Home Blog Page 2

Tampil Keren Saat Traveling Dengan Kemeja Flanel

2
Foto by balnyes

Halo gais.,, pernah nggak sih kalian perhatiin foto-foto traveller jaman sekarang..? kalau yang saya liat sih,,sekarang itu bukan hanya cerita tentang kesuksesan seorang traveller mendatangi tempat indah tersebut, tapi gimana cara mereka memaksimalkan sebuah foto yang sangat indah dari sebuah landscape alam yang begitu mempesona.

Beberapa orang mungkin berpikiran sama dengan saya, yaitu ketika menemukan sebuah landscape yang begitu indah maka hasil fotonya pun harus maksimal, sayang aja kan jika sudah jauh-jauh tapi hanya menghasilkan foto yang ala kadarnya aja, rasanya tak sebanding dengan usaha yang telah dikeluarkan. 

Ngomongin tentang foto yang bagus kali ini saya khusus akan membahas dari segi kostum aja lebih khususnya lagi “Style of Traveller dengan Kemeja Flanel” Kenapa khusus Flanel aja..? karena menurut saya style dengan kemeja flanel ini adalah style yang tak akan pernah lekan oleh waktu dan perubahan gaya yang begitu cepat.

Cerita singkat tentang Sejarah Kemeja Flanel

Kata flanel berasal dari bahasa Wales, yaitu gwlanen, yang artinya “bahan wol”.  Menurut sejarah, flanel tercatat ditemukan pada awal abad ke-16 di Wales, dengan sebutan flannelette. Pada saat itu para petani memakai pakaian hangat yang agak tebal untuk melindungi diri mereka dari cuaca dingin dan rerantingan pohon.

Di Perancis, istilah flanelle dipakai di akhir abad ke-17. Dan pada awal abad ke-18, di Jerman menyebutnya flanell. Dalam bahasa Inggris ditulis flannel.

Karena terkenal dengan bahannya yang tebal dan sangat bagus itu kemudian banyak para pekerja yang menggunakannya sebagai pelindung saat cuaca dingin ketika turun bekerja, mereka sering memadupadangkan dengan sepatu boots dan topi coboy andalahnnya.

Foto by Kaskus

Setelah mengalami perkembangan yang semakin pesat akhirnya Pada tahun 1963, The Beach Boys kembali membuat kemeja flanel ini terkenal, setelah mereka berpose mengenakan kemeja flanel sambil mengangkat papan luncur untuk cover album mereka, “Surfer Girl”.

Sumber foto kaskus dengan tampilan The Beach Boys untuk cover lagu mereka “The Beach Boys”

Tahun 1990-an pun kemeja flanel makin dikenal karena banyak digunakan oleh artis-artis papan atas saat itu sebut saja vokalis Nirvana yaitu Kurt Cobain. Saking sukanya dengan kemeja flannel ini, beberapa orang merekomendasikan jika anda senang dengan style Kurt Cobain maka kamu wajib punya kemeja kotak-kotak ini.

Foto by www.nyoozee.com

Seiring berjalannya waktu kemeja flannel kini tak hanya digunakan oleh para pekerja lapangan namun beberapa traveler memasukkan barang ini sebagai list yang harus masuk dalam tasnya utamanya bagi temen-temen pendaki yang sering bergulat dengan dingin malam di puncak gunung.

Kelebihan Memakai Kemeja Flanel

Foto by balnyes dengan kemeja flanelnya berpose keren dengan background air terjun citambur
  1. Dapat digunakan pada situasi Formal dan Non Formal
    Nah ini salah satu yang saya sukai dari kemeja flannel ini, kenapa..?? karena dapat digunakan pada situasi formal maupun non formal, misalnya saja mau digunakan ke kampus, sangat bisa, Mau digunakan untuk traveling apa lagi, sangat cocok. Ketika sedang traveling pun dan kebetulan kita mendapat undangan untuk mendatangi sebuah acara formal maka style dengan kemeja flanel sangat pas menjadi pilihan yang utama, selain lebih sopan tentu akan menegaskan kembali bahwa kamu adalah seorang Traveller sejati.
  2. Sangat cocok pada cuaca dingin
    Saya sudah sering melihat teman-teman pendaki, ketika ingin mendaki pasti akan membawa minimal satu buah kemeja flanel, salah satu alasannya adalah karena kemeja flanel ini memang bisa meminimalkan cuaca dingin yang menusuk tulang sembari menikmati kopi panas.
  3. Bisa menambah Kepercayaan diri dengan tampilannya yang nggak mati gaya
    Traveling dengan style maksimal tentu akan menambah kepercayaan diri kalian ketika sedang traveling, pemandangan landscape yang sangat indah di dukung dengan tampilan yang kece abis tentu akan menghasilkan foto yang sangat bagus.
  4. Sangat cocok bagi kamu yang menyukai Traveling
    Bahannya yang tebal sangat pas untuk melindungi tubuh dari cuaca dingin dan tentunya sangat cocok bagi kamu yang menyukai traveling, karena bisa digunakan dalam situasi apapun. Tak perlu khawatir mati gaya ketika sedang traveling, yakinlah bahwa kamu keren ketika memakai flanel. Selain itu kamu pun bisa menghemat space tas kamu loh.

Nah itu dia gais beberapa alasan, kenapa kamu perlu punya kemeja flanel ini, selain bisa membuat kamu tampil maksimal tentu juga sangat bermanfaat ketika cuaca dingin. Saat ini untuk mendapatkan kemeja flanel pria tidak begitu sulit, tinggal mainkan jarimu dan ketik website online shop langganan kamu, misalnya saya dapat berbelanja kemeja flanel pria di Mataharimall.com dengan sangat mudah.

Tampil Keren Saat Traveling Dengan Kemeja Flanel

Harga yang ditawarkan pun sangat ramah dikantong berkisar antara 80.000 hingga 150.000 an. Begitu juga dengan pilihan-pilihan kemejanya sangat cocok bagi kalian pria-pria yang sangat menyukai traveling. semoga bermanfaat dan terima kasih. 

Serunya Menghabiskan Weekend di Pulau Pahawang

5

screenshot-2016-11-18-23-10-10Halooo sobat traveler, gimana weekend kalian..? udah punya jadwal liburan belum..?? Nah kalau belum, kali ini saya akan cerita tentang serunya weekend kami di Pulau Pahawang.

Jadi, pada beberapa minggu yang lalu saya bersama teman-teman kuliah yang juga berasal dari beberapa daerah berencana untuk liburan, pilihannya antara ke kiluan ataukah ke Pahawang. Oya sebelumnya kami memang sudah banyak mengetahui jika pulau pahawang adalah salah satu destinasi unggulan yang ada di Lampung khususnya bagi yang menyukai wisata bahari, dan setelah berdiskusi dengan teman-teman lainnya akhirnya kami memutuskan untuk ke Pahawang.

Gimana Cara Ke Pulau Pahawang..?

Bagi kalian yang belum tau tentunya ini adalah informasi yang sangat berguna jika ingin ke pulau pahawang. Jadi, untuk menuju ke pahawang sebenarnya ada dua cara.., yaitu jika dari jakarta bisa menggunakan kapal ferry atau bisa juga dengan pesawat. Nah kali ini saya akan ceritakan sedikit gimana sih sebaiknya kalian ke pahawang.

Oke pertama, Jika kalian Naik Pesawat, gimana caranya..?

Bandara Lampung yaitu Bandara Raden Inten II tidak terlalu jauh dari pusat kota, hanya sekitar 3o menit perjalanan, namun untuk menuju pulau pahawang tetap membutuhkan waktu 1 sampai 2 jam tergantung kecepatan mobil dan kepandaian sopi mencari jalan-jalan alternatif.

Tips lainnya adalah, jika kalian tidak menggunakan guide khusus yang akan menjemputmu di Bandara, maka alternatifnya adalah mobil-mobil yang tersedia di Bandara dapat menjadi pilihan kalian untuk menuju pahawang, namun kembali lagi ke keahlian kalian dalam menego sewanya (range nya berada di sekitaran 300 ribu sampai 400 ribu.

Yang ke dua jika star dari Pelabuhan Merak menggunakan kapal ferry ke Pelabuhan Bakauheni Lampung.

Beberapa wisatawan yang berasal dari jakata sering menggunakan moda transportasi ini, apalagi jika ingin tetap menghemat biaya perjalanan. Caranya adalah, disarankan kalian sudah tiba di Pelabuhan Merak pada pukul 00.00 dan paling lambat jam 1.

Kalian juga perlu mempertimbangkan bahwa dipelabuhan ini juga sering ramai apalagi jika bertepatan dengan hari libur, maka bisa dipastikan jadwal kalian akan terganggu, tapi dengan berangkat malam hari kemungkinan ini dapat di atasi.

Perjalanan dengan ferry dari pelabuhan merak ke pelabuhan Bakauheni dapat ditempuh sekitar 3 jam, dan lagi-lagi jika kalian belum punya mobil jemputan, maka di pelabuhan Bakauheni pun juga banyak terdapat mobil yang dapat kamu sewa menuju pelabuhan ketapang Lampung. Sewanya sekitar 500 ribu – 700 ribu. Nah lebih bagus lagi jika kamu minta di jemput, jadi kemungkinan bisa dapat diskon.. lumayan kan kalau bisa dapat diskon 50 ribu heheh…

Perjalanan dari Bakauheni ke Pelabuhan ketapang memakan waktu kurang lebih 3 jam. Jalur yang dilalui untuk menuju Pahawang sama dengan jalur yang dilalui untuk menuju ke Kiluan, hanya saja ke Kiluan harus masih menempuh perjalanan darat lagi yang panjang.

Tiba di Pelabuhan Ketapang (Pelabuhan tempat kapal bersandar untuk menuju Pulau Pahawang) langsung naik ke kapal. Kapal yang dinaiki tipenya seperti jukung tapi ini bisa memuat sekitar 17 orang plus barang, lebih besar. Jenis kapal yang bisa disewa untuk menuju Pulau Pahawang ada 2 jenis yaitu Speed Boat (kapasitas 6-8 org) harga sewanya sekitar 700 ribu per hari dan Kapal Jukung (15-20 orang) harga sewanya 500 ribu per hari, dan itu belum termasuk sewa alat snorkeling yah.

Kebetulan saat itu jumlah kami lumayan banyak maka kami di kasi bonus 1 orang free penyewaan alat, kan lumayan dapat free 1 orang. hehee…sewa alat di sana harganya bermacam-macam sih tinggal dibutuhkan skill nawar aja, biasanya sekitar 50 ribu sampai 75 ribu untuk 1 set alat snorkeling.

Nah di bawah ini adalah penampakan pelabuhan ketapang sobat traveler di sertai dengan aktivitas-aktivitas para driver kapal jukung. Oke setelah urusan kapal dan alat snorkeling terpenuhi maka saatnya kita berlayar…

 

untitled-1

Secara administratif Pahawang ini berada di Kecamatan Punduh Padada, Kabupaten Pasawaran, Lampung Selatan. Pulau utamanya sendiri ada dua, yaitu Pulau Pahawang Besar dan Pahawang Kecil. Tapi selain dua pulau di atas masih ada beberapa spot favorit lainnya yaitu Pulau Kelagian dan juga Tanjung Putus.

Dan kabar gembiranya lagi Pemerintah Kabupaten Pesawaran akan menggelar Festival Pahawang Teluk Ratai pada tanggal 25-27 November 2016. (di catet ya dan jangan lupa dateng) dan Insha Allah saya pun akan ikut juga dalam tour Photography Pulau Pahawang yang akan diadakan pada tanggal 25 November Nanti, Alhamdulillah suda terdaftar oleh Panitia)

Dan karena keindahan bawa laut Pulau Pahawang maka tak mengherankan jika sebelumnya, pada ajang Anugerah Pesona Indonesia 2016 yang digelar Kementerian Pariwisata, Pulau Pahawang sempat masuk nominasi kategori Surga Tersembunyi Terpopuler atau Most Popular Hidden Paradise, di kutip dari travel Detik.

