Jalan-Jalan ke Benteng Kraton Buton, Pantai Nirwana, Air Terjun Tirta Rimba #Day 1 Explore Bau-bau
Posted by Adi Wijaya on 14th October 2015
| 2894 views

Ketika Berencana melakukan sebuah Perjalanan ke Pulau Buton, yang terlintas di benak saya hanyalah Benteng Kraton Buton tapi ternyata saya salah ngeTrip ke Bau-bau dan Buton ternyata sangat menyasikan dan membuat saya rindu untuk kembali lagi ke pulau ini ­čśë yukkk simak cerita…

Perjalanan menuju pulau Buton dapat di tempuh dengan menggunakan kapal cepat, normalnya sih dalam sehari itu ada dua jadwal keberangkatan, pada jam 7 an dan jam jam 12.30 siang untuk keberangkatan ke dua. Tapi pada perjalanan kali ini saya mengambil perjalanan siang hari karena memang pada hari itu masih bertepatan hari kerja, dan besok hari jumat nya baru libur. jadi yahh kira-kira ke buton bisa 4 harian pulang dan perginya.

Sampai di bau-bau sekitar jam 6 atau ba’da magrib, jadi kita menempuh perjalanan dari kota kendari ke bau-bau sekitar 6 jam an lah. tapi asik kok karena dalam perjalanan kamu dapat menikmati beberapa pemandangan seperti gugusan pulau-pulau kecil di sepanjang perjalanan, dan yang unik lagi sebelum masuk ke pelabuhan bau-bau itu atau sekitar setengah jam sebelum kita sampai, jangan lupa menyaksikan anak-anak nelayan┬ádengan menggunakan perahu sampan kecil, mereka menunggu kamu melemparkan uang seribuan atau dua ribuan ke mereka, nah nanti mereka akan berlomba-lomba tuh mengambilnya, dan yang asik juga sebelum kita memasuki pelabuhan kota bau-bau dari jauh sudah nampak lampu kota bau-bau yang terlihat sangat indah.

Bagi teman-teman yang melakukan perjalanan ke pulau bau-bau dan buton, mungkin saya belum bisa memberikan referensi karena memang pada saat itu saya nggak nginap di hotel, jadi kebetulan ada teman yang bekerja di bau-bau jadi saya menginap di rumahnya.

Tapi jangan khawatir saya punya tips nya, jadi sebelum kamu traveling ke pulau bau-bau dan buton saya rekomendasikan untuk berkenalan dengan teman-teman backpacker lokalnya, mereka menamakan dirinya tukang jalan buton, tenang aja kok orang-orang nya pada ramah-ramah dan baik-baik dan pastinya mereka akan menemani kalian selama trip di sana, untuk join dan kenalan bersama mereka silahkan gabung di grup facebook mereka. saya pun waktu trip ke sini, yang ajak jalan-jalan yah mereka inilah..kalau kalian sempat kenalan sama mereka saya titip salam saja sama mereka.

Tanpa menunggu lama saya pun langsung mengontak teman tukang jalan, perkenalkan namanya fith mursadat orangnya baik dan pastinya welcome, nah dia dan teman-teman tukang jalan lainnya ternyata sudah menunggu saya di salah satu tempat nongkron mereka tepatnya di benteng kraton kesultanan buton, dan asyiknya dari tempat nongkron mereka ini view nya keren broh, kamu dapat melihat keindahan kota bau-bau pada malam hari, jadi ingat jangan lupa bawa kamera.

Pemandangan Kota Bau-bau pada malam hari

View Bau-bau malam hari dari Gerbang Wandailolo di Kraton Kesulatanan Buton
View Bau-bau malam hari dari Gerbang Wandailolo di Kraton Kesulatanan Buton

Nah ini yang aku maksud, untuk menikmati ini Kamu hanya perlu naik ke atap gerbang Wandailolo, dan jika kamu trip ke sini pada saat-saat bulan purnama pastinya lebih asik karena kamu bisa melihat indahnya bulan purnama.

Saya mengawali jumat pagi itu dengan mulai berkemas, mengecas batrei kamera dan sarapan kecil supaya badan tetap fit. setelah semua siap saya langsung menuju ke meeting poin saya bersama teman-teman tukang jalan di pertigaan pertamina arah menuju mesjid kraton juga.

