Mecintai Warisan Budaya Lewat Traveling Photography edisi “Candi Borubudur”
Posted by Adi Wijaya on 6th October 2016
| 1617 views

Candi Borubudur merupakan salah satu bukti kejayaan masa lalu yang masih dapat kita nikmati kemegahannya hingga saat ini, selain tempat suci bagi umat agama Buddha, tempat ini juga menjadi salah satu destinasi yang sangat direkomendasikan jika berkunjung ke Indonesia. Keindahan yang berpadu dengan nilai budaya dan sejarah yang tinggi ini menjadikan Candi Borubudur sebagai salah satu warisan budaya dunia oleh UNESCO

Sejarah singkat Candi Borubudur

Beberapa sumber mengatakan bahwa Candi Borubudur diyakini merupakan peninggalan kerajaan Dinasti Sailendra pada masa pemerintahan Raja Samaratungga dari kerajaan Mataram kuno dan juga beberapa relief bergambar yang terdapat disekeliling candi juga menceritakan tentang Candi Borubudur ini.

Belum ada yang bisa memastikan asal usul penamaan Candi Borubudur, ada yang mengatakan nama tersebut berasal dari nama samara budhara memiliki arti gunung yang lerengnya terletak teras-teras ada juga yang mengatakan borobudur berasal dari ucapan para budha yang mengalami pergeseran. Satu-satu nya tulisan yang menyebutkan borobudur pertama kali adalah thomas Sir Thomas Stamford Raffles dalam bukunya yang berjudul sejarah pulau jawa. Para ahli sejarah memperkirakan raffles menyebut Borubudur dari kata “bore dan budur” Bore adalah desa yang terletak di sekitar candi sedangkan budur yang berarti purba.

Sejarah berdirinya candi borobudur diperkirakan dibangun pada tahun 750 masehi oleh kerajaan Syailendra yang pada waktu itu menganut agama Buddha,pembangunan itu sangat misterius karena manusia pada abad ke 7 belum mengenal perhitungan arsitektur yang tinggi tetapi borobudur dibangun perhitungan arsitektur yang canggih ,hingga kini tidak satu pun yang dapat menjelaskan bagaimana cara pembangunan dan sejarah candi borobudur ini.

Foto pertama Borobudur oleh Isidore van Kinsbergen (1873) setelah monumen ini dibersihkan dari tanaman yang tumbuh pada tubuh candi. Bendera Belanda tampak pada stupa utama candi.
Foto pertama Borobudur oleh Isidore van Kinsbergen (1873) setelah monumen ini dibersihkan dari tanaman yang tumbuh pada tubuh candi. Bendera Belanda tampak pada stupa utama candi. sumber wiki

Tingkatan Rana Spritual Candi Borubudur

Candi Borubudur yang di bangun dengan sarat makna dan nilai religius yang tinggi pada tiap-tiap tingkatannya. Meskipun terlihat dalam satu kesatuan namun ternyata candi ini dibagi dalam 3 tingkatan spiritual yaitu; Kamadhatu, Rupadhatu, dan Arupadhatu. Setiap bagiannya memiliki arti tersendiri dan penting untuk diketahui.

sumber foto id.wikipedia.org
sumber foto id.wikipedia.org

Kamadhatu

Pada tingkatan ini kamdhatu menggambarkan kehidupan manusia yang hanya mementingkan hawa nafsu, misalnya pergaulan bebas, narkoba, mementingkan kepentingan pribadi dan golongan dan masih banyak lagi contoh-contoh yang digambarkan dalam tingkatan ini.

Perbuatan seperti ini sangat bertentangan dengan ajaran Sang Buddha, sehingga mengelompokkan orang-orang seperti pada tingkatan paling rendah yaitu kamadhatu.

Seperti pada gambar kamadhatu berada di bagian paling luar, yang berarti susunan paling bawah di Candi Borobudur. Kamadhatu melambangkan ranah dari hawa nafsu, tempat bersemayamnya manusia awam. Tepatnya adalah alam bawah tempat manusia hidup.

Rupadhatu

Rupadhatu adalah tingkatan ke-dua dalam susunan candi Borubudur, pada tingkatan ini digambarkan bahwa manusia sudah bisa membebaskan diri dari gejolak hawa nafsu, bisa menahan perbuatan-perbuatan buruk namun masih diikat oleh rupa dan bentuk. Rupa dan bentuk dalam arti masih terikat dalam bentuk fisik manusia.