Lanjut lagi menurut bapak Jaka Sungkawa, kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Pesawaran mengatakan pemerintah kabupaten akan membuat kemeriahan di Pulau Pahawang selama festival berlangsung. Festival juga dimeriahkan lomba foto, lomba menulis di blog, lomba perahu hias, lomba layang-layang. Ada pula event sepeda santai menjelajahi pulau di kutip dari travel Detik.

Seperti yang saya katakan sebelumnya bahwa ada beberapa destinasi pulau pahawang namun perjalanan kami kemarin hanya mengunjungi Pulau Pahawang Kecil, Kelagian Lunik dan Keasikan berlama-lama di Spot Taman Nemo Pulau Pahawang hehe..

PULAU PAHAWANG KECIL

Tujuan pertama kami adalah pulau pahawang kecil yang dapat kita tempuh selama 45 menit – 1 jam perjalanan laut. Kalian tidak akan jenuh selama di atas kapal karena pemandangan yang disajikan pun tidak akan membuatmu bosan selama perjalan tersebut. 

Awalnya sih kami kira akan bersadar di Pelabuan sana itu, dan akan berleyeh-leyeh di resort cantik tersebut, namun sayang skali sobat traveler ternyata resort ini milik pribadi,..hikss hehe..bisa di lihat di tengah pulau tersebut ada seutas tali yang akan membatasi langkamu dan terdapat plang kuning berwarna huruf merah bertuliskan “Pulau Pribadi di Larang masuk.”.

Jadi saya ngambil fotonya dari jauh aja ya 😉

Di tengah pulau yang menghubungkan pulau pahawang kecil dan pahawang besar bisa terdapat pasir timbul yang terjadi ketika air laut surut. Pasir putihnya.. aduhaiii, dan jangan lupa abadikan foto.

ini beberapa foto yang sempat saya abadikan di pulau pahawang kecil…cakep kan viewnya 🙂

dsc_0060

pahawang-copy

SNORKELING DI TAMAN NEMO

Spot snokeling pertama masih di sekitaran pulau pahawang kecil dan Pertama kali saya turun, saya telah di sambut oleh sekumpulan ubur-ubur dan ikan-ikan cantik, tapi tenang aja ubur-ubur yang kami jumpai tidak akan menyengat kok.

Kesan pertama sih, sempat khawatir juga tapi driver kami mengatakan kalau itu tidak menyengat, dan akhirnya kami pun melompat. beberapa teman saya coba memancing kawanan ikan dengan roti, dan yang bener aja… segerombolan ikan tiba-tiba datang menghampiri hehehe… (tapi sayang skali, saat itu tak memegang kamera underwater).

Lajut ke Spot Snorkeling, yaitu Taman Nemo.

Nahh di spot inilah yang bikin kami khilaf dan sampai lupa waktu, nggak terasa kami snorkeling sampai akhirnya waktu menujukan pukul setengah 4 sore dan belum sempat ke spot lainnya. ahhh di spot ini memang bagai candu bagi saya. beberapa moment bawah laut yang sempat saya abadikan.

snorkeling-di-pulau-pahawangtaman-nemo

PULAU KELAGIAN LUNIK

Setelah puas dengan snorkeling kami melanjutkan perjalan ke pulau kelagian lunik, di sini kami tak berlama-lama, hanya mengelilingi beberapa spot pulau ini, foto-foto kemudian balik lagi. Beberapa teman memang sempat mencoba snorkeling tapi sayang skali trumbu karangnya tidak recomended seperti spot sebelumnya. Menurut kabar dari Nahkoda kapal kami, biasanya tempat ini ramai dikunjungi ketika malam pergantian tahun.

Beberapa penduduk juga terlihat berjualan di pulau ini, jadi jika lapar tak perlu ragu. berikut foto-foto yang sempat saya abadikan.

pulau-kelagian-lunik-copy

Alhamdulillah sekita pukul 04.30 sore itu kami kembali merapat di pelabuhan ketapang, setelah berbilas dengan air bersih kami pun melanjutkan perjalanan pulang. ingin cepat rasanya sampai ke kosan dan tidur-tiduran.

Mampir makan duren dulu..

Memang paling enak jalan-jalan bertepatan dengan musim buah, sama seperti dengan perjalanan kami kemarin. Karena bertepatan dengan musim buah duren di lampung maka kami pun menyempatkan makan duren. Di sepanjang jalan banyak yang menjajakan buah ini, dengan catatan “Berangkatnya musim duren yah” hehe….

makan-duren

Nah sekian sobat traveler cerita perjalan kami tentang pulau pahawang, salah satu destinasi terbaik jika ingin berwisata bahari di Lampung. sekian dan terima kasih.. Tabik

Obyek Wisata Sejarah Di Surabaya

2
Sumber gambar: akucintanusantaraku.blogspot.co.id

Ada beberapa orang yang menyukai sejarah. Mereka mencari jejak sejarah dari buku sampai berkunjung langsung atau berwisata ke lokasi sejarah,  seperti museum, tempat ibadah, jalan, bangunan kuno, dan lainnya. Jika Anda termasuk penggemar wisata bersejarah, maka Surabaya termasuk kota yang wajib dikunjungi.  Mengapa? Karena di Kota Surabaya banyak terjadi peristiwa yang berhubungan dengan sejarah Indonesia.

Salah satu peristiwa sejarah yang terkenal adalah tanggal 10 November tahun 1945. Rakyat Surabaya melawan tentara sekutu hingga jatuh banyak korban. Karena peristiwa tersebut, tanggal 10 November dijadikan sebagai hari Pahlawan. Jejak peristiwa sejarah menjadi obyek wisata yang banyak dikunjungi wisatawan. Perkembangan hotel di Kota Surabaya telah berkembang pesat. Salah satu hotel favorit di kota ini adalah Hotel Ciputra World Surabaya.

Sumber gambar: hotelciputraworld.com
Sumber gambar: hotelciputraworld.com

Hotel yang terletak di Jalan Mayjend Sungkono dengan label bintang lima ini tidak jauh dari beberapa obyek wisata bersejarah. Selain itu, dekat juga dengan pusat perbelanjaan Surabaya Town Square, Ciputra World Mall, dan Royal Plaza Surabaya. Jadi, selain obyek wisata sejarah, Anda bisa menikmati obyek wisata belanja di lokasi hotel tersebut, asyik kan? Yuk lihat aplikasi Traveloka yang menyajikan berbagai macam tepat recomended. Bagaimanapun rasanya kurang lengkap jika berwisata tanpa berbelanja.

Sekarang mari kita telusuri obyek wisata sejarah di Kota Surabaya. Jangan lupa untuk mempersiapkan kamera yang maksimal supaya wisata Anda bisa didokumentasikan dengan apik. Selain itu, persiapkan juga notes atau ponsel untuk mencatat jurnal perjalanan Anda karena wisata sejarah tidak hanya sekedar datang, tetapi banyak hal yang bisa Anda pelajari dan Anda abadikan. Berikut ini beberapa obyek wisata bersejarah di Surabaya:

Tugu Pahlawan

Sumber gambar: rafihydar.it.student.pens.ac.id
Sumber gambar: rafihydar.it.student.pens.ac.id

Tugu Pahlawan adalah icon Kota Surabaya. Tugu yang berbentuk seperti lingga ini merupakan saksi sejarah peristiwa 10 November tahun 1945. Obyek wisata di area Tugu Pahlawan selain tugu juga terdapat area makam pahlawan yang tidak diketahui namanya. Di atas makam tersebut dibuat patung yang menggambarkan perjuangan rakyat. Sementara di sudut lain berdiri dengan kokoh patung Bung Karno dan Bung Hatta yang tengah membacakan proklamasi.

Untuk menuju obyek wisata ini sangat mudah karena letaknya strategis. Lokasinya berada di dekat Stasiun Semut dan dilewati banyak transportasi dari berbagai terminal bus. Saat weekend, area tugu banyak dipenuhi wisatawan lokal maupun asing. Mereka tidak hanya menikmati bangunan-bangunan di sekitar Tugu Pahlawan, tetapi juga asyik berbelanja di pasar dadakan. Pasar dadakan ini menjual aneka dagangan dari yang baru hingga barang-barang second.

Museum 10 November

Sumber gambar: m.tempo.co
Sumber gambar: m.tempo.co

Lokasi wisata Museum 10 November terletak di bawah Tugu Pahlawan. Arsitektur bangunannya cukup unik menyerupai piramid-piramid mungil dan di dalam museum ini, Anda seperti melihat peristiwa 10 November tahun 1945. Terdapat barang-barang peninggalan para Pahlawan, termasuk senjata yang dipergunakan saat itu, juga rekaman pidato Bung Tomo, dan tokoh-tokoh peristiwa 10 November.

Masjid Ampel

Sumber gambar: akucintanusantaraku.blogspot.co.id
Sumber gambar: akucintanusantaraku.blogspot.co.id

Selain sebagai tempat ibadah, Masjid Ampel ini sudah dikenal menjadi obyek wisata reliji di Surabaya. Masjid ini merupakan bagian dari sejarah Islam, dibangun sekitar tahun 1421 oleh Sunan Ampel sebagai sarana menyebarkan agama Islam di Jawa. Anda akan tercengang membayangkan bahwa masjid ini sudah dibangun dari zaman Majapahit. Beberapa bagian masjid masih asli, seperti menara masjid yang menjulang cukup tinggi.

Arsitektur Masjid Ampel cukup unik, Anda bisa melihat lima gapura yang mengelilingi Masjid Ampel. Lima gapura ini konon memiliki filosopi sebagai lima rukun Islam karena memang setiap gapura menggambarkan tentang rukun islam. Salah satunya gapuro munggah melambangkan Rukun Islam ke lima, yakni haji. Keunikan lain Jika Anda berkunjung ke Masjid Ampel suasana sekitar masjid seperti di Arab, termasuk dagangan dan kulinernya.

Monumen Kapal Selam

Monumen Kapal Selam memiliki keunikan tersendiri karena kapal selam yang digunakan sebagai monumen adalah kapal selam asli. Kapal selam yang pernah dipergunakan di pertempuran Laut Aru antara Irian Barat dengan Belanda. Saat masuk ke dalam monumen ini Anda bisa membayangkan bagaimana dahulu para awak kapal selama berlayar merasakan suhu panas pada ruangan kedap udara karena belum ada pendingin.

Para awak kapal selam menghadapi kondisi di dalam kapal dan kondisi menantang maut di laut. Mengingat ini rasanya sedih,  wisata sejarah memang bisa menumbuhkan rasa cinta tanah air. Selain orang dewasa, anak-anak sangat bagus dikenalkan obyek wisata sejarah Indonesia. Oya, di Kota Surabaya masih banyak lagi obyek wisata sejarah yang bisa Anda datangi selain ulasan di atas loh, seperti Gedung Grahadi, Monumen Perjuangan Polri, dan masih banyak lagi.

Mecintai Warisan Budaya Lewat Traveling Photography edisi “Candi Borubudur”

10
sumber foto oleh manoharaborobudur.com/id/galeri/

Candi Borubudur merupakan salah satu bukti kejayaan masa lalu yang masih dapat kita nikmati kemegahannya hingga saat ini, selain tempat suci bagi umat agama Buddha, tempat ini juga menjadi salah satu destinasi yang sangat direkomendasikan jika berkunjung ke Indonesia. Keindahan yang berpadu dengan nilai budaya dan sejarah yang tinggi ini menjadikan Candi Borubudur sebagai salah satu warisan budaya dunia oleh UNESCO

Sejarah singkat Candi Borubudur

Beberapa sumber mengatakan bahwa Candi Borubudur diyakini merupakan peninggalan kerajaan Dinasti Sailendra pada masa pemerintahan Raja Samaratungga dari kerajaan Mataram kuno dan juga beberapa relief bergambar yang terdapat disekeliling candi juga menceritakan tentang Candi Borubudur ini.

