Pulau Wakatobi dan Sejuta Keindahan Bawah Lautnya
Posted by Adi Wijaya on 20th April 2015
| 4224 views

Bagi pecinta diving dan olahraga bawah laut pasti memimpikan bermain pasir dan melihat terumbu karang cantik dan segerombolan ikan menari di atas kepala. Untuk menikmati salah satu surga bawah laut itu saya tak perlu jauh-jauh ke Bali ataupun ke Raja ampat karena di daerah saya sendiri ada pulau yang sudah terkenal akan keindahan biota lautnya… yahh “Pulau wakatobi namanya”…

Penerbangan Ke Wakatobi
Alhamdulillah dipertengahan bulan Mei ini saya mendapat kesempatan bermain air ke wakatobi, senang rasanya tak kebayang akhirnya bisa juga trip ke wakatobi. Sejumlah perencanaan pun saya susun, spot-spot apa saja yang harus saya datangi jika ke wakatobi dan masih banyak lagi pikiran-pikiran yang berkecamuk di dalam otak saya.

Penerbangan dari Kendari menuju k wakatobi hanya di tempuh kurang lebih setengah jam menggunakan pesawat, kisaran harga tiketnya lumayan mahal bahkan lebih mahal jika saya ke Makassar 😀 😀 Rp550.000 an. Bagi kamu yang berdomisili di luar Sulawesi tenggara, perjalanan dapat melalui Makassar ke Kendari dengan pesawat kemudian lanjut ke wakatobi atau Makassar ke bau-bau kemudian lanjut ke wakatobi.

Perjalanan dari pelabuhan bau-bau menuju wakatobi juga dapat menggunakan kapal laut bahkan saya sangat merekomendasikan bagi temen-temen yang mengambil jalur Makassar to bau-bau, usahakan mengambil penerbangan lebih pagi menuju bau bau, jadi bisa mampir juga melihat keindahan kota bau-bau (simak keindahan bau-bau di sini). Kamu nggak bakal nyesel mampir di bau-bau, kamu bisa melihat peninggalan bersejarah Kesultanan Buton yang juga merupakan benteng terluas di dunia yaitu Benteng Kraton Buton, selain wisata budaya nya kamu juga dapat melihat air terjun cantik, air terjun tirta rimba namanya. Perjalanan ke sini pun nggak jauh cuman 15 menit dari kota bau-bau, ada pantai nirwana dan Pantai Lakeba.

trip ke wakatobi (2)

Jam tangan saya telah menujukan  10.25 waktu Indonesia tengah Pesawat pun siap mendarat di bandara Matahora Wakatobi. Awalnya sih saya kirain bandara #manohara wakatobi hahaha…. Eittsss tak lengkap rasanya kalau tak berpose di sini, foto dulu guys. ini menandakan bahwa “I was Here,” jangan sampai No Picture = Hoax 😀

Setelah menunggu agak lama akhirnya bagasi sudah bisa di ambil, maklum bandara kecil jadi semuanya masih serba manual jadi agak terkesan lama nungguin bagasinya. Setelah sampai di wakatobi kamu harus nentuin mau nginap di mana..??

untuk sobat backpacker dapat menginap di trip ke wakatobipenginapan-penginapan murah yang banyak kita jumpai, kalau ingin mencoba kelas menengah ke atas bisa nginap di Hotel Wisata Wakatobi (sewa perkamarnya standar 350.000 belum pajak), di samping Hotel Wisata juga ada Hotel Wakatobi (di sini lebih murah dari hotel wisata) atau mau sekelas Resort dapat memilih Patuno Resort. Setelah milah milih akhirnya kami memilih Hotel Wisata dengan pertimbangan view belakang hotel dan sarapan enak serta dekat dari kota akhirnya kami memilih Hotel wisata. View di restoran hotel wisata juga sangat bagus, sambil sarapan kamu bisa menikmati suasana pagi yang sangat menyenangkan sambil melihat ikan-ikan kecil berlarian di laut. Asikk banget kan.. 😉

ini nih pemandangan restoran hotel wisata yang bikin nyaman…. Enak nyami toh..??

