sudah selesai, maka keesokan harinya akan dilakukan kirab menuju tempat dicukurnya anak gimbal.

Travel photography dikawasan Dieng apalagi ketika berlangsungnya upacara ruwatan ini akan terasa lebih mistis dan berunsur magical. Para fotografer harus dapat memasukkan unsur tersebut sehingga dapat terbaca dan tersirat melalui foto yang mereka ambil. Selain itu, dapat juga memotret banyak bentangan alam dieng seperti kawah sikidang, danau tiga warna, bukit sikunir, gowa semar, dan lain lain.