Belum ada yang bisa memastikan asal usul penamaan Candi Borubudur, ada yang mengatakan nama tersebut berasal dari nama samara budhara memiliki arti gunung yang lerengnya terletak teras-teras ada juga yang mengatakan borobudur berasal dari ucapan para budha yang mengalami pergeseran. Satu-satu nya tulisan yang menyebutkan borobudur pertama kali adalah thomas Sir Thomas Stamford Raffles dalam bukunya yang berjudul sejarah pulau jawa. Para ahli sejarah memperkirakan raffles menyebut Borubudur dari kata “bore dan budur” Bore adalah desa yang terletak di sekitar candi sedangkan budur yang berarti purba.

Sejarah berdirinya candi borobudur diperkirakan dibangun pada tahun 750 masehi oleh kerajaan Syailendra yang pada waktu itu menganut agama Buddha,pembangunan itu sangat misterius karena manusia pada abad ke 7 belum mengenal perhitungan arsitektur yang tinggi tetapi borobudur dibangun perhitungan arsitektur yang canggih ,hingga kini tidak satu pun yang dapat menjelaskan bagaimana cara pembangunan dan sejarah candi borobudur ini.

Foto pertama Borobudur oleh Isidore van Kinsbergen (1873) setelah monumen ini dibersihkan dari tanaman yang tumbuh pada tubuh candi. Bendera Belanda tampak pada stupa utama candi.
Foto pertama Borobudur oleh Isidore van Kinsbergen (1873) setelah monumen ini dibersihkan dari tanaman yang tumbuh pada tubuh candi. Bendera Belanda tampak pada stupa utama candi. sumber wiki

Tingkatan Rana Spritual Candi Borubudur

Candi Borubudur yang di bangun dengan sarat makna dan nilai religius yang tinggi pada tiap-tiap tingkatannya. Meskipun terlihat dalam satu kesatuan namun ternyata candi ini dibagi dalam 3 tingkatan spiritual yaitu; Kamadhatu, Rupadhatu, dan Arupadhatu. Setiap bagiannya memiliki arti tersendiri dan penting untuk diketahui.

sumber foto id.wikipedia.org
sumber foto id.wikipedia.org

Kamadhatu

Pada tingkatan ini kamdhatu menggambarkan kehidupan manusia yang hanya mementingkan hawa nafsu, misalnya pergaulan bebas, narkoba, mementingkan kepentingan pribadi dan golongan dan masih banyak lagi contoh-contoh yang digambarkan dalam tingkatan ini.

Perbuatan seperti ini sangat bertentangan dengan ajaran Sang Buddha, sehingga mengelompokkan orang-orang seperti pada tingkatan paling rendah yaitu kamadhatu.

Seperti pada gambar kamadhatu berada di bagian paling luar, yang berarti susunan paling bawah di Candi Borobudur. Kamadhatu melambangkan ranah dari hawa nafsu, tempat bersemayamnya manusia awam. Tepatnya adalah alam bawah tempat manusia hidup.

Rupadhatu

Rupadhatu adalah tingkatan ke-dua dalam susunan candi Borubudur, pada tingkatan ini digambarkan bahwa manusia sudah bisa membebaskan diri dari gejolak hawa nafsu, bisa menahan perbuatan-perbuatan buruk namun masih diikat oleh rupa dan bentuk. Rupa dan bentuk dalam arti masih terikat dalam bentuk fisik manusia.

Letak Rupadhatu berada diantara Kamadhatu dan Arupadhatu, sesuai dengan artinya yang melambangkan alam antara (alam bawah dan alam atas). Rupadhatu menggambarkan kehidupan keduniawian sang Buddha pada masa lalu. Bagaimana beliau memulai awal kisah pengajaran tentang Buddha Dharma di taman Lumbiri.

Arupadhatu

Tingkatan Arupadhatu merupakan tingkatan tertinggi dari candi Borubudur. Pada tingkatan ini menggambarkan kesucian dari sang Buddha, tempat berdiamnya para dewa sejatinya adalah kebahagian dan ketenangan yang sejati, jauh dari hiruk pikuk duniawi dan hanya berfokus untuk beribadah pada sang pencipta.

Tingkatan Arupadhatu adalah Tergambar dari pola ukiran di atasnya yang sangat simple. itulah kenapa untuk mencapati tingkat ini penuh dengan lika-liku yang menggambarkan perjuangan manusia untuk bisa terlepas dari semua tuntutan duniawi untuk mencapai ketenangan yang hakiki.

Lalu Bagaimana Memahami Jalan Cerita di Candi Borubudur

dsc_0372

Pada zaman dahulu Nenek moyang kita menulis pada sebuah batu, di ukir sedekian rupa dalam bentuk simbol atau gambar, atau kita kenal dengan istilah prasasti, Contohnya adalah prasasti batu Batutulis, dimana prasasti Batutulis ini dianggap terletak di situs ibu kota Pajajaran, lalu ada juga Prasasti Kota Kapur yaitu prasasti berupa tiang batu bersurat yang ditemukan di pesisir barat Pulau Bangka.

Nah di sekeliling candi borubudur ini juga akan banyak kita jumpai relief bergambar, jadi jika kita hanya melihat satu persatu gambar tersebut makan dipastikan anda tidak akan mengetahui jalan ceritanya…lalu gimana caranya..??

Hayoo belum pada tau kan..? jadi untuk mengamati jalan ceritanya, larut dalam kisahnya maka anda haruslah berjalan mengitari candi searah dengan jarum jam atau istilahnya biasa dikenal dengan pradaksina.

Masuk melalui pintu timur, berjalan searah jarum jam agar posisi candi selalu ada di sebelah kanan, tiba di tangga timur dan melangkahkan kaki naik ke tingkat berikutnya. Lakukan ini secara berulang-ulang hingga kamu sampai pada puncak candi atau Arupadhatu.

Perjalanan mengelilingi candi, mengamati setiap ceritanya akan terbayarkan dengan pemandangan alam yang sangat indah, bagai dinding-dinding penjaga Candi Borubudur tampak dari kejauhan beberapa puncak gunung terlihat sangat jelas yaitu Gunung Sindoro, Gunung Sumbing, Gunung Merbabu, Gunung Merapi dan Perbukitan Menoreh.

Candi Borubudur saat ini

Candi borubudur teletak di Magelang jawa tengah atau sekitar 100m di sebelah barat daya Semarang, untuk menuju ke lokasi candi sangat mudah karena lokasi candi pun sangat mudah di jangkau sehingga transportasi seperti bus dapat dengan mudah kita jumpai. Alternatif yang paling mudah adalah dengan menyewa motor menuju lokasi.

Rasanya kurang afdol jika tak mengunjungi salah satu mahakarya peninggalan sejarah ini, bangunannya yang sangat megah, kisahnya yang melegenda dan cerita-cerita lain yang sangat menarik untuk di simak.

sumber foto oleh manoharaborobudur.com/id/galeri/
sumber foto oleh manoharaborobudur.com/id/galeri/

Sebenarnya salah satu moment yang sangat pas untuk memotret keindahan candi borubudur adalah pada saat menjelang matahari terbit, yang terdengar hanyalah kicauan burung, terlihat kabut tipis yang menutupi pepohonan dan sawah serta mentari pagi yang masih tersipu malu menampakkan wajahnya dari balik gunung merapi. ahhh rasanya indah sekali, namun sayang saya pun harus gigit jari dan hanya bisa menikmatinya melalui gambar karena ternyata untuk dapat menikmati pemandangan ini kita harus ikut paket tour yang diadakan oleh salah satu pengelola.

Pada waktu-waktu tertentu pengunjung candi ini akan sangat ramai, misalnya bertepatan dengan hari libur, saat perayaan hari suci waisak dan juga pada akhir-akhir pekan tertentu. Hal ini perlu menjadi perhatian jika ingin mendapatkan hasil foto yang lebih lagi.

dsc_0302-2-copy

Jangan Lewatkan Event Tahunan di Borubudur “Pesta Lampion pada saat perayaan Waisak”

Candi borubudur merupakan tempat ibadah umat Buddha, salah satu kegiatan besar yang biasa diadakan disini adalah festival waisak. Festival ini diadakan tiap tahun dan wajib menjadi agenda liburan kamu nantinya, saksikanlah rasa magis yang begitu kental serta ribuan lampion yang diterbangkan akan menambah indahnya moment suci ini.

Foto by news.jalanjalanyuk.com

Candi Borubudur sarat makna dan Budaya, hal-hal di bawah ini harus kamu hindari jika Ke Borubudur

Tiap tahunnya bertempat di Kompleks Candi Borubudur, para umat Buddha dari berbagai negara akan berkumpul untuk merayakan hari suci ini. Dalam kalangan umat Buddha sendiri hari suci ini dinamakan hari raya Trisuci Waisak yang sebenarnya dirayakan untuk memperingati tiga persitiwa penting yang di alami oleh panutan mereka” Sidharta Gautama

Peristiwa penting itu adalah:

  1. Memperingati lahirnya Pangeran Sidharta Gautama di Taman Lumbini pada tahun 623 S.M;
  2. Hari raya waisak juga di peringati ketika Sidharta yang menjadi Buddha di Bodhgaya;
  3. Alasan kuat kenapa dirayakannya Hari raya waisak adalah wafatnya Siddharta di Kusinara pada usia 80 tahun.

Peringatan hari raya waisak ini dapat di saksikan oleh semua orang, tak terkecuali penganut agama lain. Karena keterbukaannya ini beberapa orang memanfaatkan kesempatan untuk mengambil beberapa gambar ketika umat Buddha sedang melakukan ritual ibadah.

Melupakan norma kesopanan dan tata krama demi mengejar foto yang bagus akan tapi menggangu kekhusyukan orang ketika ibadah juga tak patut kita tiru.

Membuang sampah, menaiki stupa juga merupakan kegiatan yang tidak boleh kamu lakukan di sini, ingat sekali lagi hargailah mahakarya ini dan jangan pernah kita rusak.

Foto by www.wego.co.id
Foto by madeyudistira

Ini caraku mencintai warisan budaya melalui Traveling dan Photography

Teringat quote salah satu Fotografer yang katanya seperti ini “Fotografer adalah saksi yang terpanggil untuk mendedikasikan hidupunya untuk menjelajah dan mengabadikan segala keindahan yang ada di dunia; baik di lingkungan sekitarnya, maupun di tempat nun jauh disana. Semua ini dilakukan tidak hanya agar ragam lokasi indah diketahui keberadaanya, tapi juga agar dapat kita nikmati bersama“.

Salah satu qoute yang menurutku sangat pas dengan apa yang kulakukan, tak peduli seberapa jauh tempat itu, selama masih sanggup dan kantong masih mendukung maka saya siap mendatanginya. Sebuah kebahagiaan tersendiri bagi travel photographer apabila orang-orang dapat menikmati foto yang sangat indah dan tersenyum ketika melihatnya 🙂

Salah satu hal yang sering saya lakukan adalah melakukan traveling ke tempat-tempat indah tersebut, mengabadikannya dalam lensaku kemudian menceritakannya dalam bentuk travel story pada blog ini, dan juga memanfaatkan sosial media seperti instagram, twitter dan facebook.

loveorlost-candi-borubudur

Foto-foto Keindahan Candi Borubudur

Berikut ini beberapa foto yang sempat saya abadikan ketika mengunjungi Candi Borubudur, semoga dapat terhibur.

dsc_0258
dsc_0331
dsc_0292-2

dsc_0363
dsc_0384

dsc_0395

Melalui gerakan ‘Love or Lost’, bersama dengan Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya, secara nggak langsung kita pun telah turut mensukseskan acara ini, mengkampanyekan falsafah warisan budaya dan mengenalkannya pada semua orang.