Lanjut Ke Pulau Kaledupa
Hari ke dua saya di wakatobi, saya dan teman kantorku langsung menuju ke Pulau Kaledupa dengan menggunakan kapal cepat. Jadwalnya pun hanya 2 kali tapi saya sarankan kamu mengambil yang jadwal jam 10 karena kapalnya lebih bagus dan lebih cepat. Tiket penyebrangan per orang Rp50.000,-

Berangkat di sertai hujan gerimis seakan menambah kurang bersahabatnya trip ini, belum lagi 2 aki-aki yang rokoknya putus sambung.. haduhhhh, udah tau kapal kecil,  penumpang penuh, sesak ehhh si kakek ngerokok pula kan di depan… udah kayak cerobong kereta api aja itu asapnya, bahkan teman saya yang berdampingan dengan si kakek menghitung ada sekita 4 kali lebih si kakek nyambung-nyambung rokoknya L

Oke fine kita lupakan saja si Aki-aki dan rokok cerobong asapnya tadi,. Kita cari penginapan atau home stay dulu. Awalnya kami ingin nginap di Home Stay “lupa Namanya” tapi karena penuh akhirnya kami memilih rumah panggung milik Bu Haji yang anaknya cantik, sudah lolos PNS tahun ini, S2 pula kan…wahhh kata orang bugis berapami itu uang pannainya wkwkwkw..  Nah di rumah Bu Haji ini penginapan bisa di bilang termasuk murah sekitar 50.000/orang.

Karena saya suka foto-foto saya pun menunggu moment sunset yang katanya sunset di Pulau kaledupa lumayan bagus tapi ternyata #mendung sodara-sodara, huff gagal lagi deh dapat foto bagus. Nantilah ketika esok hari saya bangun pagi sambil berjalan-jalan menyusuri pelabuhan Ambeua, momotret apa yang bisa di photo, ada kapal yang lagi menyendiri kita foto juga.

Foto ini di ambil menggunakan lensa wide tokina 11-16 mm dengan iso 200, bukaan f/4.5, shutter speed 1/1250. Jam 06.10 #No Filter
Foto ini di ambil menggunakan lensa wide tokina 11-16 mm dengan iso 200, bukaan f/4.5,
shutter speed 1/1250. Jam 06.10 #No Filter

Perjalanan Ke Pulau Hoga
Barulah setelah siang hari dan cuaca mendukung kami bersiap menuju pulau #hoga wakatobi, pulau yang terkenal terumbu karangnya selain pulau tomia dan pulau-pulau lainnya di wakatobi. Perjalanan menuju pulau hoga wakatobi dapat di tempuh dengan sampan-sampan milik warga sekitar 15 sampai 30 menit, atau dapat menggunakan boat yang dimiliki oleh UPTD Dinas Kelautan Dan Perikanan Kab.Wakatobi di Pelabuhan Ambeua. Sewa nya minta 1 jerigen bahan bakar aja jadi nggak terlalu mahal, sekitar 260.000 untuk antar jemput.

Setelah menempuh perjalanan sekitar 20 menit akhirnya kami sampai juga di pulau Hoga Wakatobi dan langsung di sambut dengan pemandangan seperti di bawah ini.

Sebuah Dermaga yang sementara di buat, ke depan kapal-kapal yang berlabuh di Pulau Hoga Dapat langsung sandar di dermaga ini
Sebuah Dermaga yang sementara di buat, ke depan kapal-kapal yang berlabuh di Pulau Hoga Dapat langsung sandar di dermaga ini

Tak ingin berlama di dermaga itu kami langsung menyusuri sudut-sudut pulau hoga sambil mencari spot-spot indah untuk di foto. Di sekeliling pulau hoga ini banyak sekali terdapat villa-villa yang disewakan namun masih terlihat sangat sepi, menurut orang yang berada di pulau itu sekaligus penjaga pulau hoga, ramainya di sana itu sekitar bulan juni sampai September, nah di bulan-bulan itulah banyak turis dari berbagai Negara datang ke wakatobi, ada yang datang karena tugas penelitian ada pula yang datang karena ingin menikmati kegiatan snorkeling maupun diving.

Pusat Peneletian dari Wallace Institue Sekaligus Cafe bagi Penghuni Pulau Hoga
Pusat Peneletian dari Wallace Institue Sekaligus Cafe bagi Penghuni Pulau Hoga

Villa yang terlihat masih belum berpenghuni karena memang di wakatobi ada musim-musim di mana akan ramai turis berdatangan di pulau ini, bahkan ketika musim itu datang kamu harus memesan lebih awal jika ingin menginap di pulau ini. Sewa villa permalam pun tidak terlalu mahal sekitar Rp50.000,- per malam/orang.

