Serunya Menghabiskan Weekend di Pulau Pahawang
Posted by Adi Wijaya on 21st November 2016
| 1299 views

screenshot-2016-11-18-23-10-10Halooo sobat traveler, gimana weekend kalian..? udah punya jadwal liburan belum..?? Nah kalau belum, kali ini saya akan cerita tentang serunya weekend kami di Pulau Pahawang.

Jadi, pada beberapa minggu yang lalu saya bersama teman-teman kuliah yang juga berasal dari beberapa daerah berencana untuk liburan, pilihannya antara ke kiluan ataukah ke Pahawang. Oya sebelumnya kami memang sudah banyak mengetahui jika pulau pahawang adalah salah satu destinasi unggulan yang ada di Lampung khususnya bagi yang menyukai wisata bahari, dan setelah berdiskusi dengan teman-teman lainnya akhirnya kami memutuskan untuk ke Pahawang.

Gimana Cara Ke Pulau Pahawang..?

Bagi kalian yang belum tau tentunya ini adalah informasi yang sangat berguna jika ingin ke pulau pahawang. Jadi, untuk menuju ke pahawang sebenarnya ada dua cara.., yaitu jika dari jakarta bisa menggunakan kapal ferry atau bisa juga dengan pesawat. Nah kali ini saya akan ceritakan sedikit gimana sih sebaiknya kalian ke pahawang.

Oke pertama, Jika kalian Naik Pesawat, gimana caranya..?

Bandara Lampung yaitu Bandara Raden Inten II tidak terlalu jauh dari pusat kota, hanya sekitar 3o menit perjalanan, namun untuk menuju pulau pahawang tetap membutuhkan waktu 1 sampai 2 jam tergantung kecepatan mobil dan kepandaian sopi mencari jalan-jalan alternatif.

Tips lainnya adalah, jika kalian tidak menggunakan guide khusus yang akan menjemputmu di Bandara, maka alternatifnya adalah mobil-mobil yang tersedia di Bandara dapat menjadi pilihan kalian untuk menuju pahawang, namun kembali lagi ke keahlian kalian dalam menego sewanya (range nya berada di sekitaran 300 ribu sampai 400 ribu.

Yang ke dua jika star dari Pelabuhan Merak menggunakan kapal ferry ke Pelabuhan Bakauheni Lampung.

Beberapa wisatawan yang berasal dari jakata sering menggunakan moda transportasi ini, apalagi jika ingin tetap menghemat biaya perjalanan. Caranya adalah, disarankan kalian sudah tiba di Pelabuhan Merak pada pukul 00.00 dan paling lambat jam 1.

Kalian juga perlu mempertimbangkan bahwa dipelabuhan ini juga sering ramai apalagi jika bertepatan dengan hari libur, maka bisa dipastikan jadwal kalian akan terganggu, tapi dengan berangkat malam hari kemungkinan ini dapat di atasi.

Perjalanan dengan ferry dari pelabuhan merak ke pelabuhan Bakauheni dapat ditempuh sekitar 3 jam, dan lagi-lagi jika kalian belum punya mobil jemputan, maka di pelabuhan Bakauheni pun juga banyak terdapat mobil yang dapat kamu sewa menuju pelabuhan ketapang Lampung. Sewanya sekitar 500 ribu – 700 ribu. Nah lebih bagus lagi jika kamu minta di jemput, jadi kemungkinan bisa dapat diskon.. lumayan kan kalau bisa dapat diskon 50 ribu heheh…

Perjalanan dari Bakauheni ke Pelabuhan ketapang memakan waktu kurang lebih 3 jam. Jalur yang dilalui untuk menuju Pahawang sama dengan jalur yang dilalui untuk menuju ke Kiluan, hanya saja ke Kiluan harus masih menempuh perjalanan darat lagi yang panjang.

Tiba di Pelabuhan Ketapang (Pelabuhan tempat kapal bersandar untuk menuju Pulau Pahawang) langsung naik ke kapal. Kapal yang dinaiki tipenya seperti jukung tapi ini bisa memuat sekitar 17 orang plus barang, lebih besar. Jenis kapal yang bisa disewa untuk menuju Pulau Pahawang ada 2 jenis yaitu Speed Boat (kapasitas 6-8 org) harga sewanya sekitar 700 ribu per hari dan Kapal Jukung (15-20 orang) harga sewanya 500 ribu per hari, dan itu belum termasuk sewa alat snorkeling yah.

Kebetulan saat itu jumlah kami lumayan banyak maka kami di kasi bonus 1 orang free penyewaan alat, kan lumayan dapat free 1 orang. hehee…sewa alat di sana harganya bermacam-macam sih tinggal dibutuhkan skill nawar aja, biasanya sekitar 50 ribu sampai 75 ribu untuk 1 set alat snorkeling.

Nah di bawah ini adalah penampakan pelabuhan ketapang sobat traveler di sertai dengan aktivitas-aktivitas para driver kapal jukung. Oke setelah urusan kapal dan alat snorkeling terpenuhi maka saatnya kita berlayar…

 

untitled-1

Secara administratif Pahawang ini berada di Kecamatan Punduh Padada, Kabupaten Pasawaran, Lampung Selatan. Pulau utamanya sendiri ada dua, yaitu Pulau Pahawang Besar dan Pahawang Kecil. Tapi selain dua pulau di atas masih ada beberapa spot favorit lainnya yaitu Pulau Kelagian dan juga Tanjung Putus.