Ingat… Hargailah mahakarya ini karena tak akan ada lagi yang mampu menyaingi karya seperti ini, sungguh kita sebagai bangsa indonesia harus berbangga candi yang semegah ini berada di Negeri tercinta kita Indonesia.

Tulisan ini di buat dalam rangka turut serta dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya, DIrektorat Jenderal Kebudayaan.

sumber: wikipedia.org/wiki/borubudur

 

Dari Ujung Barat Indonesia, Saya ingin Menyelami Kearifan Lokal Desa Wae Rebo

18

Tampak sebuah bendera Merah Putih seukuran satu meter persegi diikatkan pada sebuah besi kecil yang langsung menancap ke batu, secepatnya saya langsung menyentuh dan menciumi bendera tersebut, rasa haru dan bangga tiba-tiba menyelimuti perasaan saya bahkan tak terasa mata ini berkaca-kaca. Ini adalah klimaks  dari sebuah perjalanan panjang saya mengelilingi sumatra, dari ujung selatan sampai ujung barat Indonesia selama +35 hari. Sebuah rasa haru dan bangga akhirnya bisa menginjakkan kaki saya di ujung barat negeri tercinta. “Saleum Teuka (bahasa aceh yang artinya selamat datang) di Kilometer Nol Indonesia.

Setelah melakukan perjalanan panjang seorang diri dan melintasi beberapa provinsi di Sumatra kini tepat hari ke-35 saya berkeliling sumatra dan tujuan terakhir saya adalah menjelajahi pulau sabang. Nama pulau Sabang bukanlah kosa kata baru ditelinga saya, ataupun nama suatu pulau yang baru ku kenal karena keindahan wisata baharinya namun jauh sebelum itu, sejak kecil saya telah mendengar pulau ini melalui salah satu lagu kesukaan saya “Dari Sabang Sampai Merauke ciptaan R. Suharjo”.

Pulau Sabang Aceh
Peta Perjalanan Saya ke Pulau Sabang Aceh

Saya menggunakan kapal ferry menuju pulau sabang, selain terbilang murah bagi backpacker, kita juga dapat menikmati sunrise di Pelabuhan Ulee Lheue. Setelah menempuh perjalanan sekitar 2 jam sampailan saya di pelabuhan Balohan – Sabang.

Sampai di Pulau weh saya langsung menancap motor saya menuju jalur seperti yang tertera pada gambar disamping. Mengikuti jalur dan panduan rambu-rambu lalu lintas yang sangat jelas terpampang di pinggiran jalan raya dan sesekali melirik GPS di HP.

Mampir di Air Terjun Pria Laot

Pulau weh memang sangat terkenal dengan keindahan pariwisata baharinya, karena di pulau ini kamu bisa menikmati surga bawah laut yang sangat menakjubkan seperti snorkeling di pulau rubiah dan beberapa spot penyelaman yang sangat memanjakan para pecinta diving, namun ternyata selain keindahan baharinya pulau sabang juga menyimpan pemandangan alam yang tak kalah indahnya salah satunya adalah air Terjun Pria Laot.

DSC_0976
Air Terjun Pria Laot

Alhamdulillah..Sampai Juga di Kilomoter Nol Indonesia

Kilometer Nol di Pulau Sabang itu menurutku lebih dari sebuah destinasi, ibaratnya jika pendaki mengatakan bahwa capaian tertinggi mereka adalah puncak dari sebuah gunung maka seorang backpacker yang keliling sumatra Kilometer Nol di pulau Sabang lah puncak dari perjalanan itu.

Sebuah Kepuasan tersendiri bagiku bisa sampai ke sini, meskipun di tengah perjalan sempat menyerah akan tetapi kebulatan tekad untuk menyelesaikan misi ini tetap harus terjaga. “Sekali Layar Terkembang, Pantang Biduk Surut Ke Pantai”. akhirnya setelah perjalanan panjang yang melelahkan sampailah saya di ujung barat negeri ini.. selamat datang di Kilometer Nol Indonesia.

DSC_0996

Menyusuri Indahnya Pantai Iboih

Pulang dari Kilomoter Nol jangan lupa mampir di salah satu spot snorkeling terbaik di pulau sabang Pantai iboih dan pulau rubiah.

DSC_1028
Tampak Boat yang sedang berjejer rapi, boat inilah yang biasa disewa wisatawan menuju pulau rubiah
DSC_1021
Memotret Aktivitas Sore Anak-anak di Iboih yang sedang asik bermain

Berburu Sunset di Pantai Pasir Putih

DSC_1067
Sunset di Pantai Pasir Putih

Liburan Impian yang telah lama di Idam-idamkan, Desa Waerebo

Benar kata orang, traveling itu ibarat candu bagi yang memulainya, Jika sudah mencoba sekali dua kali perjalanan, maka siap-siap aja bakal ketagihan. Harus ku akui bahwa virus traveling ternyata telah merasuki ku, setelah menjelajahi sumatra ternyata diri ini tak sanggup menahan godaan mengunjungi Desa Waerebo.

Wae Rebo adalah salah satu desa adat yang masih mempertahankan budayanya hingga kini, meski zaman sudah sangat modern, desa ini seperti tak lekang oleh waktu dan peradaban, selalu menjungjung tinggi nilai budaya dan kearifan lokal yang diturunkan oleh leluhur, bahkan UNESCO pernah memberikan penghargaan karena mampu menjaga dan melestarikan budayanya.

Terletak 1.200 mdpl, di Desa Satar Lenda, Kecamatan Satarmase, Ibukota Kabupaten Manggarai Barat, Flores, Nusa Tenggara Timur. Inilah desa wisata yang akan memberi anda pengalaman yang berbeda dari wisat lainnya.

Selamat Datang di Desa Wae Rebo

Foto By Anekatempatwisata.com
Foto By Anekatempatwisata.com

Setelah melihat-lihat jadwal libur maka saya memutuskan untuk mengambil tiket menuju Labuan Bajo pada awal-awal bulan februari. Menikmati secangkir kopi sambil melihat-lihat harga tiket di airpaz.com bisa jadi pilihan terbaik.

Rencana Jadwal Penerbangan Ke Denpasar

Banyak maskapai yang menuju ke Denpasar, Bali seperti Lion Air, Garuda Indonesia, AirAsia, Citilink, Sriwijaya Air dan Wings Air. Saya sengaja memilih tiket pesawat dengan penerbangan Jakarta ke Denpasar karena niatnya ingin mengexplore beberapa tempat di bali. Saya memilih penerbangan menggunakan AirAsia pada tanggal 1 Februari 2017 tepatnya jam 14.50 dengan perkiraan sampai di Bali pada sore hari dan bisa langsung ambil foto sunset jika masih memungkinkan. Setelah mengexplore bali dan sekitarnya, barulah saya kemudian melanjutkan perjalanan menuju tujuan utama saya, Desa Wae Rebo.

1

Sementara untuk pulangnya saya masih tetap via bandara Ngurah rai bali namun perkiraan baliknya sekitarnya tanggal 15 setelah puas menikmati jalan-jalannya.

2

Nusa Tenggara Timur memang sangat indah untuk di jelajahi, salah satunya adalah Desa wae rebo. Semoga di beri kesempatan karena itu, seandainya aku dapat Tiket Pesawat Gratis dari Airpaz.com, aku ingin traveling ke Desa Wae Rebo aamiinn.

Traveling Fotografi di Pantai Klara Lampung

8
Pantai Klara Lampung
Pantai Klara

Traveling Fotografi di Pantai Klara Lampung – Baru dua hari kepulangan saya dari perjalanan panjang keliling sumatra, capek nya pun belum hilang namun hasrat untuk jalan-jalan dan foto-foto seakan menjadi candu yang selalu menggoda saya. Hunting foto sambil jalan-jalan alias traveling dan photography memang selalu asik untuk dilakukan selain dapat menikmati panorama alamnya kita juga bisa memotret apa yang menurut kita menarik, bisa saja itu pemandangan alam atau bisa juga kegiatan-kegiatan lucu yang dapat kita jumpai pada saat motret.

Nah, sore kemarin (27 feb 2016) saya akhirnya memutuskan untuk jalan-jalan dan hunting foto di salah satu pantai di padang cermin, kabupaten pesawaran, kira-kira 1,5 jam perjalanan lah dari kota bandar lampung.

Nama pantainya adalah pantai klara, kenapa klara..? konon di pantai ini dulu banyak berjejer pohon kelapa yang rapat di pinggiran pantai sehingga dinamakan pantai klara (kelapa rapat). Pantai ini menurutku sangat cocok untuk liburan weekend keluarga, mengajak anak dan keluarga untuk lebih mengenal alam dan bermain air di laut tentu akan lebih asik daripada hanya di rumah menikmati tontonan yang kurang mendidik ala sinetron indonesia.

DSC_1163_wm

Hanya saja untuk masuk ke kawasan pantai klara ini kamu perlu merogoh kocek untuk tiket masuk orang dan motor/mobil. Tiket masuk untuk mobil sebesar Rp25.000, motor Rp15.000 dan tiket masuk per orang Rp10.000. (sudah termasuk biaya parkir pengunjung). Sepertinya untuk ke pantai ini kamu memang perlu menyiapkan uangmu apalagi kalau bawa pacar dan menyewa pondok,,, belum makan-makan di kawasan wisatanya…. (tapi alhamdulillah kemarin saya ke sini agak sorean jadi petugas loketnya sudah pulang dan saya pun nggak menyewa pondok karena bawa hammock) 😀 😀

Dermaga Pantai Klara

Jika berniat ingin bermain snorkling di pulau-pulau terdekat seperti pulau klagian dan pulau-pulau di sekitar pantai klara, di sini juga terdapat dermaga penyebrangan lohh….

DSC_1149_wm
Dermaga Penyebrangan di Pantai Klara Lampung

Tampak beberapa aktivitas orang-orang yang lagi bermain dan ber selfie ria di pantai klara. Pantai nya memang terlihat kurang bersih di sekitar dermaga ini apalagi kalau air laut nya lagi surut,, duhh kelihatan deh sampah-sampahnya. Jika ingin yang agak bersihan dikit kamu jalan kaki aja menyusuri garis pantai nya ke arah selatan, nah menurutku di situ garis pantai nya lebih bersih.

DSC_1152_wm
Aktivitas Pengunjung di pantai klara, selfie dan bermain pasir

Seperti namanya, Kelapa Rapat. Di pantai ini memang lumayan banyak terdapat pohon kelapa yang berjejer rapi di pinggiran pantai.

DSC_1167_wm
Jejeran Pohon Kelapa dan simbol bahwa kamu lagi di pantai klara (kelapa rapat)

Sewa Pondoknya berapaan..??

Bagi kamu yang ingin menikmati indahnya bersantai bersama keluarga atau bersama pacar barangkali, kamu dapat menyewa pondok di sini, hanya saja pondoknya nggak gratis yah.. 😀 …kamu perlu membayar beberapa rupiah untuk menggunakannya. biasanya sih sekitar Rp25.000- Rp50.000 per pondok, harga segitu bisa kamu nikmati sampai puas.