Letak Rupadhatu berada diantara Kamadhatu dan Arupadhatu, sesuai dengan artinya yang melambangkan alam antara (alam bawah dan alam atas). Rupadhatu menggambarkan kehidupan keduniawian sang Buddha pada masa lalu. Bagaimana beliau memulai awal kisah pengajaran tentang Buddha Dharma di taman Lumbiri.

Arupadhatu

Tingkatan Arupadhatu merupakan tingkatan tertinggi dari candi Borubudur. Pada tingkatan ini menggambarkan kesucian dari sang Buddha, tempat berdiamnya para dewa sejatinya adalah kebahagian dan ketenangan yang sejati, jauh dari hiruk pikuk duniawi dan hanya berfokus untuk beribadah pada sang pencipta.

Tingkatan Arupadhatu adalah Tergambar dari pola ukiran di atasnya yang sangat simple. itulah kenapa untuk mencapati tingkat ini penuh dengan lika-liku yang menggambarkan perjuangan manusia untuk bisa terlepas dari semua tuntutan duniawi untuk mencapai ketenangan yang hakiki.

Lalu Bagaimana Memahami Jalan Cerita di Candi Borubudur

dsc_0372

Pada zaman dahulu Nenek moyang kita menulis pada sebuah batu, di ukir sedekian rupa dalam bentuk simbol atau gambar, atau kita kenal dengan istilah prasasti, Contohnya adalah prasasti batu Batutulis, dimana prasasti Batutulis ini dianggap terletak di situs ibu kota Pajajaran, lalu ada juga Prasasti Kota Kapur yaitu prasasti berupa tiang batu bersurat yang ditemukan di pesisir barat Pulau Bangka.

Nah di sekeliling candi borubudur ini juga akan banyak kita jumpai relief bergambar, jadi jika kita hanya melihat satu persatu gambar tersebut makan dipastikan anda tidak akan mengetahui jalan ceritanya…lalu gimana caranya..??

Hayoo belum pada tau kan..? jadi untuk mengamati jalan ceritanya, larut dalam kisahnya maka anda haruslah berjalan mengitari candi searah dengan jarum jam atau istilahnya biasa dikenal dengan pradaksina.

Masuk melalui pintu timur, berjalan searah jarum jam agar posisi candi selalu ada di sebelah kanan, tiba di tangga timur dan melangkahkan kaki naik ke tingkat berikutnya. Lakukan ini secara berulang-ulang hingga kamu sampai pada puncak candi atau Arupadhatu.

Perjalanan mengelilingi candi, mengamati setiap ceritanya akan terbayarkan dengan pemandangan alam yang sangat indah, bagai dinding-dinding penjaga Candi Borubudur tampak dari kejauhan beberapa puncak gunung terlihat sangat jelas yaitu Gunung Sindoro, Gunung Sumbing, Gunung Merbabu, Gunung Merapi dan Perbukitan Menoreh.

Candi Borubudur saat ini

Candi borubudur teletak di Magelang jawa tengah atau sekitar 100m di sebelah barat daya Semarang, untuk menuju ke lokasi candi sangat mudah karena lokasi candi pun sangat mudah di jangkau sehingga transportasi seperti bus dapat dengan mudah kita jumpai. Alternatif yang paling mudah adalah dengan menyewa motor menuju lokasi.

Rasanya kurang afdol jika tak mengunjungi salah satu mahakarya peninggalan sejarah ini, bangunannya yang sangat megah, kisahnya yang melegenda dan cerita-cerita lain yang sangat menarik untuk di simak.

sumber foto oleh manoharaborobudur.com/id/galeri/
sumber foto oleh manoharaborobudur.com/id/galeri/

Sebenarnya salah satu moment yang sangat pas untuk memotret keindahan candi borubudur adalah pada saat menjelang matahari terbit, yang terdengar hanyalah kicauan burung, terlihat kabut tipis yang menutupi pepohonan dan sawah serta mentari pagi yang masih tersipu malu menampakkan wajahnya dari balik gunung merapi. ahhh rasanya indah sekali, namun sayang saya pun harus gigit jari dan hanya bisa menikmatinya melalui gambar karena ternyata untuk dapat menikmati pemandangan ini kita harus ikut paket tour yang diadakan oleh salah satu pengelola.