Beginilah salah satu penampakan View yang terdapat di pulau hoga Wakatobi
Beginilah salah satu penampakan View yang terdapat di pulau hoga Wakatobi

Tak lengkap rasanya jika ke wakatobi tidak diving yahh minimal snorkeling lah, karena wakatobi itu memang keindahan lautnya jadi saya yakin kamu bakal rugi main ke wakatobi jika tidak melakukan salam satu nya #diving atau #snorkeling. Tak ingin berlama-lama saya pun langsung mengontak dive center di sana. Untuk diving memang terbilang mahal apalagi jika anda tidak mempunyai license diving seperti saya, tapi karena keinginan kuat untuk mencoba diving maka saya pun mengiyakannya.

siap-siap Diving di Pulau Hoga Wakatobi
siap-siap Diving di Pulau Hoga Wakatobi

Setelah deal saya langsung di minta mengenankan semua peralatan divingnya dan segera ke laut di dampingi oleh instruktur divingnya. Untuk mencoba diving ini saya sarankan kamu sudah terbiasa atau sudah bisa menggunakan alat snorkeling atau tau teknik-tekniknya.

Beberapa hal yang takutkan ketika turun diving adalah telingamu bakal sakit ketika kamu semakin turun di kedalaman dan keraguan akan masuknya air di alat masker yang kamu gunakan, tapi tenang saja kamu bakal di tuntun oleh instrukturnya dia tidak akan melanjutkan di kedalaman selanjutnya jika kamu tidak memberi kode OK dengan tangannya (dengan bahasa isyarat).

Teknik yang harus kamu kuasai ketika diving untuk seorang pemula:

  1. Minimal mampu menggunakan alat snorkeling dan bernapas menggunakan mulut
  2. Ketika telingamu sakit, tekniknya tahan dan tutup hidungmu kemudian tekan sehingga aliran nafasmu menekan hidung yang membuat sakit di telingamu bisa hilang. Jika terjadi sakit di telingamu lagi lakukan teknik di atas lagi,, ulangi terus sampai sakitnya hilang kemudian beri kode lagi ke instruktur jika sudah OK.
  3. Ketika maskermu kemasukan air, menghadap ke atas lah sedikit sambil membuka maskermu, tahan nafas dan kemudian buang airnya menggunakan hembusan nafas melalui hidung. Teknik ini memang agak sulit bagi diver pemula karena saya pun mengalami hal demikian heheh…
  4. Belajarlah menggunakan kaki katak/vins dengan baik seperti sedang meroda atau mengayung sepeda J
  5. Jangan lupa bismillah dan berdoa sebelum turun broh…

Mungkin salah satu penyesalan saya yang susah saya lupakan,,,, camera underwater nya si dive center rusak mas broh… sedihnya itu di sini… L L L sumpah ini sedih banget udah keren pake alat selam, diving tapi tak ada dokumentasi itu sakitnya di sini. Kata teman ini mah #hoax doang namanya kalau no picture huffhhh…

Yahh, mau gimana lagi legowo aja lah yang penting sudah bisa merasakan yang namanya diving, sudah bisa melihat segerombolah ikan di atasmu, bisa melihat banyak ikan –ikan kecil cantik, karang yang indah…emmm bener-bener surga bawah laut yang nyata indahnya #feeling lope lope.

Setelah diving dan istrahat sejenak sambil makan, kami pun bergegas kembali ke Pulau Kaledupa tempat kami menginap. Kami sampai di home stay sekitar ham 4 sore, puas bercampur lemas.

Berikut rincian biayanya:

  • biaya penyebrangan ke pulau kaledupa Rp50.000 per orang
  • home stay 50.000/orang per malam
  • nyebrang ke pulau hoga dengan speed boat Rp260.000
  • biaya diving buat non license Rp400.000
  • belum termasuk makan dan ngopi Rp100.000
    jadi total Rp860.000

sekian dulu cerita trip di pulau kaledupa dan pulau hoga wakatobi, mari kita istrahat dulu besok ita lanjut pulang pagi (06.00 am) menuju ke wanci/kota wakatobi.