DSC_1172_wm
Jejeran Pondok di pantai Klara Lampung yang tertata rapi

Sangat susah nyari tempat bergelantungan dengan hammock

Salah satu niat saya ke sini memang ingin mencari tempat bergelantungan alias hamoockan tapi karena jarang kita temui pohon yang pas akhirnya saya hanya menggunakan pohon ini, ini pun karena pertimbangan tidak mengganggu areal parkir mobil.

di balik ini terdapat kisah miris, saya sempat di tegur oleh pemilik pondok di sini karena memasang hammock di sekitar areal parkir milik pondoknya.,alasannya sih nanti kalau ada yang datang dan mau menyewa pondok saya kan jadi terganggu dan nggak jadi nyewa pondok saya. Akhirnya dengan sedikit kesal saya pergi mencari tempat bergelantungan lainnya, untung pada saat ini lagi kurang orang dan sudah sorean gitu jadi masih gampang mencari tempat bergelantungan lainnya… coba bayangin kalau lagi ramai2nya,,, yah terpaksa nyewa pondok 😀

DSC_1131
saya dan temen-temen mah hammock an aja, maklum jiwa backpacker nya kebawa-bawa hehe…

Asiknya memotret Human Interest dan Panorama Alam

Emang asik banget yah jalan-jalan sambil motret, ada aja moment-moment yang akan kita jumpai dan sangat berkesan jika di tangkap dengan angel dan moment yang pas. foto di bawah ini menggambarkan dan seakan memberikan cerita tersendiri.

Foto pertama ini saya dapat momentnya ketika si abang yang baru saja naik dari laut dan berniat mengembalikan perahunya namun tiba-tiba dia bingung cara ngangkat kapal yang pas gimana ini.,,? alhasil karena berat yang nggak seimbang akhirnya boat  yang si abang angkat melorot ke depan dan menghalangi pemandangan nah moment yang pas seperti ini menurutku sanga asik untuk di abadikan dalam frame.

DSC_1156_wm

kalau foto ke dua ini ceritanya si adek yang sedang bermain dengan ibunya, setelah puas bermain pasir dan bermain air, sang ibu pergi lebih dulu dan meninggalkan anak nya (tapi nggak jauh banget kok jaraknya) nah si adek masih diem tuh di situ seperti sedang galau dan termenung atau mungkin adeknya lagi ngantuk yah 😀 😀

saya sengaja mengambil angel dan memasukan kapal-kapal itu ke dalam frame, karena menurutku akan lebih bagus aja 😀 kayaknya si adek ini sabar gitu yah…hehe…

DSC_1159

Ray of Light yang gagal haha…

Ntah foto ini bisa di kategorikan Ray Of Light apa nggak yah..hehe??Lohh Ray of light itu apa..? ROL itu dapat terjadi ketika cahaya sinar matahari menembus ke bumi tapi melalui sela-sela benda yang di lewati bisa di sela-sela dedaunan, di sela-sela awan seperti gambar di bawah ini, atau cahaya yang masuk ke gua melewati sela dedaunan. Jadi sinar matahari tidak serta merta memancarkan cahayanya ke bumi, dalam seni fotografi ini memang tidak sering terjadi, terkadang kita hanya kebetulan mendapatkannya atau sebenarnya kita juga bisa mencari sendiri, caranya kita perlu mengetahui arah cahaya matahari, biasanya sih di gunung-gunung atau di sela-sela bukit dan bebatuan (dengan catatan cuaca matahari saat itu lagi cerah)

Pada foto di bawa ini pun kejadiannya hanya kebetulan saja. melihat ROL seperti ini tanpa objek menarik lainnya menurutku ada yang kurang, sehingga saya menunggu moment yang lainnya. tiba akhirnya kapal nelayan yang kebetulan lewat dan sepertinya sangat menarik jika kapal tersebut masuk ke dalam frame dengan moment ROL tersebut. cekreekk… cekreekkk hehe…

DSC_1139_wm

Sepertinya di Pantai Klara bukan spot sunset 😀 😀

Yahhh sepertinya sih begitu, sunset di pantai klara ini kayaknya kurang recomended. mungkin agak berbeda jika saya hunting sunset di pantai sebalang kalianda lampung, tapi tak apalah langit orange-orange sikit tak apa hehehe….

DSC_1206_wm

oke sobat travel fotografi sekian dulu jalan-jalan dan hunting fotonya. semoga bermanfaat…  🙂

Air Terjun Lubuk Lau, Lampung

13
Air Terjun Lubuk Lau, Pesawaran, Lampung

Hari minggu memang selalu menjadi hari yang menyenangkan bagi semua orang karena banyak kegiatan yang bisa di lakukan, ada yang memanfaatkan hari minggu untuk liburan bersama keluarga tercinta, nongkrong bareng temen, dan yang suka jalan dan foto-foto hari minggu pasti menjadi hari hunting se dunia hahaha… ehh tapi jangan salah, untuk beberapa orang ada juga loh yang hari minggu buat tiduran aja (maksud hati buat nyindir soalnya saya pun biasa begitu 😀 😀 ) yahh mungkin karena semingguan capek kerja di kantor, atau nggak ada jadwal trip makanya tidur adalah layaknya surga yang nggak perlu di tunda 🙂 … tapi kali ini kita lagi semangat jalan-jalan, nyookkk hari minggu kita explore, jalan-jalan dan foto-foto 😀 😀

Oke kali ini saya dan dua orang teman saya mencoba explore sebuah air terjun yang terletak di kawasan wisata Lampung, tepatnya di pesawaran. Kawasan ini memang menjadi salah satu kawasan wisata yang paling banyak di kunjungi di lampung, karena di daerah ini banyak objek wisata yang dapat di lalui di antaranya ada pantai mutun, pantai sari ringgung, pantai ketapang, pantai klara dan tak jauh dari pantai ketapang itu kamu bisa menuju ke pulau pahawang, pulau yang saat ini menjadi primadona wisata bahari di lampung.

IMG20151129173113

IMG20151129173021

Air terjun ini yang bakal kita explore hari ini adalah air terjun lubuk lau, tepatnya sih nggak terlalu jauh dari kota bandar lampung lampung, kira-kira bisa di tempuh selama sejam perjalanan bahkan bisa kurang dari itu jika bawa motor mu kayak rossi.. (y) ya kalee kayak rossi, bisa cium tanah air tuh :V

yukk jalan-jalan juga ke pantai klara lampung, bisa juga hunting foto baca di sini

Nah untuk ke sini rute nya sangat gampang, kamu hanya perlu melakukan perjalanan ke arah pesawaran melewati pantai sari ringgung, pantai ketapang dan pantai klara, tak jauh dari pantai klara itu terdapat markas TNI Anggkatan Laut, Brigade Infanteri -3 Marinir, Batalyon Infanteri -9., terus saja sampai kamu menemukan pertigaan seperti yang terlihat pada gambar di atas, dari situ kamu ambil jalur ke kanan masuk menuju sebuah perkampungan sampai ke titik akhir di tandai dengan adanya bendungan.

Untuk Kendaraan seperti motor dan mobil dapat kamu parkir di sekitaran rumah warga atau nitip ke salah satu rumah yang ada di perkampungan tersebut, dan pastinya jangan malu dan bersikap sombong dengan tak menegur orang di perkampungan tersebut, karena pengalaman kami, orang di perkampungan tersebut sangat ramah-ramah jadi luangkan waktumu sejenak untuk kenalan dengan mereka.

IMG20151129171216

IMG20151129171255

Untuk menuju ke air terjun ini bisa di lakukan dengan jalan kaki sambil menyusuri pinggiran sungai, track nya lumayan lah tapi belum terlalu sulit, hanya mendaki gunung beberapa menit kemudian menurungi sungai.

nah untuk menemukan jalan ke pinggiran sungainya tanyalah warga yang kebetulan lewat di sepanjang jalan itu, kenapa..? karena jalan turunnya itu memang agak tersembunyi jadi sangat disarankan untuk bertanya ke warga, tapi tenang aja warga yang pulang dari kebun  itu sangat ramah-ramah sob… sebenarnya dari pinggiran jalan yang kami lalui pun air terjunnya sudah dapat terlihat cuman pusat air terjunnya masih terlindung oleh batu besar.

satu lagi, ketika kamu menyusuri sungai tersebut sebaiknya membuka sendal karena akan lebih nyaman untuk melepas sendal karena bebatuan sungainya sangat licin, sangat rawan anda akan terpeleset jika tak hati-hati.. jadi sekali lagi saya tekankan hati-hati menyebrangi batu licin tersebut. (untuk gadis yang belum terbiasa jalan ke pegunungan sebaiknya tidak ikut dulu demi keamanan diri sendiri) track menyusuri sungai itu yang buat saya ngeri, bahkan waktu kami ke sini sekelompok anak SMA sempat terpleset di sungai ini, lantaran batu licin sungai ini., dan parahnya dia nggak bisa berenang.. hufff, akhirnya aksi dramatis pun terjadi untuk menolong anak tersebut, syukurlah dia masih selamat 🙂

Setelah menyusuri sungai beberapa menit kamu akan menemukan spot air terjunnya, air terjunnya ada dua loh.. yang pertama kamu akan medapat air terjun yang masih rendah, yang kata saya itu sepertinya bukan air terjun…liat aja gambar di bawah ini.. 😀

DSC_0043
air terjun pertama, cuman setinggi 1 meter…kalau kata saya sih bukan air terjun hahaha…

Setelah menyebrangi air terjun pertama, turun lagi ke bawah sehingga kamu menemukan air terjun yang tampak seperti gambar di bawah ini.

DSC_0041

Di sini paling enak untuk nyebur dan membasahkan badan, maklum di sulawesi jarang ketemu air terjun, kebanyakan pantai dan pulau.. ayoo lompat hahaha… 😀

Habis basah-basahan paling enak minum kopi panas coy, ehhh tapi di sana kan nggak ada warung..?? owhh tenang aja kami sudah mempersiapkan kompor untuk masak air, kopi siap, cemilan siap… emmmm maknyosss nya

yooo di seduk kopinya… #nikmat josssss

Air Terjun Lubuk Lau, Pesawaran, Lampung
Air Terjun Lubuk Lau, Pesawaran, Lampung

Ini salah satu view air terjunnya… sampai di tempat saya berdiri ini, batunya pun sangat licin jadi hati-hati jika bawa kamera, kalau menurutku sih cocoknya bawa kamera action aja kayak gopro, xiaomi yi atau sj cam dll.

oke brader sekian cerita perjalanan kami di air terjun lubuk lau pesawaran, Lampung..

Happy Traveling with bugis traveler,, see you next trip..

Selamat Hari Blogger Nasional #27 Oktober

0
Selamat Hari Blogger Nasional #27 Oktober

Selamat Hari Blogger Nasional #27 Oktober – Halooo sobat blogger tau nggak sih kalau hari ini itu adalah hari kebanggaan blogger loh, di mana pada tanggal 27 oktober  itu di peringati Hari Blogger Nasional. Nah pada tahun 2015 ini hari blogger Nasional jatuh pada hari selasa tanggal 27 Oktober 2015. Harapannya saya sih nggak muluk2…semoga ke depan makin bisa konsisten dalam menulis.,bisa nemuin karakter tulisan saya sendiri dan pastinya lebih sukses dalam menulis aaminnn..

Jika ada seseorang yang bertanya kepada diriku apakah kamu menyukai menulis..?? saya mungkin mengatakan, iya saya sangat menyukai menulis tapi mungkin saya masuk kategori lazy writter kalee 😀 lohh kok bisa..? bayangin aja jika di otak ini sebenarnya ide-ide/bahan untuk nulis udah ada,tinggal nulis doang tapi nggak di sempet-sempetin juga nulisnya, alhasil ide-ide ini hanya sebatas di angan-angan, jawabannya saya pun ada-ada aja terkadang sok sibuk dengan kerjaan lah, lagi nggak pengen nulis dan berbagai macam alasan yang terkadang mampir di otak ini.. Nah barangkali ada saran untuk nulis lebih rajin..??