Pada waktu-waktu tertentu pengunjung candi ini akan sangat ramai, misalnya bertepatan dengan hari libur, saat perayaan hari suci waisak dan juga pada akhir-akhir pekan tertentu. Hal ini perlu menjadi perhatian jika ingin mendapatkan hasil foto yang lebih lagi.

dsc_0302-2-copy

Jangan Lewatkan Event Tahunan di Borubudur “Pesta Lampion pada saat perayaan Waisak”

Candi borubudur merupakan tempat ibadah umat Buddha, salah satu kegiatan besar yang biasa diadakan disini adalah festival waisak. Festival ini diadakan tiap tahun dan wajib menjadi agenda liburan kamu nantinya, saksikanlah rasa magis yang begitu kental serta ribuan lampion yang diterbangkan akan menambah indahnya moment suci ini.

Foto by news.jalanjalanyuk.com

Candi Borubudur sarat makna dan Budaya, hal-hal di bawah ini harus kamu hindari jika Ke Borubudur

Tiap tahunnya bertempat di Kompleks Candi Borubudur, para umat Buddha dari berbagai negara akan berkumpul untuk merayakan hari suci ini. Dalam kalangan umat Buddha sendiri hari suci ini dinamakan hari raya Trisuci Waisak yang sebenarnya dirayakan untuk memperingati tiga persitiwa penting yang di alami oleh panutan mereka” Sidharta Gautama

Peristiwa penting itu adalah:

  1. Memperingati lahirnya Pangeran Sidharta Gautama di Taman Lumbini pada tahun 623 S.M;
  2. Hari raya waisak juga di peringati ketika Sidharta yang menjadi Buddha di Bodhgaya;
  3. Alasan kuat kenapa dirayakannya Hari raya waisak adalah wafatnya Siddharta di Kusinara pada usia 80 tahun.

Peringatan hari raya waisak ini dapat di saksikan oleh semua orang, tak terkecuali penganut agama lain. Karena keterbukaannya ini beberapa orang memanfaatkan kesempatan untuk mengambil beberapa gambar ketika umat Buddha sedang melakukan ritual ibadah.

Melupakan norma kesopanan dan tata krama demi mengejar foto yang bagus akan tapi menggangu kekhusyukan orang ketika ibadah juga tak patut kita tiru.

Membuang sampah, menaiki stupa juga merupakan kegiatan yang tidak boleh kamu lakukan di sini, ingat sekali lagi hargailah mahakarya ini dan jangan pernah kita rusak.

Foto by www.wego.co.id
Foto by madeyudistira

Ini caraku mencintai warisan budaya melalui Traveling dan Photography

Teringat quote salah satu Fotografer yang katanya seperti ini “Fotografer adalah saksi yang terpanggil untuk mendedikasikan hidupunya untuk menjelajah dan mengabadikan segala keindahan yang ada di dunia; baik di lingkungan sekitarnya, maupun di tempat nun jauh disana. Semua ini dilakukan tidak hanya agar ragam lokasi indah diketahui keberadaanya, tapi juga agar dapat kita nikmati bersama“.

Salah satu qoute yang menurutku sangat pas dengan apa yang kulakukan, tak peduli seberapa jauh tempat itu, selama masih sanggup dan kantong masih mendukung maka saya siap mendatanginya. Sebuah kebahagiaan tersendiri bagi travel photographer apabila orang-orang dapat menikmati foto yang sangat indah dan tersenyum ketika melihatnya 🙂

Salah satu hal yang sering saya lakukan adalah melakukan traveling ke tempat-tempat indah tersebut, mengabadikannya dalam lensaku kemudian menceritakannya dalam bentuk travel story pada blog ini, dan juga memanfaatkan sosial media seperti instagram, twitter dan facebook.

loveorlost-candi-borubudur

Foto-foto Keindahan Candi Borubudur

Berikut ini beberapa foto yang sempat saya abadikan ketika mengunjungi Candi Borubudur, semoga dapat terhibur.

dsc_0258
dsc_0331
dsc_0292-2

dsc_0363
dsc_0384

dsc_0395

Melalui gerakan ‘Love or Lost’, bersama dengan Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya, secara nggak langsung kita pun telah turut mensukseskan acara ini, mengkampanyekan falsafah warisan budaya dan mengenalkannya pada semua orang.

Ingat… Hargailah mahakarya ini karena tak akan ada lagi yang mampu menyaingi karya seperti ini, sungguh kita sebagai bangsa indonesia harus berbangga candi yang semegah ini berada di Negeri tercinta kita Indonesia.

Tulisan ini di buat dalam rangka turut serta dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya, DIrektorat Jenderal Kebudayaan.

sumber: wikipedia.org/wiki/borubudur