Pantai Nirwana Bau-Bau

Untuk tujuan awal kami, saya di ajak ke salah satu pantai cantik di bau-bau namanya pantai Nirwana, lokasinya pun nggak juah dari kota bau-bau karena hanya perlu setengah jam untuk sampai ke sini. tepian pantai nya cukup indah dan pantai ini juga kebanyakan di datangi oleh para keluarga yang membawa serta anak nya sekedar untuk bermain pasir atau belajar berenang.

Saya mencoba snorkling di tempat ini tapi karang-karangnya tidak terlihat, kata temen kalau mau┬ásnorkling harus ke spot lain lagi dengan perahu karena di pantai nirwana memang hanya untuk wisata keluarga aja katanya. sambil manggut2 ­čśÇ

3
ini baru beberapa aja teman-teman dari tukang jalan buton, bermain pasir di pantai nirwana
DSC_0622
Pantai Nirwana

sebenarnya di sini juga bagus untuk sunset cuman nggak sempat nungguin sunset nya karena memang terlalu banyak spot yang menarik di bau bau ini hehe..

foto by jaring-ide
foto by jaring-ide

Jum’at an di Mesjid Kraton Kesultanan Buton

Sepulang dari Pantai Nirwana saya bergegas siap-siap jum’at an di salah satu mesjid yang paling di agungkan di kota bau-bau, mesjid kraton kesulatanan Buton. Mesjid ini masih masuk di dalam kawasan benteng kraton dimana luas benteng tersebut sekitar┬á23,375 hektare ┬ádan pada bulan september 2006 masuk dalam rekor MURI dan Guiness Book Record sebagai benteng terluas di dunia.┬áBenteng ini juga memiliki 12 pintu gerbang yang disebut Lawa dan 16 emplasemen meriam yang mereka sebut Baluara.┬áUntuk menuju ke sini dari kota bau-bau cukup 10 menit dari kota bau-bau.

siap-siap jum atan
foto ini saya ambil selesai sholat jum’at
DSC_0666
Suasana Mesjid nampak hening setelah jamaah pulang dan imam masjid beserta beberapa orang yang memakai sorban putih

Setelah sampai di mesjid kraton buton saya mengambil satu take foto, ehhhh jadi malu di liatin masukin lagi deh kameranya haha… karena memang masuk di mesjid ini serasa┬ágimana yah, suasana sakral nya masih kerasa banget.┬áTerdapat 12 pintu masuk ke dalam masjid yang salah satu di antaranya berfungsi sebagai pintu utama. Pada bagian depan masjid – di sebelah timur masjid, terdapat serambi terbuka. di dalam masjid terdapat sebuah mihrab dan mimbar yang terletak secara berdampingan. Keduanya terbuat dari batu bata yang di bagian atasnya terdapat hiasan dari kayu berukir corak tumbuh-tumbuhan yang mirip dengan ukiran Arab.

Nah pas masuk masjid,,ehhh tiba-tiba saya kaget ada bapak-bapak paruh baya yang jumlahnya ada 4 orang mengenakan pakaian khas buton lengkap dengan topi adat dan lainnya, bapak-bapak itu duduk bersila dan di depanya ada sehelai kain putih dan telah banyak bertumpuk uang dari para jamaah. Yahh spontan saja saya┬ápun mengambil uang dari saku saya dan memberikannya ke bapak itu sambil salaman. ada rasa deg degan sih karena memang saya baru pertama kali nya jum’at an di mesjid ini.

Keliling Benteng Kraton Buton

Tak lengkap rasanya jika ke sini tak mengelilingi benteng kraton buton, benteng yang terluas di dunia. Nah dari mesjid saya coba keluar untuk mencari view yang pas, dan beberapa spot foto yang sempat saya abadikan dapat di lihat di bawah ini.

Tiang Bendera (Kasulana Tombi) dengan background mesjid kraton buton

Tiang ini didirikan pada akhir abad ke-17 pada masa pemerintahan Sultan Sakiuddin Darul Alam, tiang bendera ini untuk mengibarkan bendera kesultanan Buton yaitu Longa-longa. Bahan tiang pun masih terbuat dari kayu jati dengan ketinggian 21 Meter dari permukaan tanah.