Berhubung kali ini adalah hari blogger Nasioanl nah saya ingin cerita tentang kisah perkenalan saya dengan dunia internet dan mulai mengenal dunia blog. Saya akan mengajak teman-teman flash back beberapa tahun belakang waktu saya masih kuliah di Jakarta.,karena awal cerita memang dari bangku kuliah itu.

Berkenalan dengan Dunia Internet dan Blog

Tak dapat di pungkiri jika dunia Blogger tidak bisa dipisahkan dengan yang namanya koneksi internet, orang yang kecanduan ngeblog dan punya motivasi tinggi, misalnya blog yang di kelola harus update minimal satu tulisan tiap hari menjadikan koneksi internet sebagai kebutuhan utama, bahkan terkadang rela nongkrong di cafe atau tempat nongkrong lainnya hanya untuk mengupdate blog yang di kelola, modalnya cuman secangkir kopi haha..

Kisah ini di mulai pada tahun 2009.,ketika saya di beri kesempatan untuk kuliah di jakarta dan harus meninggalkan kampung tercinta demi masa depanG yang lebih baik. Di sebuah kos-kosan kecil di gang setia, kalimongso belakang kampus Sekolah Tinggi Akuntansi Negara, tampak dari luar kosan itu memang terlihat bersih dengan cat dinding nya yang berwarna biru tapi jika kamu masuk lebih ke dalam, kos an itu agak berantakan, banyak barang di tiap sudutnya, untuk menonton TV pun ita harus mendongak karena TV nya di letakan setinggi pintu kamar kosan dan lemari TV kosan nya pun terbuat dari jeruji besi demi mengamankan dari ancaman maling yang terkutuk haha, meskipun kosannya seperti itu tapi asal sodara tau di tempat inilah kenangan selama 3 tahun saya habiskan bersama teman-teman seperjuangan yang kini telah di pisahkan karena penempatan instansi dan penempatan tugas kerja….nama kosanya adalah “WISMA BINTANG” .

Alhamdulillah di tempat itu saya berkenalan dengan beberapa orang yang berasal dari beberapa daerah, ada dari jawa, bali, medan, jakarta dan palembang.. Indonesia banget lah kos-kos an kami. Dari temen saya yang bali ini pula lah saya mengenal internet dan apa itu ngeblog.,dari tujuan awal iseng-iseng ehh malah kecanduan dan lahirnya blog pertama saya www.stanpajak.blogspot.com (sekarang:www.blogkeuangan.com).

Inkonsistensi dalam Ngeblog

Konsistensi dalam menulis mungkin adalah masalah terbesar saya dalam ngeblog, sempat vakum selama setahun akhirnya kembali lagi mengelola blog dengan ditandainya blog baru saya bugistraveler.com. Lahirnya situs ini pun sebenarnya di dasari karena hobby saya terhadap traveling dan fotografi hingga saya pun ingin agar tiap perjalanan saya terdokumentasi kan dalam sebuah blog pribadi tapi dengan foto-foto yang di usahakan sebagus mungkin.

Jangan tanya berapa duit yang saya dapat dari ngeblog ini,, maluuuu hehe… malu nya karena memang masih sangat sedikit di bandingkan dengan teman-teman lainnya yang sudah membuat buku dan juga punya pasif income dari nge blog nya.. asik kan… makanya ayooo ngeblog, karena ngeblog itu bukan cuman kegiatan positif biasa, ada yang awalnya ngeblog aja tapi bisa keliling dunia, ada juga yang jadi penulis hebat…

SELAMAT HARI BLOGGER NASIONAL #27 OKTOBER

Selamat Hari Blogger Nasional #27 OktoberAlhamdulillah saat ini Admin bugis traveler yaitu Adi Wijaya (saya sendiri)mengelola 3 Blog yaitu

  1. www.bugistraveler.com
  2. www.blogkeuangan.com
  3. www.mahasiswabaru.com

dan insyaAllah semoga Allah memudahkan saya dan teman-teman akan membuat sebuah situs yang dikelola secara bersama-sama dan pastinya lebih profesional.

sekali lagi Selamat Hari Blogger Nasional #27 Oktober

Jalan-Jalan ke Benteng Kraton Buton, Pantai Nirwana, Air Terjun Tirta Rimba #Day 1 Explore Bau-bau

7
Kepala naga bau-bau

Ketika Berencana melakukan sebuah Perjalanan ke Pulau Buton, yang terlintas di benak saya hanyalah Benteng Kraton Buton tapi ternyata saya salah ngeTrip ke Bau-bau dan Buton ternyata sangat menyasikan dan membuat saya rindu untuk kembali lagi ke pulau ini 😉 yukkk simak cerita…

Perjalanan menuju pulau Buton dapat di tempuh dengan menggunakan kapal cepat, normalnya sih dalam sehari itu ada dua jadwal keberangkatan, pada jam 7 an dan jam jam 12.30 siang untuk keberangkatan ke dua. Tapi pada perjalanan kali ini saya mengambil perjalanan siang hari karena memang pada hari itu masih bertepatan hari kerja, dan besok hari jumat nya baru libur. jadi yahh kira-kira ke buton bisa 4 harian pulang dan perginya.

Sampai di bau-bau sekitar jam 6 atau ba’da magrib, jadi kita menempuh perjalanan dari kota kendari ke bau-bau sekitar 6 jam an lah. tapi asik kok karena dalam perjalanan kamu dapat menikmati beberapa pemandangan seperti gugusan pulau-pulau kecil di sepanjang perjalanan, dan yang unik lagi sebelum masuk ke pelabuhan bau-bau itu atau sekitar setengah jam sebelum kita sampai, jangan lupa menyaksikan anak-anak nelayan dengan menggunakan perahu sampan kecil, mereka menunggu kamu melemparkan uang seribuan atau dua ribuan ke mereka, nah nanti mereka akan berlomba-lomba tuh mengambilnya, dan yang asik juga sebelum kita memasuki pelabuhan kota bau-bau dari jauh sudah nampak lampu kota bau-bau yang terlihat sangat indah.

Bagi teman-teman yang melakukan perjalanan ke pulau bau-bau dan buton, mungkin saya belum bisa memberikan referensi karena memang pada saat itu saya nggak nginap di hotel, jadi kebetulan ada teman yang bekerja di bau-bau jadi saya menginap di rumahnya.

Tapi jangan khawatir saya punya tips nya, jadi sebelum kamu traveling ke pulau bau-bau dan buton saya rekomendasikan untuk berkenalan dengan teman-teman backpacker lokalnya, mereka menamakan dirinya tukang jalan buton, tenang aja kok orang-orang nya pada ramah-ramah dan baik-baik dan pastinya mereka akan menemani kalian selama trip di sana, untuk join dan kenalan bersama mereka silahkan gabung di grup facebook mereka. saya pun waktu trip ke sini, yang ajak jalan-jalan yah mereka inilah..kalau kalian sempat kenalan sama mereka saya titip salam saja sama mereka.

Tanpa menunggu lama saya pun langsung mengontak teman tukang jalan, perkenalkan namanya fith mursadat orangnya baik dan pastinya welcome, nah dia dan teman-teman tukang jalan lainnya ternyata sudah menunggu saya di salah satu tempat nongkron mereka tepatnya di benteng kraton kesultanan buton, dan asyiknya dari tempat nongkron mereka ini view nya keren broh, kamu dapat melihat keindahan kota bau-bau pada malam hari, jadi ingat jangan lupa bawa kamera.

Pemandangan Kota Bau-bau pada malam hari

View Bau-bau malam hari dari Gerbang Wandailolo di Kraton Kesulatanan Buton
View Bau-bau malam hari dari Gerbang Wandailolo di Kraton Kesulatanan Buton

Nah ini yang aku maksud, untuk menikmati ini Kamu hanya perlu naik ke atap gerbang Wandailolo, dan jika kamu trip ke sini pada saat-saat bulan purnama pastinya lebih asik karena kamu bisa melihat indahnya bulan purnama.

Saya mengawali jumat pagi itu dengan mulai berkemas, mengecas batrei kamera dan sarapan kecil supaya badan tetap fit. setelah semua siap saya langsung menuju ke meeting poin saya bersama teman-teman tukang jalan di pertigaan pertamina arah menuju mesjid kraton juga.

Pantai Nirwana Bau-Bau

Untuk tujuan awal kami, saya di ajak ke salah satu pantai cantik di bau-bau namanya pantai Nirwana, lokasinya pun nggak juah dari kota bau-bau karena hanya perlu setengah jam untuk sampai ke sini. tepian pantai nya cukup indah dan pantai ini juga kebanyakan di datangi oleh para keluarga yang membawa serta anak nya sekedar untuk bermain pasir atau belajar berenang.

Saya mencoba snorkling di tempat ini tapi karang-karangnya tidak terlihat, kata temen kalau mau snorkling harus ke spot lain lagi dengan perahu karena di pantai nirwana memang hanya untuk wisata keluarga aja katanya. sambil manggut2 😀

3
ini baru beberapa aja teman-teman dari tukang jalan buton, bermain pasir di pantai nirwana
DSC_0622
Pantai Nirwana

sebenarnya di sini juga bagus untuk sunset cuman nggak sempat nungguin sunset nya karena memang terlalu banyak spot yang menarik di bau bau ini hehe..

foto by jaring-ide
foto by jaring-ide

Jum’at an di Mesjid Kraton Kesultanan Buton

Sepulang dari Pantai Nirwana saya bergegas siap-siap jum’at an di salah satu mesjid yang paling di agungkan di kota bau-bau, mesjid kraton kesulatanan Buton. Mesjid ini masih masuk di dalam kawasan benteng kraton dimana luas benteng tersebut sekitar 23,375 hektare  dan pada bulan september 2006 masuk dalam rekor MURI dan Guiness Book Record sebagai benteng terluas di dunia. Benteng ini juga memiliki 12 pintu gerbang yang disebut Lawa dan 16 emplasemen meriam yang mereka sebut Baluara. Untuk menuju ke sini dari kota bau-bau cukup 10 menit dari kota bau-bau.

siap-siap jum atan
foto ini saya ambil selesai sholat jum’at
DSC_0666
Suasana Mesjid nampak hening setelah jamaah pulang dan imam masjid beserta beberapa orang yang memakai sorban putih

Setelah sampai di mesjid kraton buton saya mengambil satu take foto, ehhhh jadi malu di liatin masukin lagi deh kameranya haha… karena memang masuk di mesjid ini serasa gimana yah, suasana sakral nya masih kerasa banget. Terdapat 12 pintu masuk ke dalam masjid yang salah satu di antaranya berfungsi sebagai pintu utama. Pada bagian depan masjid – di sebelah timur masjid, terdapat serambi terbuka. di dalam masjid terdapat sebuah mihrab dan mimbar yang terletak secara berdampingan. Keduanya terbuat dari batu bata yang di bagian atasnya terdapat hiasan dari kayu berukir corak tumbuh-tumbuhan yang mirip dengan ukiran Arab.

Nah pas masuk masjid,,ehhh tiba-tiba saya kaget ada bapak-bapak paruh baya yang jumlahnya ada 4 orang mengenakan pakaian khas buton lengkap dengan topi adat dan lainnya, bapak-bapak itu duduk bersila dan di depanya ada sehelai kain putih dan telah banyak bertumpuk uang dari para jamaah. Yahh spontan saja saya pun mengambil uang dari saku saya dan memberikannya ke bapak itu sambil salaman. ada rasa deg degan sih karena memang saya baru pertama kali nya jum’at an di mesjid ini.