Dan kabar gembiranya lagi Pemerintah Kabupaten Pesawaran akan menggelar Festival Pahawang Teluk Ratai pada tanggal 25-27 November 2016. (di catet ya dan jangan lupa dateng) dan Insha Allah saya pun akan ikut juga dalam tour Photography Pulau Pahawang yang akan diadakan pada tanggal 25 November Nanti, Alhamdulillah suda terdaftar oleh Panitia)

Dan karena keindahan bawa laut Pulau Pahawang maka tak mengherankan jika sebelumnya, pada ajang Anugerah Pesona Indonesia 2016 yang digelar Kementerian Pariwisata, Pulau Pahawang sempat masuk nominasi kategori Surga Tersembunyi Terpopuler atau Most Popular Hidden Paradise, di kutip dari travel Detik.

Lanjut lagi menurut bapak Jaka Sungkawa, kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Pesawaran mengatakan pemerintah kabupaten akan membuat kemeriahan di Pulau Pahawang selama festival berlangsung. Festival juga dimeriahkan lomba foto, lomba menulis di blog, lomba perahu hias, lomba layang-layang. Ada pula event sepeda santai menjelajahi pulau di kutip dari travel Detik.

Seperti yang saya katakan sebelumnya bahwa ada beberapa destinasi pulau pahawang namun perjalanan kami kemarin hanya mengunjungi Pulau Pahawang Kecil, Kelagian Lunik dan Keasikan berlama-lama di Spot Taman Nemo Pulau Pahawang hehe..

PULAU PAHAWANG KECIL

Tujuan pertama kami adalah pulau pahawang kecil yang dapat kita tempuh selama 45 menit – 1 jam perjalanan laut. Kalian tidak akan jenuh selama di atas kapal karena pemandangan yang disajikan pun tidak akan membuatmu bosan selama perjalan tersebut. 

Awalnya sih kami kira akan bersadar di Pelabuan sana itu, dan akan berleyeh-leyeh di resort cantik tersebut, namun sayang skali sobat traveler ternyata resort ini milik pribadi,..hikss hehe..bisa di lihat di tengah pulau tersebut ada seutas tali yang akan membatasi langkamu dan terdapat plang kuning berwarna huruf merah bertuliskan “Pulau Pribadi di Larang masuk.”.

Jadi saya ngambil fotonya dari jauh aja ya 😉

Di tengah pulau yang menghubungkan pulau pahawang kecil dan pahawang besar bisa terdapat pasir timbul yang terjadi ketika air laut surut. Pasir putihnya.. aduhaiii, dan jangan lupa abadikan foto.

ini beberapa foto yang sempat saya abadikan di pulau pahawang kecil…cakep kan viewnya 🙂

dsc_0060

pahawang-copy

SNORKELING DI TAMAN NEMO

Spot snokeling pertama masih di sekitaran pulau pahawang kecil dan Pertama kali saya turun, saya telah di sambut oleh sekumpulan ubur-ubur dan ikan-ikan cantik, tapi tenang aja ubur-ubur yang kami jumpai tidak akan menyengat kok.

Kesan pertama sih, sempat khawatir juga tapi driver kami mengatakan kalau itu tidak menyengat, dan akhirnya kami pun melompat. beberapa teman saya coba memancing kawanan ikan dengan roti, dan yang bener aja… segerombolan ikan tiba-tiba datang menghampiri hehehe… (tapi sayang skali, saat itu tak memegang kamera underwater).

Lajut ke Spot Snorkeling, yaitu Taman Nemo.

Nahh di spot inilah yang bikin kami khilaf dan sampai lupa waktu, nggak terasa kami snorkeling sampai akhirnya waktu menujukan pukul setengah 4 sore dan belum sempat ke spot lainnya. ahhh di spot ini memang bagai candu bagi saya. beberapa moment bawah laut yang sempat saya abadikan.

snorkeling-di-pulau-pahawangtaman-nemo

PULAU KELAGIAN LUNIK

Setelah puas dengan snorkeling kami melanjutkan perjalan ke pulau kelagian lunik, di sini kami tak berlama-lama, hanya mengelilingi beberapa spot pulau ini, foto-foto kemudian balik lagi. Beberapa teman memang sempat mencoba snorkeling tapi sayang skali trumbu karangnya tidak recomended seperti spot sebelumnya. Menurut kabar dari Nahkoda kapal kami, biasanya tempat ini ramai dikunjungi ketika malam pergantian tahun.

Beberapa penduduk juga terlihat berjualan di pulau ini, jadi jika lapar tak perlu ragu. berikut foto-foto yang sempat saya abadikan.

pulau-kelagian-lunik-copy

Alhamdulillah sekita pukul 04.30 sore itu kami kembali merapat di pelabuhan ketapang, setelah berbilas dengan air bersih kami pun melanjutkan perjalanan pulang. ingin cepat rasanya sampai ke kosan dan tidur-tiduran.

Mampir makan duren dulu..

Memang paling enak jalan-jalan bertepatan dengan musim buah, sama seperti dengan perjalanan kami kemarin. Karena bertepatan dengan musim buah duren di lampung maka kami pun menyempatkan makan duren. Di sepanjang jalan banyak yang menjajakan buah ini, dengan catatan “Berangkatnya musim duren yah” hehe….

makan-duren

Nah sekian sobat traveler cerita perjalan kami tentang pulau pahawang, salah satu destinasi terbaik jika ingin berwisata bahari di Lampung. sekian dan terima kasih.. Tabik