Pada tahun 1870 an ┬ámasa pemerintahan Sultan Muhammad Isa Kaimuddin tiang bendera ini di sambar petir sehingga mengalami kerusakan, setelah perbaikan tersebut tiang bendera ini masih berdiri kokoh sampai sekarang., dan bahkan di perkirakan umur tiang bendera ini kurang lebih 300 tahun… waooooo kuat banget kayunya ­čÖé

Menurut Buya Hamka, Tiang Bendera ini juga difungsikan sebagai tiang gantungan untuk pelaksaan hukukan gantung di masa Pemerintahan Kesultanan Buton.

DSC_0690

Jangkar Kapal VOC

Masjid Agung Keraton Buton Dengan Jangkar Kapal VOC yang karam di Buton

DSC_0678

Makam Raja Murhum dan Batu Wolio di Benteng Kraton Buton

Tak jauh dari masjid, terdapat makam raja terakhir sekaligus Sultan pertama Buton, Murhum yang juga dikenal dengan Sultan Kaimuddin dan Halu Oleo (dalam bahasa Muna berarti delapan hari). Nama Halu Oleo diberikan karena Murhum mampu menyelesaikan perang saudara antara Konawe dengan Mekongga dalam waktu delapan hari.

Murhum adalah raja Buton pertama yang menganut ajaran Islam. Sejak itu pula, sistem pemerintahan berubah dari Kerajaan menjadi kesultanan. Makam Murhum terletak di belakang Baruga Keraton Buton (balai pertemuan) yang berada di hadapan Masjid Agung Keraton Buton.

Kamu Belum Sah Ke Buton Jika Belum Menyentuh “Batu Wolio”

Oya hampir lupa, kalau di tempat saya berdiri itu terdapat sebuah batu berwarna gelap dengan ukuran tinggi kurang lebih 1,40 m, yang menurut tradisi orang buton menyebutkan bahwa disinilah Wakaakaa pertama kali ditemukan bersamaan dengan kehadiran kelompok mia patamiana yang kemudian dinobatkan menjadi raja buton pertama setelah mendapat restu dari menteri Patalimbona yaitu Baluwu, Peropa, Barangkatopa, dan Gundungundu. Baru Wolio juga disebut Batu Yi Gandangi karena tempat tersebut ditabukan gendang menjelang pelantikan raja atau sultan.

Disamping sebagai tempat pengambilan tirta untuk dijadikan air mandi setiap calon raja atau sultanmaka batu wolio hingga saat ini masih tetap disakralkan oleh masyarakat Buton karena dianggap sebagai simbol kekuatan dalam menghadapi tantangan hidup, bahkan para pengunjung atau pendatang dari luar daerah sebelum memegang Batu Wolio ini di anggap belum tiba di negeri Buton.

Nah kalau di foto itu terlihat ibu yang sedang menggondong anaknya, di situlah terdapat seperti mata air yang keluar dari batu, kata penduduk setempat air dari batu tidak pernah kering meskipun musim kemarau.

DSC_0676DSC_0691

DSC_0699DSC_0709

Kepala Naga di Pantai Kamali Bau-bau

Setelah dari mesjid kraton buton saya juga menyempatkan untuk pergi ke salah satu ikon kota bau-bau, yaap Kepala Naga. Letaknya di pantai kamali sangat dekat dengan pelabuhan kapal cepat, jadi kalau ke bau-bau wajib chek in di sini, apalagi foto, oww wajib lah.. hahaha

oya satu lagi, di pantai ini kalau malam ramai banget, kamu bisa nongkrong di sini sambil menikmati malam di bau-bau di temani minuman khas sulawesi #sarabba dan sepirin #pisang epe.

DSC_0722

Air Terjun Tirta Rimba Bau-bau

Selaki waktu masih ada, saya juga menyempatkan untuk menikmati air terjun tirta rimba. jaraknya pun tidak terlalu jauh dari pusat kota karena bisa di tempuh selama 15 menit.

DSC_0768Lumayan capek juga jalan seharian mengelilingi kota bau-bau, walaupun baru sehari tapi spot yang bisa di datengin sudah banyak. Tapi perjalanan nggak sampai di sini di hari ke dua saya dan kawan-kawan tukang jalan buton akan menelusuri air terjun cantik di Kecamatan Kapontori, Buton. Tunggu ya ceritanya.. ­čśë