Keliling Benteng Kraton Buton

Tak lengkap rasanya jika ke sini tak mengelilingi benteng kraton buton, benteng yang terluas di dunia. Nah dari mesjid saya coba keluar untuk mencari view yang pas, dan beberapa spot foto yang sempat saya abadikan dapat di lihat di bawah ini.

Tiang Bendera (Kasulana Tombi) dengan background mesjid kraton buton

Tiang ini didirikan pada akhir abad ke-17 pada masa pemerintahan Sultan Sakiuddin Darul Alam, tiang bendera ini untuk mengibarkan bendera kesultanan Buton yaitu Longa-longa. Bahan tiang pun masih terbuat dari kayu jati dengan ketinggian 21 Meter dari permukaan tanah.

Pada tahun 1870 an  masa pemerintahan Sultan Muhammad Isa Kaimuddin tiang bendera ini di sambar petir sehingga mengalami kerusakan, setelah perbaikan tersebut tiang bendera ini masih berdiri kokoh sampai sekarang., dan bahkan di perkirakan umur tiang bendera ini kurang lebih 300 tahun… waooooo kuat banget kayunya 🙂

Menurut Buya Hamka, Tiang Bendera ini juga difungsikan sebagai tiang gantungan untuk pelaksaan hukukan gantung di masa Pemerintahan Kesultanan Buton.

DSC_0690

Jangkar Kapal VOC

Masjid Agung Keraton Buton Dengan Jangkar Kapal VOC yang karam di Buton

DSC_0678

Makam Raja Murhum dan Batu Wolio di Benteng Kraton Buton

Tak jauh dari masjid, terdapat makam raja terakhir sekaligus Sultan pertama Buton, Murhum yang juga dikenal dengan Sultan Kaimuddin dan Halu Oleo (dalam bahasa Muna berarti delapan hari). Nama Halu Oleo diberikan karena Murhum mampu menyelesaikan perang saudara antara Konawe dengan Mekongga dalam waktu delapan hari.

Murhum adalah raja Buton pertama yang menganut ajaran Islam. Sejak itu pula, sistem pemerintahan berubah dari Kerajaan menjadi kesultanan. Makam Murhum terletak di belakang Baruga Keraton Buton (balai pertemuan) yang berada di hadapan Masjid Agung Keraton Buton.

Kamu Belum Sah Ke Buton Jika Belum Menyentuh “Batu Wolio”

Oya hampir lupa, kalau di tempat saya berdiri itu terdapat sebuah batu berwarna gelap dengan ukuran tinggi kurang lebih 1,40 m, yang menurut tradisi orang buton menyebutkan bahwa disinilah Wakaakaa pertama kali ditemukan bersamaan dengan kehadiran kelompok mia patamiana yang kemudian dinobatkan menjadi raja buton pertama setelah mendapat restu dari menteri Patalimbona yaitu Baluwu, Peropa, Barangkatopa, dan Gundungundu. Baru Wolio juga disebut Batu Yi Gandangi karena tempat tersebut ditabukan gendang menjelang pelantikan raja atau sultan.

Disamping sebagai tempat pengambilan tirta untuk dijadikan air mandi setiap calon raja atau sultanmaka batu wolio hingga saat ini masih tetap disakralkan oleh masyarakat Buton karena dianggap sebagai simbol kekuatan dalam menghadapi tantangan hidup, bahkan para pengunjung atau pendatang dari luar daerah sebelum memegang Batu Wolio ini di anggap belum tiba di negeri Buton.

Nah kalau di foto itu terlihat ibu yang sedang menggondong anaknya, di situlah terdapat seperti mata air yang keluar dari batu, kata penduduk setempat air dari batu tidak pernah kering meskipun musim kemarau.

DSC_0676DSC_0691

DSC_0699DSC_0709

Kepala Naga di Pantai Kamali Bau-bau

Setelah dari mesjid kraton buton saya juga menyempatkan untuk pergi ke salah satu ikon kota bau-bau, yaap Kepala Naga. Letaknya di pantai kamali sangat dekat dengan pelabuhan kapal cepat, jadi kalau ke bau-bau wajib chek in di sini, apalagi foto, oww wajib lah.. hahaha

oya satu lagi, di pantai ini kalau malam ramai banget, kamu bisa nongkrong di sini sambil menikmati malam di bau-bau di temani minuman khas sulawesi #sarabba dan sepirin #pisang epe.

DSC_0722

Air Terjun Tirta Rimba Bau-bau

Selaki waktu masih ada, saya juga menyempatkan untuk menikmati air terjun tirta rimba. jaraknya pun tidak terlalu jauh dari pusat kota karena bisa di tempuh selama 15 menit.

DSC_0768Lumayan capek juga jalan seharian mengelilingi kota bau-bau, walaupun baru sehari tapi spot yang bisa di datengin sudah banyak. Tapi perjalanan nggak sampai di sini di hari ke dua saya dan kawan-kawan tukang jalan buton akan menelusuri air terjun cantik di Kecamatan Kapontori, Buton. Tunggu ya ceritanya.. 😉

 

Welcome to Bandar Lampung “Sang Bumi Rua Jurai”

3

Alhamdulillah kali ini bugis traveler di beri kesempatan untuk menginjakkan kaki di salah satu kota di pulau sumatra, yeepp tepatnya di Provinsi Lampung. Sebenarnya tujuan ke sini bukan semata-mata untuk jalan-jalan sih tapi lebih karena sedang melaksanakan tugas belajar saya di Universitas Lampung (UNILA)

Namun karena insting, passion  terhadap jalan-jalan dan fotografi tidak bisa di tahan, walhasil sekalian explore lampung juga, dan semoga suatu hari nanti saya di beri kesempatan mengexplore pulau Sumatra sampai aceh.. di aminkan yah 😉

Sedikit perkenalan awal  tentang lampung di bawah ini saya ceritakan tentang Landmark yang merupakan kebanggaan orang lampung, saya bukan orang lampung tapi saya juga bangga melihat landmark tersebut… salah satu kekaguman saya terhadap kota ini.

Tentang Landmark Kota Lampung yang di lambangkan dengan topi adat pengantin wanita Lampung

Jika anda memasuki kota lampung tepatnya melalui pelabuhan Bakauheni maka mata anda akan tertuju ke salah satu bangunan yang menyerupai topi adat pengantin wanita lampung, khas banget dengan warnanya yang berwarna kuning tentu akan membuat para pendatang akan terpanah, penasaran dan biasanya pasti akan mendatangi tempat tersebut minimal berfoto atau ber selfie ria 🙂 …. tempat itu dinamakan “Menara Siger

Menara Siger kebanggaan masyarakat Lampung tersebut berada di atas bukit dengan ketinggian 110 meter di atas permukaan laut. Pembangunan menara sejak tahun 2005 menghabiskan biaya Rp15 miliar. Menara Siger adalah simbol Lampung. Ia bukan hanya menjadi ikon pariwisata, tetapi dapat menjadi ikon dalam segala hal: keagamaan, seni dan budaya, pendidikan.

Anshori Djausal sebagai perancang mengungkapkan Menara Siger dapat memancing pengembangan kawasan pintu gerbang Pulau Sumatera. Pasca peresmian akan masuk investasi Rp100 miliar hingga Rp200 miliar. Dosen Fakultas Teknik Universitas Lampung ini menambahkan, dalam setahun sekitar 15 juta – 20 juta orang melintas di Pelabuhan Bakauheni. Hal tersebut merupakan sebuah potensi bagi promosi kepariwisataan dan potensi ekonomi.

Menata Siger adalah paduan antara land mark dan pariwisata. Bagi Anshori, Menara Siger ibarat gadis cantik yang akan memancing setiap orang untuk melamarnya. Maksudnya, Menara Siger akan menumbuhkan daya tarik dan magnet bagi setiap orang, termasuk daya tarik investasi.

Secara fisik, Menara Siger dibangun dengan memperhatikan ciri khas Lampung. Di sekitar tugu dibangun ruang-ruang yang menampilkan budaya Lampung serta sarana-prasarana pariwisata. Sebagai tugu di ujung Pulau Sumatera, Menara Siger dilengkapi dengan tulisan penanda Titik Nol Pulau Sumatera. Menara Siger dengan warna emas itu dilengkapi ruangan tempat wisatawan melihat Pelabuhan Bakauheni serta keindahan panorama laut dan alam sekitarnya.

Siger adalah topi adat pengantin wanita Lampung. Menara Siger berupa bangunan berbentuk mahkota terdiri dari sembilan rangkaian yang melambangkan sembilan macam bahasa di Lampung. Menara Siger berwarna kuning dan merah, mewakili warna emas dari topi adat pengantin wanita. Bangunan ini juga berhiaskan ukiran corak kain tapis khas Lampung.

Bagunan akan berisi data asta gatra, yaitu trigatra mencakup letak geografis, demografis dan kekayaan sumber daya alam (SDA). Berikutnya panca gatra, yaitu berisi ideologi dan hankam. Dengan demikian para turis tidak perlu banyak bertanya.

Payung tiga warna (putih-kuning-merah) menandai puncak menara. Payung ini sebagai simbol tatanan sosial. Dalam bangunan utama Menara Siger Prasasti Kayu Are sebagai simbol pohon kehidupan. Menara Siger tidak hanya berbentuk sebuah fisik bagunan, tetapi mencerminkan budaya masyarakat dan identitas masyarakat Lampung sesuai dengan filosofi berpikir dan bertindak sesuai visi dan misi mewujudkan Lampung yang unggul dan bardaya saing.

Menara Siger sebagai ikon kebanggaan masyarakat Lampung memang tidak bias di angap enteng, hal ini di sebabkan hingga saat ini Provinsi yang menjadi pintu gerbang Pulau Sumatra dan jawa ini baru memiliki ikon kebanggaan yang berskala nasional.

Sebagai masyarakat Lampung, tentu saja keberadaan menara Siger menjadi sangat layak dan mutlak di banggakan, menara Siger sangat berpotensi menjadi asset wisata kelas satu di wilayah lampung untuk menuju Visit Wilayah Lampung kedepan, kebudayaan lampung dan agar di kenal oleh tamu tamu dari manca Negara.

sumber wikipedia.org

Oke, ini baru perkenalan awal tentang lampung dan pastinya masih banyak lagi cerita-cerita tentang lampung di blog ini…

WELCOME DI KOTA BANDAR LAMPUNG 

SANG BUMI RUA JURAI

bandar lampung
foto bandarlampungku.com

Daftar Nama Objek Tempat Wisata Air Terjun Alam / Bahari yang ada di Lampung

  1. Air Terjun Bahuga – Way Kanan
  2. Air Terjun Batu Putu Sukadanaham – Bandar Lampung
  3. Air Terjun Cijantung dan Cikawat – Pesawaran
  4. Air Terjun Hurun – Pesawaran
  5. Air Terjun Jeram Semaka – Tanggamus
  6. Air Terjun Putri Malu – Way Kanan
  7. Air Terjun Semarang – Way Kanan
  8. Air Terjun Sepapah Kiri dan Kanan – Lampung Barat
  9. Air Terjun Sinar Tiga – Lampung Selatan
  10. Air Terjun Tambak Jaya – Lampung Barat
  11. Air Terjun Way Lalaan – Tanggamus
  12. Air Terjun Way Ngeluk
  13. Air Terjun Way Sabu -Lampung Selatan
  14. Air Terjun Way Sepuga – Lampung Barat
  15. Air Terjun Wiyono – Pesawaran
  16. Curup Gangsa – Lampung Utara
  17. Curup Indah Klawas – Lampung Utara
  18. Curup Paten – Lampung Utara
  19. Curup Selampung – Lampung Utara
  20. Curup Tujuh – Lampung Tengah
  21. Air Terjun Curup Indah Klawas.
  22. Air Terjun Curup Selampung
  23. Air Terjun Curup Gangsa
  24. Air Terjun Curup Merai – Desa Tanjung Riang Kecamatan Tanjung Raja.
  25. Air Terjun Curup Fajar – Desa Sukamenanti Kecamatan Bukit Kemuning.
  26. Air Terjun Bumi Harjo – Desa Bumi Harjo Kecamatan Bahuga.
  27. Air Terjun Sinar Tiga – Kecamatan Padang Cermin Lampung Selatan.
  28. Air Terjun Talang Rabun – Desa Talang Rabun
  29. Air Terjun Penyarian – Padang Cermin 40 km dari Bandar Lampung.
  30. Air Terjun Tanah Longsor – Padang Cermin 40 km dari Bandar Lampung.
  31. Air Terjun Way Sabu – Kecamatan Padang Cermin, ( Desa Padang Cermin )
  32. Air Terjun Siamang (Abah Bewok)
  33. Air Terjun Gunung Tanjung
  34. Air Terjun Talang Teluk
  35. Air Terjun Curug Water – Desa Kerinjing Kecamatan Rajabasa
  36. Air Terjun Guyuran – Desa Jondong Kecamatan Rajabasa
  37. Air Terjun Tanjung Heran – Atas hutan lindung dan di belakang desa
  38. Air Terjun Way Awi – Desa padang awi ( Ulu Padang Ratu )
  39. Air Terjun Wiyono – Desa Wiyono Kecamatan Gedongtataan Kabupaten Pesawaran
  40. Air Terjun Kupu Jambu
  41. Air Terjun Batu Perahu


pariwisata lampungDaftar nama objek wisata yang ada di Kabupaten Lampung Barat

  1. Terpadu Lumbok Ranau (Seminung Lumbok Resort)
  2. Wisata Paralayang
  3. Wisata Alam Pekon Hujung
  4. Wisata Alam Kubu Perahu
  5. Desa Wisata Lumbok
  6. Danau Suoh
  7. Arung Jeram Sungai Way Besai
  8. Pantai Tanjung Setia
  9. Pantai Labuhan Jukung
  10. Pantai labuhan jukung
  11. Pesisir Selatan
  12. Pantai Way Jambu
  13. Pantai Way Sindi
  14. Pantai Suka Negara
  15. Pantai Way Haru
  16. Situs megalitik di Pekon Purajaya
  17. Rumah tradisional di Desa Sukadana
  18. Petilasan Patih Gajah Mada di Kecamatan Lemong
Daftar nama objek wisata yang ada di Kabupaten Lampung Selatan
  1. Air Terjun Way Peros – Desa Pematang
  2. Goa Maja: Desa Maja Kecamatan Kind
  3. Pantai Air Panas – Desa Air Panas
  4. Pantai Bagus – Desa Merak Belatung Kalianda
  5. Pantai Guci Batu Kapal – Desa Maja
  6. Pantai Kresna – Kecamatan Kalianda
  7. Pantai Marina – Kecamatan Kalianda
  8. Pantai Merak Belatung – Dusun Muing, Merak Belatung
  9. Pantai Sapenan – Desa Merak Belatung
  10. Pantai Tanjung Beo – Desa Merak Belatung
  11. Pantai Way Urang – Desa Way Urang Kecamatan Kalianda
  12. Pantai Sebalang / Wisata Bahari Saburai – Dusun Sebalang Desa Tarahan
  13. Pantai Tarahan / Tanjung Selaki – Desa Tarahan Kecamatan Ketibung
  14. Pulau Pasir – Desa Rangai Kecamatan Ketibung
  15. Pantai Tarahan – Desa Tarahan Kecamatan Ketibung
  16. Pantai Alami – Desa Rugu Asem Ketapang
Daftar nama objek wisata yang ada di Kabupaten Lampung Tengah
  1. Air Terjun Curug Tujuh Yang Terletak di Kecamatan Padang Ratu
  2. Danau Bekri terletak di kecamatan Seputih Mataram
  3. Taman rekreasi Tirta Gangga terletak di Kecamatan Seputih banyak
  4. Gua Maria terletak di kecamatan Seputih Mataram
Daftar nama objek wisata yang ada di Kabupaten Lampung Timur
  1. Pusat Latihan Gajah (PLG) – Karangsari
  2. Bumi perkemahan – Way Kambas
  3. Penangkaran Badak Sumatera – Way kanan
  4. Rawa kali Biru – Way kanan
  5. Rawa Gajah – Way kanan
  6. Kuala Kambas – Way kanan
  7. Situs Purbakala Pugung Raharjo – Kecamatan Sekampung Udik
  8. Desa Tradisional Wana – Kecamatan Melinting
  9. Taman Agro Wisata – Kecamatan Pekalongan
  10. Danau Way Jepara – Kecamatan Way Jepara
  11. Danau Way Kawat – Kecamatan Sukadana
  12. Pesanggrahan Way Curup – Kecamatan Mataram Baru
  13. Wisata Magrove – Kecamatan Labuhan Maringgai
Daftar nama objek wisata yang ada di Kabupaten Lampung Utara
  1. Air terjun Curup Paten – Kec. Bukit Kemuning
  2. Taman Wisata Bendungan Way Rarem – Kec. Abung pekurun
  3. Way Tebabeng – Kec. Abung Selatan
  4. Bendungan Tirta Shinta – Kotabumi Selatan
  5. Kermat Semul Asem – Kotabumi Ilir
  6. Minak Trio Deso – Bukit Kemuning
  7. Curup Selampung – Ogan Lima
  8. Curup Kelawas Indah – Kec Abung Tengah
  9. Curup Ateng – Bukit Kemuning
  10. Taman Olah Seni – Jln. Jendral Sudirman No. 113
Daftar nama objek wisata yang ada di Kabupaten Pesawaran
  1. Pantai Cuku Upas – Desa Gebang, Padang Cermin
  2. Pantai Sekar Wana – Sukajaya lempasing, Padang cermin
  3. THR Ringgung (akses ke pulau tegal) – Sidodadi, Padang Cermin
  4. Pantai Mutun (akses ke pulau tangkil) – Sukajaya Lempasing, Padang Cermin
  5. Pantai Klara (Kelapa Rapet) – Desa Gebang, padang Cermin
  6. Air Terjun Kembar – Wates Way Ratai, Padang Cermin
  7. Air Terjun Ciupang (Muara) –  Wates Way Ratai, Padang Cermin
  8. Air Terjun Gunung Minggu – Desa Hurun, Padang Cermin
  9. Air Terjun Abah Uban – Desa hurun, Padang Cermin
  10. Tahura wan Abdurrahman – Padang Cermin
  11. Pulau Umang umang – Padang Cermin
  12. Pulau Tangkil – Padang Cermin
  13. Pulau Seserot – Padang Cermin
  14. Pulau Pahawang Lunik – Padang Cermin
  15. Pulau Tegal – Padang Cermin
  16. Pulau Maitem – Gebang Padang Cermin
  17. Pulau Pahawang – Punduh Pidada
  18. Pantai Pancur Permai – Sukarame, Punduh Pidada
  19. Pulau Legundi – Punduh Pidada
  20. Pulau Balak – Pagar Jaya, Punduh Pidada
  21. Lunik Resort – Punduh Pidada
  22. Air Terjun Gunung Tanjung – Margidadi, Punduh Pidada
Daftar nama objek wisata yang ada di Kabupaten Piring Sewu
  1. Kolam Renang Grojogan Sewu
  2. Kolam Pemancingan Sembilan
Daftar nama objek wisata yang ada di Kabupaten Tanggamus
  1. Wisata Pantai Terbaya
  2. Gisting dan Kawasan Batu keramat
  3. Taman Nasional Bukit Barisan Selatan
Daftar nama objek wisata yang ada di Kabupaten Tulang Bawang
  1. River Tour di Sungai Tulang Bawang
  2. Perkampungan di atas air di kuala Teladas
  3. Areal Konservasi rawa Pitu yang unik dengan keberadaan burung-burung yang bermigrasi antar benua
  4. Rawa Pacing
Daftar nama objek wisata yang ada di Kabupaten Way Kanan
  1. Curup Putri Malu – Desa Juku Batu Kec. Banjit
  2. Curup Bukit Duduk – Desa Juku batu Kec. Banjit
  3. Curup Bangsa – Kota Wai Kec. Kasui
  4. Sumber Air Panas – Kayu Batu Kec. Gunung Labuhan dan Bukit Gemuruh Kecamatan Way Tuba
  5. Agro Wisata Perkebunan – Talang Mangga Kec. kasui dan Gedung Batin Kec. Blambangan Umpu
  6. Wisata Perburuan – Kec. Blambangan Umpu
Daftar nama objek wisata yang ada di Kota Bandar Lampung
  1. Pantai Duta Wisata – Jl.RE. Marthadinata
  2. Pantai Tirtayasa – Jl. RE. Marthadinata
  3. Pantai Puri Gading – Jl. RE. Marthadinata
  4. Taman Wisata Bumi Kedatun – Jl. Wan Abdurahman
  5. Wisata Alam Batu Putu – Jl. Wan Abdurahman
  6. Taman Kupu-kupu – Jl. Wan Abdurahman
  7. Taman Dipangga – Jl. WR. Supratman
  8. Nuwo Olok Gading – Jl. Basuki Rahmat
  9. Taman Hutan Kota – Jl. Soekarno Hatta
  10. Lembah HIjau – Jl. Wan Abdurahman
Daftar nama objek wisata yang ada di Kota Metro
  1. Waduk Dam Raman – sebelah utara kota metro yang selalu ramai di kunjungi wisatawan
Daftar Nama Objek Tempat Wisata yang ada di Propinsi Lampung Secara Keseluruhan
  1. Pasir Putih di Lampung Selatan
  2. Merak Belatung di Lampung Selatan
  3. Wai Lalaan di Tanggamus
  4. Waduk Batu Tegi di Tanggamus
  5. Pantai Marina di Lampung Selatan
  6. Pantai Mutun di Lampung Selatan
  7. Pantai Duta di Lampung Selatan
  8. Taman Purbakala Pugung Raharjo di Lampung Timur
  9. Danau Ranau di Lampung Barat
  10. Teluk Semangka di Tanggamus
  11. Way Kambas di Lampung Timur
  12. Musium Lampung di Bandar  Lampung
  13. Bendungan Way Jepara di Lampung Timur
  14. Kalianda Resort di Lampung Selatan
  15. Makam Raden Intan di Lampung Selatan
  16. Way Belerang di Lampung Selatan
  17. Pulau Cantik di Lampung Selatan
  18. Bendungan Way Ramem di Lampung Utara
  19. Air Terjun Putri Malu di Lampung Selatan
  20. Lembah Hijau di Bandar Lampung
  21. Tabek Indah di Bandar Lampung
  22. Menara Siger di Lampung Selatan
  23. Gunung Krakatau di Lampung Selatan
  24. Gunung Seminung  di Lampung Barat
  25. Hutan Monyet di Bandar Lampung
  26. Bumi Kedaton di Bandar Lampung
  27. Makam Pahlawan di Bandar Lampung
  28. Pemandian Air Panas di Bandar Lampung
  29. Pulau Tangkil di Lampung Selatan
  30. Kelapa Rapat di Lampung Selatan
  31. Pantai Selaki di Lampung Selatan
  32. Way Lima di Pesawaran
  33. Kali Akar di Bandar Lampung
  34. Gunung Raja Basa di Lampung Selatan
  35. Pantai Puri Gading di Lampung Selatan
  36. Bendungan Batu Tegi di Tanggamus
  37. Pulau Pasaran Bandar Lampung

Daftar objek wisata ini sebenarnya bersumber dari  www.ragamtempatwisata.com/

Recent posts

Random article